berani untuk mengucap ‘TIDAK’
October 12, 2011, by YOTCA. read: 1,392
Christmastuti Destriyani – CA Universitas Brawijaya – Inspiring Article Oktober
Dalam artikel ini saya akan membahas tentang kata ‘TIDAK’. Satu kata yang sederhana namun memiliki banyak makna jika kita mau memahaminya. Semoga pemahaman saya dalam artikel ini dapat diterima dan bermanfaat. Selamat membaca! J
Ada dua jenis dari sekian banyak ketakutan yang dialami manusia. Sebagai manusia, kadang kita takut untuk memberikan kata ‘TIDAK’. Dan disisi yang lain, kadang kita juga takut untuk menerima kata tersebut. hukum ‘TERIMA dan KASIH’ yang saya tulis pada artikel pertama saya juga berlaku untuk satu kata ini. hukun itu akan tetap berlaku selama kita hidup. apakah mau berhenti hidup dengan ketakuatan akan kata ‘TIDAK’? yang harus kita lakukan adalah memaknai kata tersebut lebih mendalam lagi.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ‘TIDAK’ adalah sebuah partikel untuk menyatakan pengingkaran, penolakan, penyangkalan dsb; tiada. Dengan arti yang sah menurut kaidah Bahasa Indonesia, maka kata ‘TIDAK’ memang sangat identik dengan segala sesuatu yang negatif.
Suatu sore saya pernah terlibat dalam sebuah diskusi ringan dengan dua kawan baik saya di kampus. Sore itu kami membicarakan tentang kata ‘YA’ dan ‘TIDAK’. Berdasarkan pengalaman hidup mereka, kadang mereka mengucapkan ‘YA’ untuk hal yang tidak benar-benar akan mereka lakukan. Misalnya, mereka mengiyakan untuk ikut pergi ke suatu acara. Tapi pada hari H, mereka membatalkannya.
Beberapa dari kita mungkin dengan sengaja atau tidak melakukan hal tersebut. Mengatakan ‘YA’ untuk hal yang seharusnya dikatakan ‘TIDAK’. Mungkin kita melakukan hal ini karena tidak ingin membuat orang lain kecewa. Namun, dibalik ketakutan akan kekecewaan itu justru membuat orang lain atau bahkan diri kita sendiri menjadi lebih kecewa.
Namun kata ‘TIDAK’ memiliki kekuatan lain selain menimbulkan rasa kecewa. Mentor saya, Wily Ariwiguna, pernah berkata bahwa kata ‘TIDAK’ adalah ‘YA’ untuk yang lain. Hanya saja kita terlalu kalut dan takut untuk menerimanya.
Kadang kita terlalu berfokus pada ketakutan-ketakutan yang timbul dari kata ‘TIDAK’ dan melupakan tujuan dari kata itu terucap. Sehingga kita lebih memilih mengucapkan ‘YA’ dengan setengah hati bahkan tidak sepenuh hati. Padahal dengan seperti itu kita malah membuat suatu masalah baru.
‘TIDAK’ belum tentu negatif. ‘TIDAK’ belum tentu menyakitkan. Fokus pada tujuan dan membuka diri, hati dan pikiran lebih luas, maka ‘TIDAK’ akan menunjukan sisinya yang baik. Keep positive thinking guys.
Salam Bahagia
christ
Related posts:
- Berani Berkata “TIDAK”!
- Apakah kamu berani untuk sukses ??!
- Berani Mengambil dan Memanfaatkan Kesempatan
- Prioritas Untuk Maju
- Ternyata Tidak Semua Orang Bisa Dimintai Rekomendasi atau Membuat Perkiraan



I have recently started a web site, the information you offer on this website has helped me tremendously. Thank you for all of your time & work.