Balancing Life
September 19, 2011, by YOTCA. read: 1,436
by Tiarni Putri Fau – YOT CA Universitas Padjadjaran – Artikel September 2011
Just as your car runs more smoothly and requires less energy to go faster and farther when the wheels are in perfect alignment, you perform better when your thoughts, feelings, emotions, goals, and values are in balance – Brian Tracy
Zaman sekarang kompetisi antar mahasiswa sangat tinggi. Yang berhenti belajar dan tidak mau berusaha pasti akan tertinggal dengan sendirinya. Namun, yang saya lihat di kenyataan, banyak sekali teman-teman saya sesama mahasiswa justru tidak memperhatikan kualitas hidupnya. Maksud saya begini, manusia adalah makhluk sosial dimana kita punya banyak peran di masyarakat. Di keluarga kita sebagai anak atau kakak atau adek, di kuliah kita sebagai mahasiswa, di organisasi kita adalah anggota organisasi yang mesti tunduk pada peraturan organisasi, di kehidupan sosial kita adalah teman atau sahabat buat orang lain, dan peran-peran lain yang kita ambil. Di dalam kehidupan kita secara individupun (menurut pendapat saya pribadi) ada 3 aspek penting yaitu : aspek sosial, aspek religi, dan aspek personal. Aspek sosial ini bisa saya jabarkan dengan peran-peran kita di lingkungan kita hidup sebagai mahasiswa, anak, teman, dll. Aspek religi adalah hubungan antara kita dengan Tuhan, dan aspek personal melingkupi kesehatan jiwa dan raga. Terkadang, ketika kita fokus pada salah satu aspek dalam hidup kita, kita cenderung tidak memperhatikan aspek lain dalam hidup kita.
Contoh : Ketika saya menjadi salah satu pemegang jabatan strategis dalam organisasi dan mengambil 24 SKS di kuliah, saya memiliki jadwal yang sangat padat. Sering dalam sehari penuh kegiatan saya di isi dengan rapat, kuliah dan rapat. Karena saya pada saat itu benar-benar ingin total dalam peran saya di organisasi dan kuliah (saya tidak ingin IPK saya turun karena organisasi) saya jadi lupa untuk menjaga hubungan dengan teman-teman kuliah saya. Saya juga jarang pulang ke Jakarta untuk kumpul bersama keluarga karena setiap ada waktu kosong saya lebih memilih untuk berorganisasi atau belajar untuk kuliah. Apa akibatnya? Saya menjadi ketinggalan banyak peristiwa penting di keluarga saya dan teman-teman saya. Saya merasa seperti robot karena terus bekerja dan belajar namun tidak bersosialisasi. Saya juga menjadi sering sakit karena jadwal makan dan tidur yang berantakan. Saya menjadi mudah stress.
Karena saya tidak ingin hidup seperti ini terus-menerus, saya berusaha menyeimbangkan hidup saya. Saya mengusahakan untuk bisa kumpul bersama keluarga setidaknya sebulan sekali dan tetap menjaga komunikasi dengan keluarga setiap hari via telepon. Saya terus mengusahakan untuk sarapan, minum vitamin dan berolahraga setidaknya seminggu dua kali untuk menjaga kondisi badan saya tetap fit. Saya tetap pergi ke gereja (karena agama saya Kristen Protestan) setiap hari minggu dan saat teduh setiap pagi. Pada awalnya saya menemukan kesulitan untuk berkumpul bersama teman-teman dekat di kuliah saya tapi akhirnya setelah saya jelaskan semuanya mereka bisa mengerti dan masih mau berbagi cerita dengan saya. Dan apa yang saya dapatkan? Pekerjaan dan kuliah saya tetap berjalan dengan lancar bahkan saya merasa lebih bahagia karena saya merasa di dukung dan di kelilingi orang-orang yang peduli sama saya dan selalu merasa bahwa mereka ada. Saya pun juga berusaha untuk tetap ada buat mereka saat mereka membutuhkan saya.
Saya masih merasa beruntung karena saya masih sehat dan tidak jatuh sakit yang berdampak jangka panjang. Teman kuliah saya ada yang sampai masuk rumah sakit dan sekarang harus cuti kuliah karena penyakitnya yang tambah parah. Kita tidak ingin kejadian seperti itu terjadi pada hidup kita kan?
Dari pengalaman itulah saya menjadi sadar bahwa fokus pada pekerjaan itu baik namun HIDUP YANG SEIMBANG JAUH LEBIH BAIK.
Hidup yang seimbang tidak akan tercipta dengan sendirinya. Semua tergantung sama kamu. Kualitas kehidupan seperti apa yang kamu inginkan dan kamu jalani. Semua itu kamu yang buat dan kamu yang mengusahakan. Kamu tidak bisa menunggu orang lain untuk menegur kamu dan meminta bantuan orang lain untuk membuat hidup kamu lebih seimbang.
so, create and enjoy your balanced life because we all need balance in our lives
“I believe that being successful means having a balance of success stories across the many areas of your life. You can’t truly be considered successful in your business life if your home life is in shambles” – Zig Ziglar
Related posts:
- What is your biggest mistake in life?
- Life is ….
- Life is A Choice: About Passion
- “How Starbucks Saved My Life” – Michael Gates Gill




