billy boen

Being Apathetic Is So Last Year

September 10, 2011, by YOTCA. read: 406

Khoirunnisa – YOT CA Universitas Padjadjaran – September 2011

Waktu semasa sekolah dulu, saya adalah anak kuper yang apatis. Jiwa nasionalis saya hanya sebatas upacara bendera di sekolah setiap hari Senin pagi. Teman-teman saya pun kurang lebih sama seperti saya. Ketika saya mulai kuliah, saya mengenal Indonesian Youth Conference atau lebih dikenal dengan IYC. Saat itu saya excited dengan IYC. Salah satu impian saya sewaktu kecil adaah mengikuti sebuah konferensi. Bertemu banyak orang baru dan berdiskusi terdengar sangat menarik di telinga saya. Sejak tahu ada IYC, saya mulai mencari tahu info-info mengenai IYC. Saking semangatnya, setiap saya buka browser, otomatis saya membuka website IYC. Website IYC sampai saya buat bookmark pada browser saya. Saya rajin baca timeline twitter IYC. Tidak berhenti disitu saya juga rajin mempromosikan IYC ke teman-teman kampus saya. Saya cerita tentang ketertarikan saya pada IYC. Tidak ada yang terlalu menanggapi saya saat itu. Sampai suatu hari ada seorang teman yang komentar: “Ah si Icha mah sok nasionalis.”

Sampai sekarang saya masih gak ngerti apa maksud komentar dia itu. Mungkin dia menilai saya sok nasionalis karena ada kata Indonesia dalam Indonesian Youth Conference. Lalu, memangnya salah kalau saya bersifat nasionalis? Terhadap negara tempat tumpah darah saya? Sebegitu putus asanyakah dia terhadap Indonesia sampai harus menyebut saya sok nasionalis? Saya jadi berpikir, mungkin ini yang menyebabkan Indonesia belum bisa semaju negara-negara lain. Karena, rakyatnya sendiri pun gak yakin sama Indonesia, terutama para pemudanya.

Padahal sudah banyak orang yang bilang kalo pemuda adalah aset negara yang paling berharga karena para pemuda itu idealismenya masih kuat, pikirannya masih fresh. Banyak ide-ide cemerlang dapat tercipta dari para pemuda. Kalau para pemudanya saja sudah hopeless terhadap Indonesia, bagaimana dengan rakyat yang lain?!

Memang, saya tidak bisa begitu saja menggeneralisasikan, pemuda Indonesia itu apatis karena ternyata masih ada beberapa yang menaruh harapannya pada Indonesia agar Indonesia bisa maju seperti negara-negara lain. Walaupun jumlah yang apatis masih lebih banyak daripada yang tidak. Tetapi, setahu saya saat ini sudah banyak organisasi-organisasi yang bergerak dalam bidang kepemudaan. Tujuannya, hampir sama, yaiu menyalurkan aspirasi pemuda, memperdayakan para pemuda Indonesia, menggerakan para pemuda Indonesia untuk membuat perubahan bagi Indonesia.

Jadi menurut saya, gak ada lagi alasan kita, para pemuda untuk mengacuhkan Indonesia, tanah air kita sendiri. Seberapapun bobroknya Indonesia, kita seharusnya makin termotivasi untuk memberikan perubahan ke arah yang lebih baik. Kita juga harus bisa memotivasi teman-teman yang lain untuk berhenti bersikap apatis dan mulai bergerak untuk perubahan Indonesia yang lebih baik.

So, being apathetic is so last year, guys! :)

No related posts.

Leave a Reply