Bergalau Ria…
October 17, 2011, by YOTCA. read: 1,385
Halo..nama saya Risca Andalina, YOT CA dari UPH.
Zaman sekarang istilah galau nggak tau kenapa jadi trend banget. Saya sendiri agak penasaran dengan siapa pencetus kata-kata itu. Tapi kalau disuruh deskripsiin bagaimana rasanya galau, saya bisa menjelaskannya dalam kata-kata. Rasanya adalah berantakan, nggak jelas, sedih dan bikin resah. Karena ada saat dimana harapan memang tidak sesuai dengan kenyataan.
Mungkin artikel dengan tema ini sudah banyak yang menulis. Tapi apa salahnya saya coba berpendapat mengenai topik yang sudah menjadi topik sejuta umat ini. (hehe).
Istilah galau tuh pasti banyak yang rasain, terutama bagi mereka yang mempunyai kepribadian melankolis. Saya rasa, muncul istilah galau ketika si manusia memikirkan suatu fenomena terlalu berlebihan. Misalnya mikirin kenapa kisah cintanya tidak berjalan mulus seperti yang dibayangkan, atau kenapa kehidupan karier nya tidak sesuai dengan apa yang diimpikan selama ini. Rasanya menjadi sebel, marah dan kecewa bercampur sedih ketika menghadapi situasi atau kegagalan yang memang tidak sesuai dengan yang diprediksikan.
Pikiran negative pun berdominasi di dalam pikiran yang galau, namun alangkah baiknya sebagai manusia yang sedang menuju kedewasaan juga mengdengarkan apapun pikiran positive yang katakan. Banyak orang-orang bijak mengatakan bahwa ‘Sebagai manusia akan selalu mendapatkan apa yang dibutuhkan, bukan apa yang diinginkan’. Jadi situasi yang seenggak enak apapun saat ini nampaknya memang situasi yang terbaik yang harus ditaklukan, meskipun memang bukan yang diinginkan.
Jadi bagi semua galauers, saya cuman mau bagi tips kalau sedang galau tentang sesuatu hal, jangan berkumpul dengan orang yang galau juga. Karena semuanya akan menjadi bencana. Akan lebih baik berkumpul dengan teman yang sedang mempunyai pemikiran sehat dan positive sehingga mampu memberikan pandangan yang luas disaat dunia terasa sempit dan sesak. Lalu setelah itu ingat kembali motivasi atau inspirasi yang mampu membuat kita bangkit dan berusaha lagi.
Perasaan itu pilihan. Begitu juga untuk bangkit dari keterpurukan. Tidak usah merasa yang paling terpuruk. Kalau berdasarkan buku Rich Dad, Poor Dad; jangan mau dipermainkan hidup, tapi kita harus mampu melawannya balik dan menaklukkannya, karena begitulah hidup berusaha memberikan pelajaran mengenai nilai-nilai tertentu kepada manusia. Sedangkan kalau kata Ahmad Dhani: Hidup adalah perjuangan. Jadi tancap gas terusssss. Kalau jatuh, bangun lagi, jatuh, bangun, jatuh, bangun lagi. Angin puyuh, kebakaran,atau tsunami menghadang, masa bodo amat, pokoknya hajar terussss. Karena kita harus menghidupkan hidup kita untuk tahu akhir dari cerita yang telah kita lukis dan bayangkan.
The goal is we have to see the ending of journey, because what we’ve been through right now is still in the process to the ending of the journey. So, keep fighting. Jangan karena lagi galau, malah pengen hidup berakhir. Justru sebalikanya. Harus tetap bangun saat jatuh, keep fighting, lalu perhatikan apa yang akan terjadi di akhir cerita. Pasti semuanya sesuai dengan apa yang kita harapkan, bahkan mungkin lebih baik. Good Luck for your life, kawan. Wish me luck
No related posts.



haha.. bener banget tuh.. sekarang lagi musim galau.. galau dimana-mana. di seantero jagat dunia maya-jejaring sosial.. kadang suka lucu klo ngeliat temen2 pada pasang status tentang galau.. Omaigat, kehidupan nyata mereka dibawa-bawa ke dalam kehidupan maya. entahlah, setiap orang punya alasannya masing-masing. tapi bagi saya pribadi, kehidupan pribadi saya sepertinya tidak etis klo harus diumbar-umbar ke publik. kesannya saya perlu dikasihani oleh orang lain.
artikel yang menarik..