Because the gold will never stop shining
August 14, 2011, by YOTCA. read: 627
by: Atika Putri Astrini – Universitas Padjadjaran
Jangan pernah merasa kecewa ketika sesuatu hal itu tidak tercapai dan membuatmu berhenti untuk terus melakukan hal yang baik, biarkan hal itu berlabuh setinggi mimpi-mimpi terindahmu. Bulatkan tekadmu, fokuskan niatmu menuju pencapaian akhirmu.
Saya mungkin saja menjadi salah satu orang yang setuju dengan sebuah pencapaian akhir, that’s the last destination, that’s the place where everyone wanna go, maybe it’s look like a beach, heaven. hmmm, tapi itu hanya sebuah nama tempat yang kata orang bagus. Pencapaian akhir bukanlah hanya sekedar nama tempat yang katanya indah dan bagus, tapi juga membuat kita sangat ingin merasakan sebuah kebahagiaan dan manfaat yang belum pernah dirasakan ketika sampai disana.
Saya akan membagi sepenggal perjalanan dari sebuah pengalaman seseorang, dimulai ketika ia merasa semua usaha yang dikeluarkannya terbalas dengan hal-hal yang malah membuatnya merasa usahanya sia-sia, ia merasa seharusnya dengan usaha yang lebih ia pantas untuk mendapatkan semua jalan yang sesuai dengan keinginannya pada waktu yang ia targetkan. Ia melamar sebuah tempat pekerjaan idamannya yang ternyata usahanya yang maksimal pun tidak dapat membawanya masuk kesana.
Dimana pada satu titik akhirnya ia menemukan dua pilihan, ia akan berhenti berusaha, hanya menunggu keajaiban datang dan memaksa menikmati semua yang bukan keinginannya bahkan menjadi pengangguran atau ia akan terus melakukan usahanya secara optimal. Yap, dengan semangatnya yang mulai pudar, ternyata ia memilih tetap melakukan usahanya dengan optimal meskipun dengan beberapa keraguan.
Dalam sebuah perjalanan berikutnya keyakinan itu mulai datang, ia mengingat kisah sebuah emas yang di lempar ke saluran air, namun tetap dicari oleh orang banyak. Dan ya ia benar-benar mendapatkan tantangan untuk membuktikannya dalam kehidupan, ia menganalogikan ia adalah sebuah emas dan tempat dimana ia akan bekerja nanti sekalipun seperti saluran air, dan ia pun akan membuktikan bahwa setelahnya ia akan tetap bermanfaat bagi orang banyak.
Beberapa bulan kemudian, akhirnya ia resmi diterima disebuah perusahaan kecil yang justru ia merasa tidak pernah pantas disana, tapi sekarang ia mempunyai keyakinan yang baru dan akan membuktikan analoginya itu. Ia terus berusaha sepenuh hati layaknya bekerja di perusahaan idamannya dulu. Singkat waktu, ia langsung menempati bagian top level di perusahaan tersebut. Kepuasan inilah yang ia impikan, yang ingin ia rasakan di pencapaian akhirnya.
Pencapaian akhir yang ia targetkan telah terpenuhi, ternyata pencapaian akhir benar-benar bukanlah hanya semata-mata sebuah tempat, tempat boleh jadi hanya akan menjadi wadah untuk menjawab sebuah pertanyaan “dimana kita berada” tapi tempat ga akan bisa menjawab “seperti apakah kita sebenernya”.
Jika kamu adalah emas, jangan pernah khawatir dimana tempat kamu akan dijual
… because the gold will never stop shining.
It will show us the truth.
Emas juga mempunyai nilai manfaat yang lebih besar jika kita membagi dengan orang lain yang membutuhkannya dibandingkan hanya kita simpan sendiri. That’s why, saya membagi cerita ini yang semoga dapat membagi banyak manfaat bagi banyak orang. J
With all my heart,
Atika Putri Astrini
YOT CA UNPAD
NB: diambil dari kisah nyata sebuah pengalaman
No related posts.


