belajar tidak sombong dengan belajar
December 23, 2011, by YOTCA. read: 1,429
Stefanus Wibawa- YOT CA Universitas Trisakti
Inspiring article bulan desember
Kamu sempat gak merasa paling pintar di pergaulanmu? Merasa paling berkualitas di lingkunganmu? Merasa tidak punya halangan di dalam keseharian yang kamu jalani? Merasa hebat di suatu bidang? Atau unggul dalam suatu hal apapun itu walau hal kecil?
Bagaimana rasanya? Menyenangkan yah? Ketika ada orang yang menghampirimu dan meminta pendapatmu, menuruti apa kata-katamu. Yes! saya tidak bilang “banyak orang yang menghampirimu”, tapi “ada orang yang menghampirimu”. Kenapa? Kita akan membahas tentang belajar disini.
Hal yang mengejutkan selanjutnya adalah ketika kita mengetahuai bahwa banyak orang di luar sana yang lebih baik dari pada kita, sampai –sampai ada perasaan kita menjadi seperti sangat kecil di bandingkan dengan mereka.
Terkadangpun terbesit dalam pikiran bahwa “masih untung gua punya pengetahuan/skill disini, kalau nggak jomplang banget deh”. Sobat, itu semua terjadi hanya karena sebuah sifat sepele, yang di sebut sombong. Kamu tau kalau ada pepatah mengatakan masih ada langit diatas langit. Masih ada bintang diatas bintang. So, terus lah belajar, perdalam ilmu yagn kamu punya terus menerus, jangan pernah ada rasa puas. Malah sekarang, saya lebih merasa bangga jika saya mengatakan “masih terus belajar” atau “sedang belajar”. Karena banyak sekali orang diluar sana yang mau membagikan ilmunya kepada saya, dan kepada kamu juga tentunya.
Ada sebuah cerita tentang seorang bijak yang tinggal di sebuah rumah mungil, karena kebijakannya seringa ada orang yang datang untuk meminta sarang kepada orang bijak ini. Seuatu hari ada pemuda yang ingin berkunjung ke rumah orang bijak tersebut. Tetapi betapa terkejutnya pemuda itu yang melihat orang bijak itu sedang menyikat lantai rumahnya sendiri yang tiadak terlihat ada kotoran atau masih dalam kondisi bersih.
Pemuda itu bertanya,
“apa yang kau lakukan hai orang bijak?”
“beru saja ada beberapa orang kaya kemari dan meminta sarana dariku, hanya karena mereka terlihat memamerkan kekayaannya aku pun merasa tidak mau kalah dan membuat mereka tidak berkutik karena kebijakan ku.” Kata orang sombong sembari terus menyikat lantainya.
“ lalu kenapa kau menyikat lantai mu yang bersih itu?” tanya pemuda itu
“sepertinya aku menjadi najis karena kesombonganku sendiri, seakan-akan aku paling bijak di dunia ini”
@stefanuswibawa
Related posts:
- Jangan Pernah Berhenti Belajar!
- Jalani hidup dengan senyum
- raih suksesmu dengan SENYUMAN
- Belajar menerima
- Making Social Action Kenapa tidak?


