Book Review Assignment
December 12, 2011, by YOTCA. read: 1,273
Lisa Vinatalia-YOTCA UPH
Sangat unik apa yang dikatakan oleh T. Harv Eker sendiri bahwa jangan mempercayai apapun yang ia katakan karena apa yang ia katakan berasal dari sudut pandang pengalaman ia eseorang diri. Tetapi walaupun demikian nilai-nilai yang ia katakan tersebut sudah mencetak ribuan murid-muridnya menjadi orang-orang sukses.
T. Harv Eker pun menjelaskan perbedaan pemikiran antara orang sukses, menengah, dan menegah kebawah yang akan saya jelaskan di review ini. Ia pun mengatakan bahwa “bila anda mau naik ke level yang lebih tinggi anda harus melepaskan cara berpikir anda yang kuno dan mengadopsi pemikiran baru yang relevant, bukan orang skeptis yang tidak mau menerima perubahan.
Bagian Satu
Perencanaan Keuangan Anda
Siapakah kita? Bagaimana kebiasaan dan sifat kita? Apa yang membuktikan bahwa kita berhak untuk menjadi kaya? Bagaimana cara kita menghadapi rasa takut, khawatir, ketidak nyamanan, dalam pekerjaan? Bisakah kita perform dengan baik ketika mood kita sedang tidak bagus?
Pernahkah kita mendengar kata easy come easy go? Pernahkah kita melihat orang yang pernah memiliki banyak uang tetapi ludes begitu saja atau ketika memulai sempat sukses tetapi seiring berjalannya waktu malah terjadi sebaliknya? Bila dilihat dari sudut pandang luar, bisa saja kita berasumsi ini suatu kesialan. Tetapi coba lihat dari internalnya, apakah kita mempunyai kapasitas internal yang memadai untuk me manage dan meng create uang yang kita pegang? Contohnya nyatanya adalah: hampir setiap orang yang menang lottere biasanya akan kembali ke posisi keuangan mereka sebelumnya. Berbeda dengan seorang millionaire, beberapa orang seperti ini mungkin akan salah menggunakan/menginvestasikan uangnya, tetapi ada satu komposisi terpenting yang tidak hilang dalam diri mereka, yaitu ide/inovasi yang ada dalam mereka. Donald Trump salah satu contohnya, ia kehilangan jutaan dolar tetapi menghasilkan miliaran dolar.
Tolak ukur Donald Trump adalah miliar ($), sedangkan kebanyakan orang mempunyai tolak ukur ribuan ($), ratusan ($), bahkan kurang dari 0 ($). Pada kenyataannya 80% orang tidak mencapai potensi dan mereka tidak sadar terjebak dalam situasi seperti demikian, mereka tidak memperhatikan internal (yang tidak bisa dilihat dengan mata) tetapi terlalu fokus pada eksternal ( yang bisa dilihat dengan mata).
Kita sebagai manusia hidup dalam 4 dimensi yang berbeda, yaitu dimensi fisik, mental, emosional, dan spiritual. Dan kebanyakan orang tidak menyadari bahwa hasil fisik dihasilkan oleh ketiga dimensi uang tidak kelihatan tersebut.
Seperti halnya kekayaan, kesehatan, dan berat badan anda adalah hasil fisik yang dihasilkan oleh ketiga dimensi yang tidak kelihatan tersebut. Apapun hasil yang yang anda dapatkan adalah refleksi dari dalam diri anda, as simple as that.
Rahasia untuk perubahan besar: Deklarasi
Mengapa deklarasi sebuah benda yang berharga untuk saya? Karena segala sesuatu di mulai dari satu hal yaitu energy. Energy tidak hanya menggerakkan alam semesta, tetapi juga menggerakkan pesan yang kuat untuk alam bawah sadar kita. Deklarasi membuat perhatian kita teralih untuk berbuat atau menjadi sesuatu, ini perhatian akan sesuatu yang menyangkut masa depan kita. Setelah deklarasi kita membutuhkan aksi yang merealisasikan masa depan kita.
Tadinya saya tidak percaya akan cara ini, tetapi ketika saya jatuh, saya memutuskan untuk menggunakan cara ini. Lagipula tidak ada salahnya dan ruginya juga bila saya mau mencoba, dan sekarang saya (T. Harv Eker) sudah sukses, saya sudah percaya bahwa deklarasi benar-benar membantu.
Perencanaan keuangan pun dikombinasikan oleh: pikiran -> yang timbul menjadi perasaan -> kemudian direalisasikan melalui aksi -> serta timbulnya sebuah hasil yang telah direalisasikan dari aksi. Elemen pertama yang membuat kamu berubah adalah awareness, kamu tidak akan berubah bila kamu tidak aware, elemen kedua adalah cara cara untuk memengerti diri kamu yaitu menyadari bahwa segala sesuatu yang keluar dari diri kamu adalah berasal dari pikiran kamu, elemen keempat adalah disosiasi yaitu ketika kamu menyadari bahwa value yang ada di dalam dirimu tidak relevant dengan pikiran kamu yaitu dengan membuang value ayng sudah tidak lagi relevant, misalnya: kamu sekarang di umur 20 tahun masih manja, kamu mendisosiasikan value kamu yang sudah tidak relevant itu lalu meninggalkannya dan mengadopsi value baru yang relevant.
Anda pasti pernah mendengar pepatah bila monyet melihat, monyet akan melakukan nya atau buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Coba lihat bagaimana cara anda dibesarkan, ayah saya seorang entrepreneur yang bergerak di bidang pembangunan rumah. Ayah saya akan menginvestasikan seluruh hartanya untuk suatu proyek, bila saya meminta uang jajan ayah saya akan marah. Bila rumah yang dibangunnya sudah terjual, dia akan menawarkan saya untuk membeli sesuatu. Ketika saya berumur 21 tahun, otomatis saya menjadi seseorang yang bekerja seperti ayah saya dan secara tidak sadar saya bekerja seperti apa yang ayah saya lakukan dan thank God 10 tahun kemudian saya sadar dan keluar dari jalur tersebut. Saya juga teringat akan seminar yang saya adakan ketika saya bertemu dengan pria berumur 63 tahun yang menangis dan bercerita kepada saya bahwa dia sudah melakukan mendatangi beberapa seminar dan mempelajari apapun yang mereka ajarkan, serta mencoba lusinan usaha dan kembali ke universitas dan mendapatkan gelar MBA, serta pengetahuannya melebihi orang-orang biasa, tetapi setelah datang ke seminar saya dia mengatakan bahwa dia menyadari kesalahan yang dia lakukan, yaitu menerapkan apa yang ayahnya terapkan. Anda bisa memiliki pengetahuan yang baik di dunia ataupun skill yang hebat di dunia tetapi cara yang kamu gunakan tidak di set untuk sukses, hasil anda akan terancam. Banyak peserta seminar saya yang orang tuanya hidup di zaman perang dunia 2, dan mereka sangat kaget ketika menyadari bahwa kebiasaan mereka terpengaruh gaya hidup dari orang tua mereka yang hidup di zaman tersebut.
Uang bisa menjadi sumber emosional pemiliknya, pasalnya uang merupakan motivasi bagi orang yang mencarinya. Sebagai contoh ada orang yang mencari uang untuk kebahagiaan, ada juga orang yang mencari uang karena emosi mereka (takut, marah, agar diterima masyarakat). Sebagai contoh , seorang perempuan bernama Josey datang ke seminar saya, pendapatan beliau luar biasa banyak tetapi cara dia menggunakan uang juga luar binasa banyak. Akhirnya dia menceritakan kisahnya ketika ia masih kecil dimana ayahnya bertengkar dengan ibunya mengenai uang di sebuah restoran Chinese. Ayahnya berdiri dan mumukul meja, tidak beberapa detik kemudian, ayahnya langsung jatuh meninggal. Dan ketika itu juga dia berpikir uang membawa penderitaan, bila tidak ada uang maka tidak ada penderitaan. Dia bekerja sebagai seorang perawat tetapi dengan motivasi yang salah, yaitu ia berpikir bahwa ia masih bisa menyembuhkan ayahnya.
Bagian Dua
Tujuh Belas Perbedaan Cara Berpikir dan yang dilakukan Orang Kaya dibanding orang Menengah atau Miskin
Cara #1
Orang kaya percaya “Sayalah yang merancang hidup saya”
Orang miskin percaya “Hidup saya ditentukan oleh takdir/nasib”
Orang-orang kaya sadar bahwa dialah yang harus mengendalikan dan mengontrol hidupnya, sedangkan orang miskin berpikir bahwa hidup uang mereka miliki adalah takdir yang mereka peroleh. Pernahkah anda mendengar orang miskin yang mempertaruhkan peruntungannya dalam lotere? Menyisihkan setengah pendapatannya untuk bertaruh demi mendapatkan kekayaan lewat lotere. Mereka percaya bahwa takdir mereka bisa ditentukan oleh lotere. Ciri-ciri orang seperti ini adalah:
- Suka menyalahkan orang lain, mereka menyalahkan bosnya, rekan kerjanya, orang tuanya, temannya, pasangannya, bawahannya tanpa pernah menyalahkan dirinya.
- Pembenaran, pernahkah anda mendengar orang yang berkata uang tidak penting? Mereka menyangkalnya, kenapa? Kalo misalnya uang gak penting, maka apapun yang kamu miliki (ipad, bb, laptop,dsb) tidak penting karena tanpa uang kamu gak bisa dapetin semua itu.
- Komplain, tidak ada yang lebih buruk dibanding mengeluh, mengeluh, dan mengeluh. Seringkali tipe orang seperti ini adalah seorang “attention seeker” yang minta dikasihani, dan yang perlu saya tekankan tidak ada orang sukses di dunia yang mempunyai 3 ciri tersebut.
Cara #2
Orang kaya memainkan peran keuangan untuk menang
Orang miskin memainkan peran keuangan untuk sekedar tidak kalah
Kalo misalnya ada tim sepakbola yang bertanding, tim itu selalu bertahan dan tidak pernah menyerang. Adakah kesempatan untuk menang? Tipis atau tidak sama sekali. Sama seperti halnya ketika seseorang memainkan peranan keuangannya, orang kaya memainkan keuangannya agar mendatangkan kelimpahan/kemakmuran, sedangkan orang biasa hanya untuk jaga-jaga agar tidak berkekurangan. Goal orang suksas adalah beerkelimpahan bukan hanya uang yang pas-pasan untuk membiayai dirinya. Seperti contohnya datang ke sebuah restoran, pada saat melihat menu ada orang yang melihat menunya terlebih dahulu dan ada orang yang melihat harganya terlebih dahulu. Ada yang mudah mengeluarkan berapapun untuk makanan yang ia pesan ada yang hanya mampu memesan yang murah saja. Orang menengah selangkah lebih baik dibanding orang kebawah, tetapi hanya sekedar nyaman bukan kelimpahan.
Cara #3
Orang sukses berkomitment untuk menjadi kaya
Orang miskin mau menjadi kaya
Alasan utama yang menentukan orang sukses dan tidak sukses adalah orang sukses tahu apa yang mau dia capai, tetapi orang biasa tidak tahu apa yang ingin ia capai sehingga tidak ada tujuan apa yang harus ia capai.
Kesuksesan adalah sebuah tujuan yang dicapai yang membutuhkan komitmen, pengabdian/kesetiaan yang luar biasa. Apakah anda rela bekerja 16 jam perhari? Orang sukses rela. Apakah anda rela bekerja 7 hari seminggu dan mengorbankan hampir setiap weekend anda? Orang sukses rela. Apakah anda rela tidak bertemu dengan keluarga, teman, mengorbankan hobi, dan rekreasi anda? Orang sukses rela. Apakah anda rela mempertaruhkan seluruh energy, waktu, untuk hasil yang tidak ada garansi untuk kembali? Orang sukses rela.
Hal2 diatas bisa dicapai dalam waktu lama atau cepat.
Cara #4
Orang sukses berpikir besar. Orang miskin berpikir kecil
Orang-orang sukses di dunia menggunakan kreatifitasnya untuk berpikir besar dan senang untuk membantu orang. Apa relevansinya dalam dunia bisnis? Seperti contoh bila anda membuka usaha real estate, berapa orang yang anda bantu untuk memiliki sebuah rumah? 1, 10, 20, 50, 100? Sesuatu yang wajar bukan bila anda membantu banyak orang dan anda berhak untuk kaya atas itu? J
Cara #5
Orang sukses fokus pada kesempatan
Orang miskin fokus pada halangan
Cara #6
Orang sukses mengagumi orang sukses lainnya. Orang miskin membenci orang kaya dan orang sukses
Orang miskin sering melihat orang sukses dengan iri, cemburu, dan marah dan sering berpikir mereka beruntung.
Cara #7
Orang sukses berasosiasi secara positif dan dengan orang sukses lainnya. Orang miskin berasosiaasi secara negatif dan dengan orang-orang miskin lainnya
Orang-orang sukses melihat orang-orang sukses lainnya sebagai motivasi diri mereka. Mereka berpikir “kalo mereka bisa, saya juga pasti bisa”. Berbeda dengan orang-orang miskin yang menghakimi, kritik, dan cemooh orang-orang yang baru sukses.
Cara #8
Orang Sukses berhasrat mempromosikan dirinya dan value-valuenya. Orang miskin berpikir negatif mengenai promosi value-value dan nilai jualnya
Cara #9
Orang sukses lebih besar dibanding masalahnya.
Orang miskin lebih kecil dibanding masalahnya.
Cara #10
Orang sukses adalah penerima yang sempurna.
Orang miskin adalah penerima yang payah.
Orang-orang sukses lebih banyak mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa saya yakin, saya bisa, saya hebat, saya berhak sukses. Berbeda dengan orang-orang gagal yang selalu mengatakan saya payah, saya bodoh, dan sering menyalahkan orang lain.
Cara #11
Orang sukses lebih memilih dibayar berdasarkan hasil.
Orang miskin lebih memilih dibayar berdasarkan waktunya.
Cara #12
Orang sukses berpikir keduanya.
Orang miskin berpikir salah satu/atau.
Orang sukses hidup di situasi yang berkelimpahan/kemakmuran, orang miskin hidup dalam keterbatasan. Misalnya bila ditanya: anda lebih memilih sukses di karir atau mempunyai waktu banyak untuk keluarga? Keduanya! Anda lebih memilih uang atau makna hidup? Keduanya! Anda lebih memilih kekayaan atau bekerja hal yang anda sukai? Keduanya! Orang-orang sukses memilih keduanya, sedangkan orang-orang miskin hanya memilih salah satu.
Cara #13
Orang sukses fokus pada harga bersih.
Orang miskin fokus pada penghasilannya.
Cara #14
Orang sukses berhasil mengatur keuangannya dengan baik.
Orang miskin tidak mengatur keuangannya dengan baik.
Cara #15
Orang Sukses membuat uang bekerja untuknya.
Orang miskin bekerja untuk uang.
Cara #16
Orang sukses tampil walaupun mereka takut.
Orang miskin membiarkan rasa takut menghentikan mereka.
Cara #17
Orang sukses belajar dan berkembang secara konstan.
Orang gagal berpikir mereka sudah tahu.
Related posts:
- book reviews : Secrets of the Millionaire Mind
- Review buku Secrets of the Millionaire Mind karya T. Harv Eker



As Charlie Sheen says, this airltce is “WINNING!”
a93a50 vwjuexhfyvmq
Currently it appears like Wordpress is the top blogging platform available right now. (from what I’ve read) Is that what you are using on your blog?