Antara Teman Baru, Sahabat Lama dan My Truth Family
August 31, 2011, by YOTCA. read: 576
Hari demi hari berlalu dengan cepat. Tidak terasa bahwa sudah banyak waktu yang terlewatkan. Hilangnya special moment terus menerkam ‘kebahagianku’ dari hari ke hari. Terlebih jika kita tidak dapat merasakan kebersamaan dengannya. Namun, pada hari itu terasa berbeda. Sentuhan ‘lembut’ itu kembali dan seakan hadir tanpa adanya ‘pengingat’. Hari itu bagaikan diri ini tercebur dalam samudera yang penuh dengan ‘arti’ hidup yang sebenarnya.
Jika saya tidak memilih untuk tidak ada pada hari itu, dapat dipastikan cerita ini tidak akan pernah ada. Hari itu merupakan hari yang cerah seakan sesuai dengan makna yang sudah kudapat. Tepatnya pada hari selasa (19-08-2011), saya merasakan kebersamaan dengan ‘permata’ hidup yang selalu menghempas diriku dalam kebahagiaan. Di pagi hari, saya sudah membayangkan bagaimana hari itu saya lewati dengan beberapa aktivitas yang berbeda. Tak tahan rasanya untuk menjalani hari itu dengan penuh semangat.
Pada hari itu saya mengawali aktivitas saya dengan berkunjung ke beberapa pengelola taman kota di Kota Solo. Tujuan saya pergi kesana yaitu untuk menyelesaikan adminsitrasi penelitian. Selama perjalanan saya sudah dibuat kecewa oleh dua pengelola taman kota di Kota Solo, masalahnya yaitu beberapa pengelola taman kota di Kota Solo tidak melayani saya secara cepat. Dan akhirnya saya menunggu dengan sabar sambil bertanya tentang informasi taman kota yang akan saya amati.
Setelah selesai menyelesaikan administrasi penelitian, saya langsung bergegas untuk kembali ke kampus. Karena saya sudah tidak sabar untuk bertemu ‘teman baru’ saya. Akhirnya saya sampai di fakultas MIPA UNS, tiba waktunya saya bertemu ‘teman baru’ saya. Saya sangat ‘siap’ untuk memberikan inspirasi kepada ‘teman baru’ yang akan saya temui pada siang hari itu. Saya berjalan ke gedung B FMIPA UNS dan langsung naik ke lantai 4. Langkah demi langkah telah saya lewati. Sampai akhirnya saya sampai juga di Aula FMIPA UNS.
Tanpa saya prediksi, sayapun bertemu dengan ‘sahabat lama’ saya. ‘Sahabat lama’ saya ini begitu bersemangat saat bertemu saya. Tanpa pikir panjang, saya langsung berdiskusi dengan sahabat lama saya. Kami bercerita tentang masing-masing aktivitas yang sudah kita lakukan selama beberapa bulan yang lalu. Karena dengan beberapa aktivitas tersebut, kami sangat jarang bertemu untuk bercerita tentang perkembangan dari passion dan dream yang akan kita capai di usia muda.
Diskusi kami terasa lebih ‘hangat’ di saat kami melanjutkan diskusi kami dengan salah satu dosen ternama di UNS. Dosen tersebut menjadi pembicara dalam diskusi interaktif yang akan saya pandu pada siang hari itu. Diskusi interaktif pada siang hari itu bertema “Peduli Lingkungan dan Berjiwa Solutif dalam Kerangka Akhlak Terpuji”. Peserta dari diskusi tersebut yaitu mahasiswa baru FMIPA UNS. Ya benar sekali, ‘teman baru’ saya adalah mahasiswa baru FMIPA UNS.
Diskusi kami tetap berlanjut bersama dosen yang menjadi pembicara dalam diskusi interaktif bersama mahasiswa baru FMIPA UNS. Materi yang akan disampaikan kepada mahasiswa baru FMIPA UNS menjadi bahan pembicaraan diskusi kami. Tak lama setelah itu, panitia memanggil saya untuk memasuki ruang aula gedung B FMIPA UNS. Karena pada saat itu diskusi interaktif akan segera dimulai dan saya diminta untuk membuka dengan beberapa statement yang digunakan sebagai sarana brainstoarming kepada adik-adik mahasiswa baru.
Setelah saya berdiri di kursi sofa yang diberikan oleh panitia, saya benar-benar belum percaya jika saya sudah berada di depan ‘teman baru’ saya. Mahasiswa baru FMIPA UNS pada tahun ini jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya. Tapi hal tersebut tidak membuat saya nervous, justru menambah semangat saya untuk segera berkenalan dengan ‘teman baru’ saya. “Apa kabar teman-teman siang hari ini”? Seru saya di saat saya membuka diskusi interaktif pada siang hari itu. Merekapun menjawab, “tetap semangat, luar biasa”!Kemudian saya bertanya slogan Orientasi Mahasiswa Baru (OSMARU) FMIPA UNS 2011 dengan melantangkan kata OSMARU FMIPA UNS. Lalu, teman-teman mahasiswa baru FMIPA UNS menjawab, “membentuk generasi baru berakhlak terpuji, berjiwa solutif, dan peduli lingkungan menuju kampus madani”.
Saya mencoba membangkitkan motivasi teman-teman mahasiswa baru dengan menjelaskan tentang isu lingkungan yang terbaru. Dalam menyikapi permasalahan lingkungan, kita harus berfikir think globally, act locally. Maka dari itu kita dapat melihat permasalahan lingkungan yang ada di sekitar kita, sebagai contohnya yaitu minimnya peran serta masyarakat dalam merawat dan memberdayakan taman kota. Permasalahan ini sudah ada sejak taman kota di Kota Solo mulai dibangun dari wilayah satu ke wilayah lainnya. Pertanyaan singkat dari saya kepada ‘teman baru’ saya yaitu apa yang bisa kita lakukan sebagai akademisi yang dapat berperan untuk membantu masyarakat dalam memberdayakan taman kota?Ya itulah ringkasan dari brainstoarming diskusi interaktif yang saya sampaikan kepada ‘teman baru’ saya.
Saya sangat menikmati aktivitas menjadi pemandu diskusi dengan ‘teman baru’ saya. Karena memang saya suka dan cinta dengan aktivitas ini. Ketahuilah teman-teman, apapun yang kita kerjakan jika selalu dilandasi dengan love, pasti kamu akan menikmati aktivitas itu tanpa melihat kesulitan yang kamu hadapi. Di saat kamu sudah fallin in love dengan aktivitas tersebut, kamu tidak akan pernah menyerah untuk mencapai hasil terbaik (High Quality). Sekali lagi, dengan love kamu akan lebih mudah untuk mencapai mimpi besarmu, karena kamu akan selalu dihadapi dengan beberapa tantangan dan kamu berani untuk berkata, “saya pasti bisa” (positive thinking).
“I’m really-really get first impression”, ujar saya dalam hati di saat materi sudah disampaikan dan ‘teman baru’ saya akan bertanya. Awalnya saya bingung, ini beneran tidak ada yang bertanya. Namun, selang beberapa detik salah satu ‘teman baru’ saya mengacungkan tangannya. Merekapun tidak mau kalah, mungkin bisa dibilang siapa cepat dia dapat. Saya jadi bingung, siapa ya yang akan saya pilih? Ya, akhirnya saya memlih tiga ‘teman baru’ saya untuk mengajukan pertanyaan lebih dahulu. Awalnya saya berfikir mereka ini kan masih mahasiswa baru, namun mereka berani untuk just perform. “Sungguh berani”, lagi-lagi dalam benak hati saya berbicara. Beberapa ‘sahabat baru’ saya sudah mampu memaksimalkan dirinya untuk dapat bertanya dalam diskusi interaktif yang saya pandu. Ketahuilah bahwa mereka ingin membuktikan kepada teman yang lainnya bahwa dia ingin menjadi mahasiswa terbaik.
Diskusi tetap berlanjut sampai sesi pertanyaan yang keempat, dan lagi-lagi ‘teman baru’ saya yang belum mengajukan pertanyaan tidak pernah menyerah untuk dapat kesempatan bertanya kepada pembicara. “Kak, waktu sudah habis”, salah satu panitia memberikan kode kepada saya untuk menyelesaikan diskusi interaktif ini. Sedangkan ‘teman baru’ saya belum mendapatkan semua jawaban dari pertanyaan yang diajukan kepada pembicara.
Tak lupa saya menyampaikan motivation messages kepada ‘sahabat baru’ saya. Motivation message ini sangat berguna bagi ‘teman baru’ saya untuk selalu bersemangat untuk mengejar mimpi besarnya. Saya sangat bangga memiliki ‘teman baru’ saya yang sangat luar biasa dan mempunyai kapabilitas (daya saing) dalam membangun bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Kalimat pertama inilah yang saya sampaikan ke ‘teman baru’ saya, karena mereka akan merasa lebih ‘besar’ jika mereka sadar bahwa mereka adalah benar-benar generasi muda Indonesia yang ‘luar biasa’.
Dengan semangat ’45, motivation messages ini saya sampaikan kepada ‘teman baru’ saya, “Kalian adalah bibit-bibit unggul for Great Indonesia in 2030”. Terkait diskusi yang sudah kita bahas bersama yaitu generasi muda peduli lingkungan, saya mencoba mengajak ‘teman baru’ saya untuk merasa lebih peka terhadap kondisi lingkungan pada saat ini, “Bumi ini sudah semakin hancur dengan adanya keserakahan manusia, lalu apa yang bisa kau lakukan untuk memperbaiki bumi ini?” Yap, kalian perlu mengasah kemampuan kalian untuk menciptakan sebuah sistem atau teknologi yang akan menjadi solusi bagi masyarakat di berbagai belahan bumi.
Satu pesan terakhir dari saya kepada ‘teman baru’ saya yaitu Indonesia butuh kalian, saya tunggu 3-4 tahun ke depan, apa yang bisa kamu lakukan untuk Indonesia?Mereka menjawab, “Saya siap kak!Indonesia Bisa!”. Dengan berat hati, saya meninggalkan ruangan diskusi dan meninggalkan ‘teman baru’ saya. Semoga di hari esok saya dapat bertemu dengan ‘teman baru’ saya lagi, di forum atau event yang jauh ‘luar biasa’.
Di luar ruangan diskusi saya bertemu lagi dengan ‘sahabat lama’ saya. Diskusi kami yang tadi sempat tertunda, akhirnya berlanjut kembali. Kami menceritakan kegiatan yang akan kita lakukan dalam beberapa bulan ke depan. Diskusi kami berhenti setelah teman-teman panitia mengajak kami untuk mengikuti kegiatan penanaman tumbuhan di wilayah FMIPA UNS bersama ‘teman baru’ saya.
Saya mempunyai kebiasaan ‘baik’ yaitu mudah bergaul dengan siapa saja dan gemar mempunyai banyak teman. Saya tidak pernah memilih teman. Saya mempunyai teman yang kaya, miskin, pintar, bodoh, berbeda agama, berbeda suku dan sebagainya. Saya selalu senang di saat saya sudah memiliki teman ‘baru’. Ketahuilah teman bahwasannya jika kita mempunyai banyak teman, maka kita akan memperoleh manfaat yang sangat besar dalam berbagai hal. So, make a lot a friends from now!.
Sungguh sempurna hari itu, saya sangat bersemangat untuk menceritakannya lebih dalam. Setelah saya ikut berpartisipasi dalam kegiatan penanaman tumbuhan di wilayah FMIPA UNS bersama ‘teman baru’ saya, kemudian sore hari itu juga saya bertemu dengan my truth family. Perlu teman-teman ketahui, my truth family disini adalah rekan-rekan satu angkatan saya di Jurusan Biologi FMIPA UNS. Kami bertemu bersama dalam rangka buka puasa bersama dan membicarakan agenda wisuda teman-teman yang akan wisuda pada awal bulan September, teman saya yang akan menikah, dan rencana untuk berlibur bersama.
Teman sejati adalah keluarga kita. Hal tersebut menjadi prinsip dari hidup saya. Saya memang benar-benar merasakan kehangatan bersama mereka. Semua kebaikan dari merkea saya rasakan begitu tulus. Makna teman sejati yang sesungguhnya yaitu teman akan selalu bersama kita di saat kita senang ataupun susah . Hal seperti inilah yang jarang kita temui di sekitar kita, apalagi di Kota Besar. Menurut pengalaman saya, teman sejati itu tidak akan kita temui setiap hari, akan tetapi teman sejati akan kita temui di saat kita sudah mengenalnya lebih dalam dan kita dapat saling mengerti satu sama lain, terutama kekurangan yang kita miliki. Karena teman sejati tidak pernah melihat kekurangan atau kelemahan yang kita miliki.
Ya, benar sekali. Saya merasa ‘hangat’ dalam canda tawa dan terbuang lepas semua ‘sampah jiwa’ bersama ombak riang. My truth family hanya saya temukan disini. Mereka selalu ada di hati saya. Sungguh ‘lepas’ hati ini mencurahkan kesenangan dan kesedihan bersama dengan My truth family. My truth family selalu memotivasi saya, khususnya dalam cita-cita yang akan saya capai di usia muda. Kesuksesan saya ini tidak akan berarti jika tidak ada kalian, My truth family. I’m aproud with you guys, bravo!
Seketika saya hilang kendali dan mulai membayangkan, jika hari itu saya kehilangan beberapa moment untuk bertemu teman baru, sahabat lama dan my truth family. Apa yang akan saya dapat pada hari itu? Saya katakan ini adalah sebuah prestasi! Prestasi bukan hanya berbentuk dalam bentuk piala, uang pembinaaan, piagam atau sertifikat, dan lain-lain. Melainkan sebuah nilai kebersamaan dan kekeluargaan. Think less, Feel More, kata-kata inilah yang perlu kita pahami bersama. Janganlah kita merasa bangga akan prestasi individu yang kita peroleh, namun sebuah kebersamaan bersama teman adalah sebuah prestasi yang jauh ‘luar biasa’ yang tidak selalu kita peroleh dalam kehidupan kita sehari-hari.
Sessario Bayu Mangkara
YOT-Campus Ambassador Universitas Sebelas Maret
@cesarbayu
No related posts.


