billy boen

24 Hours In A Day Is Enough

November 21, 2011, by YOTCA. read: 231

Tiarni Putri Fau Young On Top Campus Ambassador Universitas Padjadjaran, November.

“Time stays long enough for those who use it“-Leonardo Da Vinci

Saya sering melihat keluhan-keluhan yang di lontarkan oleh teman-teman seperti “Kenapa sih Tuhan hanya memberikan waktu 24 jam dalam satu hari?” atau “Coba sehari bisa lebih dari 24 jam”. Well, guess what, meskipun teman-teman meminta hal itu kepada Tuhan, pasti jawabannya adalah tidak mungkin mengubah sehari menjadi lebih dari 24 jam.

Sebenarnya, hanya ada 2 kata plus satu usaha yang harus teman-teman lakukan agar 24 jam dalam sehari ini bisa menjadi sangat produktif dan efektif untuk di jalankan. TIME MANAGEMENT plus WORK SMART.

Apa itu time management? Time management adalah pengaturan waktu yang teman-teman lakukan setiap harinya agar semua tanggung jawab atau kewajiban yang teman-teman mesti lakukan hari itu bisa selesai tepat waktu dengan hasil yang memuaskan. Bagaimana jika ternyata teman-teman merasa kerjaannya terlalu banyak dan tidak bisa di lakukan dalam satu hari? Well, berarti ada 2 kemungkinan : kemungkinan pertama teman-teman yang tidak bisa selektif dalam memilih prioritas atau tanggung jawab (mengambil terlalu banyak pekerjaan) dan yang kedua teman-teman lupa untuk menyicil pekerjaan dan perkerjaan tersebut di lakukan dalam SKS (Sistem Kebut Semalam) karena teman-teman yang selalu menunda-nunda melakukan pekerjaan. Bagaimana hasilnya? Pasti akan jauh berbeda dengan teman-teman yang sudah melakukan pekerjaannya dari jauh-jauh hari ketimbang teman-teman yang baru melakukannya H-1.

Time is what we want most, but what we use worst – William Penn

Ketika teman-teman sedang mengambil suatu pekerjaan, saran saya, ada baiknya teman-teman lebih selektif. Lho? Kenapa harus selektif? Kesempatan kan tidak datang dua kali? Kalau itu yang di pikiran teman-teman, saya akan memberitahukan resiko-resiko yang akan teman-teman tanggung jika teman-teman (pada akhirnya) tidak bisa meng-handle semua pekerjaan itu. Yang pertama : image teman-teman. Ada contoh kasus nyata yang di alami teman saya yang dimana teman saya yang satu itu sangat oportunis. Mengambil banyak kepanitiaan dan lomba namun sayangnya, tidak ada satupun yang ke pegang. OCP panitia marah-marah ke dia karena kerjaannya tidak benar, lomba yang dia ikuti tidak ada yang menang, dan yang terakhir, IPK dia di semester itu turun. Belum lagi image dia yang dimata teman-teman yang lain menjadi jelek karena semua tanggung jawab yang dia lakukan tidak ada yang beres. Kemungkinan besar dia tidak akan di percaya lagi untuk mengambil tanggung jawab yang sama. Well, kalau kasusnya seperti ini, siapa yang mau menjadi seperti dia? Resiko kedua yang akan teman-teman hadapi adalah kesehatan. Ada lho teman saya yang sampai cuti satu semester gara-gara penyakit yang dia hadapi karena terlalu sibuk dengan kegiatan di kampus. Kalau begini jadinya, siapa yang rugi? Oleh karena itu, PRIORITAS juga penting untuk di tentukan agar hidup menjadi lebih fokus dan lebih jelas tujuan yang ingin kita capai.

“Decide what you want, decide what you are willing to exchange for it. Establish your priorities and go to work”
H.L. Hunt

“I learned that we can do anything, but we can’t do everything… at least not at the same time. So think of your priorities not in terms of what activities you do, but when you do them. Timing is everything”

Dan Millman

Agar waktu 24 jam cukup untuk di jalankan, teman-teman juga harus WORK SMART. Apa artinya work smart disini? Work smart disini artinya adalah melakukan pekerjaan dengan cara yang lebih efektif dan efisien sehingga bisa cost, time, and energy saving lebih banyak. Saya pribadi masih setuju dengan konsep work hard dimana kita harus bekerja keras dan bersungguh-sungguh dalam menjalani pekerjaan kita, namun, menurut saya, untuk di jaman dengan persaingan yang tinggi seperti sekarang, work hard tidaklah cukup. Ilustrasi yang paling gampang kita lihat adalah tukang bangunan atau tukang makanan keliling rumah. Apakah mereka pekerja keras? Jelas! Jadi apa yang membedakan kita dengan mereka dimana notabene kita adalah orang yang lebih berpendidikan ketimbang mereka?

Ada satu trade-off yang harganya sangat mahal di banding dengan pilihan lain, yaitu kesehatan. Kita tidak bisa melawan suatu konsep bahwa manusia butuh tidur selama 8 jam dalam sehari. Well, mungkin ada teman-teman yang bilang “aah, saya bisa kok tidur cuman 3 jam sehari” oke, untuk sekarang mungkin iya teman-teman masih mampu. Tapi kalau sudah tua? Belum tentu. Belum lagi di tambah penyakit-penyakit tua yang bisa menghinggapi kita jika kita tidak merawat kesehatan kita mulai sekarang.

Jadi, pesan saya, gunakanlah waktumu dengan cara yang lebih pintar! 24 jam itu waktu yang sangat cukup untuk bekerja dan beristirahat.

“Every day do something that will inch you closer to a better tomorrow”

Doug Firebaugh

No related posts.

Leave a Reply