berani bermimpi besar yuk!
January 17, 2012, by YOTCA. read: 1,387
Artikel bulan Januari – Dwiardi Vergiawan – YOT CA Bakrie Univ.
Deep within each heart
There lies a magic spark
That lights the fire of our imagination
And since the dawn of man
The strength of just “I can”
Has brought together people of all nations
Potongan lirik lagu “The Power Of Dream” dari penyanyi dunia Celine Dion mengawali pagi saya di hari minggu yang gerimis. Somehow, saya suka sekali dengan potongan lirik lagu ini. potongan lirik lagu ini juga yang menghantarkan jari-jari saya menari diatas keyboard untuk menulis artikel. Tentang sesuatu yang seharusnya semua orang punya, tetapi tidak semua orang berani untuk punya, ya MIMPI BESAR!
Kenapa mimpi harus besar? Karena mimpilah yang menjaga kita terus hidup. Seberapa fullest kita hidup tergantung seberapa besar mimpi kita.
Bukannya bermimpi itu mudah ya? Mimpi berawal dari imajinasi kan?!
Menurut saya pemimpi besar itu bisa memulai bermimpi karena concern akan suatu hal, concern dia akan status quo, imajinasi dia akan kehidupan yang lebih baik. Kemudian jika dia sudah memiliki mimpi yang spesifik untuk merubah status quo itu, naiklah ke satu stage, yang biasa kita sebut VISI.
“The most pathetic person is someone who has sight but no vision” ~Hellen Keller (blind deaf, best-seller-book author)
Visi itu bisa kita bilang adalah seni untuk “melihat kedepan”. Tidak semua orang visioner, tetapi semua orang bisa BERMIMPI terlebih dahulu! Melalui tulisan ini saya meng-encourage teman-teman pembaca untuk bisa bermimpi besar!
Coba kalau Ir. Soekarno tidak memiliki mimpi besar akan independency bagi Indonesia, is that true kita bisa menikmati kemerdekaan seperti sekarang?
Bayangkan jika gadis kecil yang hidup di keluarga sangat miskin, korban pemerkosaan, dan hamil diusia 14 tahun tidak punya mimpi besar, mungkin dia tidak akan pernah menjadi OPRAH WINFREY, entertainer terkaya di dunia versi majalah Forbes 2010.
Coba kalau gadis kecil bersuara indah dan memiliki kemampuan memainkan gitar, patah semangat ketika ditolak banyak dapur rekaman diumur 12 tahun, berhenti bermimpi besar dan tidak berusaha lebih keras lagi. Mungkin dia tidak akan pernah jadi TAYLOR SWIFT, penyanyi muda yang diidolakan banyak orang di dunia.
Kadang saya heran dengan teman-teman yang tidak berani untuk punya mimpi besar dalam hidupnya. Mengalir seperti air! (padahal kita tahu air itu selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah) bisa jadi kan itu perumpaan bagi orang yang “mengalir seperti air!” Mau jadi orang seperti apa kita tergantung dari mimpi kita sekarang! Kalau punya mimpi besar, sewajarnya kita punya tindakan yang ekstra juga untuk pursue that dream.
God (or, if you don’t believe in one, The Universe) always gives us a handful of surprises. Dia selalu bisa menyenangkan kita dengan caraNYA, Believer! Kalian yang bermimpi besar, percaya, dan fight for it.
So guys, what’s your biggest dream?
Related posts:
- MIMPI BESAR? SIAPA TAKUT?
- BERANI?
- BERANI?
- saya adalah seorang pemimpi
- Berani Mengambil dan Memanfaatkan Kesempatan



Please let me know if you’re looking for a writer for your weblog. You have some really good articles and I think I would be a good asset. If you ever want to take some of the load off, I’d really like to write some articles for your blog in exchange for a link back to mine. Please blast me an email if interested. Kudos!