billy boen

Belajar Dari Ikan Salmon

January 16, 2012, by YOTCA. read: 1,302

Hidup sesungguhnya adalah potongan-potongan antara perpindahan satu dengan yang lainnya. Kita hidup di antaranya. (Raditya Dika, Manusia Setengah Salmon)

Khoirunnisa – Universitas Padjadjaran – Januari

Beberapa hari yang lalu saya baru saja selesai membaca buku terbarunya Raditya Dika yang berjudul Manusia Setengah Salmon. Secara garis besar, buku tersebut menceritakan bagaimana seorang Raditya Dika menghadapi perpindahan-perpindahan yang dialaminya selama hidupnya, dari mulai perpindahan rumah sampai perpindahan hati.

Setiap manusia pasti mengalami perpindahan dalam hidupnya, entah itu yang dapat disadari, seperti pindah rumah atau pindah sekolah atau bisa juga yang sama sekali tidak kita sadari seperti pindah hati, pindah hubungan. Dan memang seperti itulah hakikat kehidupan.

Untuk dapat berkembang, siap atau tidak siap, seorang manusia itu harus berpindah setiap waktunya. Untuk dapat berpindah dari satu fase kehidupan ke fase berikutnya itu dibutuhkan keberanian yang besar. Kenapa? Karena biasanya manusia akan merasa takut untuk melakukan perpindahan. Jika kita pindah, maka kita harus kembali beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan gak semua orang menyukai proses adaptasi, serta dapat dengan mudah beradaptasi. Maka dari itu biasanya orang-orang yang seperti itu tidak menyukai atau menghindari perpindahan. Orang-orang seperti itu biasanya sudah merasa nyaman dengan lingkungannya sehingga mereka takut untuk pindah dan kembali beradaptasi dengan lingkungan baru, yang belum tentu dapat membuat mereka nyaman seperti di tempat yang lama. Padahal kenyaman itulah yang akan membuat mereka terbelakang dan tidak berkembang.

There’s no growth in comfort zone and there’s no comfort in growth zone. We must leave comfort zone to growth – Muhammad Assad (Notes From Qatar, 2011)

Dalam bukunya juga Raditya Dika membicarakan tentang perpindahan yang identik dengan ikan salmon. Setiap tahunnya ikan salmon akan berpindah, melawan arus, berenang beratus-ratus kilometer jauhnya hanya untuk bertelur. Tentu saja perjalanan ini tidak mudah. Ditengah perjalanan pasti banyak ikan yang mati karena kelelahan, tetapi ikan-ikan salmon itu tetap berenang, tetap pindah, apa pun yang terjadi.

Nah, seharusnya kita bisa belajar dari ikan salmon ini. Kita harus berani pindah, apa pun yang terjadi. Kita harus berani melakukan sesuatu yang baru jika ingin berkembang.

Jika kita menginginkan suatu pencapaian yang lebih dalam hidup kita, pasti harus ada yang dikorbankan dan salah satunya adalah kenyamanan yang kita rasakan saat itu. Kita harus melakukan suatu perpindahan. Kita harus seperti ikan salmon yang tidak takut pindah dan berani berjuang untuk mewujudkan harapannya, sesuatu yang diinginkannya.

Gue jadi berpikir, ternyata untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, gue gak perlu menjadi manusia super. Gue hanya perlu menjadi manusia setengah salmon: berani pindah. (Raditya Dika)

Related posts:

  1. take the risk!! :D
  2. Dari Film Saya Belajar Kritik
  3. Mencoba Belajar Dari John Lennon
  4. Belajar Dari Kesalahan? Kuno!
  5. belajar tidak sombong dengan belajar

Leave a Reply