Break Your Fear
October 4, 2011, by shintaputri. read: 1,511
Takut, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti : merasa gentar (ngeri) menghadapi sesuatu yg dianggap akan mendatangkan bencana. Tiap orang pasti memiliki perasaan takut akan sesuatu hal, bisa berupa barang, hewan, suatu keadaan seperti ketinggian, kegelapan, bahkan jika ketakutan itu berlebihan kadang bisa pula disebut dengan phobia.
Berbicara tentang ketakutan, suatu hari saya pernah mendengar cerita mengenai orang yang memiliki ketakutan terlalu besar, hingga merugikan dirinya sendiri.
Begini ceritanya, “Di sebuah perusahaan rel kereta api ada seorang pegawai, namanya Nick. Suatu hari, Nick terkunci di sebuah mobil pengangkut es yang belum sempat dibetulkan. Nick berteriak, memukul pintu dengan keras, semua orang di kantor sudah pergi, maka tidak ada yang mendengarnya.
Tangannya sudah merah kebengkak-bengkakan memukul pintu mobil itu, suaranya sudah serak akibat berteriak terus, tetapi tetap tidak ada orang yang mempedulikannya, akhirnya dia duduk di dalam sambil menghelakan nafas yang panjang. Semakin dia berpikir semakin dia merasa takut, dalam hatinya dia berpikir: Dalam mobil pengangkut es suhunya pasti di bawah 0 derajat, kalau dia tidak segera keluar dari situ, pasti akan matikedinginan. Dia terpaksa dengan tangan yang gemetar, mencari secarik kertas dan sebuah bolpen, menuliskan surat wasiatnya.
Keesokkan harinya, semua karyawan pun datang bekerja. Mereka membuka pintu mobil pengangkut es tersebut, dan sangat terkejut menemukan Nick yang terbaring di dalam. Mereka segera mengantarkan Nick untuk ditolong, tetapi dia sudah tidak bernyawa lagi.
Tetapi yang paling mereka kagetkan adalah, listrik mobil untuk menghidupkan mesin itu tidak dihubungkan, dalam mobil yang besar itu juga ada cukup oksigen untuknya, yang paling mereka herankan adalah suhu dalam mobil itu hanya 28 derajat saja, tetapi Nick malah mati “kedinginan” !!
Nick bukanlah mati karena suhu dalam mobil terlalu rendah, dia mati dalam titik es di dalam hatinya. Dia sudah menghakimi dirinya sebuah hukuman mati, bagaimana dapat hidup terus?” – dikutip dari http://inspiratif.blogdetik.com/
Dalam hal ini, bisa kita simpulkan, bahwa yang mempengaruhi keberhasilan kita sesungguhnya berasal dari diri kita sendiri, apakah kita mau percaya dan optimis atau justru sebaliknya.
Kali ini saya ingin membagi sedikit cerita saya mengenai bagaimana rasanya mengalahkan sebuah rasa takut. Saya adalah orang yang takut bahkan phobia dengan air. Hal tersebut terjadi semenjak saya kelas 6 SD dikarenakan saya pernah tenggelam bersama teman saya dan teman saya itu meninggal. Sejak saat itu, saya tidak pernah mau lagi berhubungan dengan kolam renang, sungai, laut dan sebagainya. Namun, kemaren saya mengikuti sebuah acara himpunan di Pulau Tidung, dan acara tersebut sebagian besar adalah acara air. Mau tidak mau saya harus mencoba masuk ke dalam air dan menceburkan diri ke laut agar tidak “sia-sia” sudah mengikuti acara ini.
Awalnya saya takut namun guide saya berkata, “sebenarnya apa yang lo takutin sih shin? Tenggelem? Kan ada kita-kita yang bantuin..” Kemudian saya menjawab “iya mas, takut tenggelem, terus keseret ombak, terus mati, gmana coba?” . “Yah shin, yang namanya mati mah ga usah di laut, kalau emang udah jatahnya mati ga bakal bisa dihindari. Orang hidup pasti mati kok, kalo hidup lo dipenuhi rasa takut berlebihan, ga bakalan nikmat nanti ngejalaninnya”
Setelah itu saya memberanikan diri terjun langsung ke laut, tentunya dengan pelampung. Menit-menit awal rasanya masih sangat takut dan deg-deg an, namun beberapa menit sesudahnya saya mulai bisa menikmati dan akhirnya saya bisa berkata “saya udah ga takut air lagi” dan dalam hati berkata “jadi ini yang selama ini saya takutkan? 99persen ketakutan saya salah, dan itu hanya ada di pikiran saya”
Bagaimana dengan kalian? Pernah mengalami hal serupa? Atau justru masih berusaha mengalahkan ketakutan? Berikut ini tips yang mungkin bisa bermanfaat bagi kalian :
1. Berfikir positif
Dalam banyak kasus, kita harus bisa lebih percaya kepada diri kita sendiri. Jika orang lain bisa melakukan, seharusnya kita juga bisa. Singkirkan semua pikiran negatif yang tidak beralasan dan mulailah mengumpulkan keberanian kita perlahan dengan senantiasa berfikir positif. Seperti saat kita pertama kali belajar sepeda, awalnya mungkin kita takut terjatuh, namun lama kelamaan ketika kita yakin kita bisa, maka akhirnya kita benar-benar bisa naik sepeda.
2. Mulailah dari hal yang kecil
Ketakutan memang tidak bisa dihilangkan begitu saja, namun bisa dihilangkan perlahan-lahan dengan memulainya dari hal kecil, yang mengasah mental kita sedikit demi sedikit. Misalnya jika kita takut rugi dalam bisnis, mulai lah dulu dengan bisnis yang low risk dan bermodal kecil. Jika hal tersebut berhasil, maka kita akan lebih berani memulai bisnis yang lebih besar.
3. Menemukan motivasi yang kuat
Harus ada motivasi atau tujuan khusus yang diharapkan agar pencapaian ketika sudah berhasil menakhlukkan rasa takut itu menjadi sangat berkesan. Misalnya, jika kita takut dengan air, seperti saya, maka kita harus punya motivasi kuat, seperti : ingin melihat keindahan laut atau ingin bisa berenang. Sehingga pada saat kita sudah berhasil menakhlukkan rasa takut tersebut, kita bisa sekaligus mendapatkan apa yang sebelumnya tidak pernah kita dapatkan. Yang pastinya, akan menimbulkan rasa puas yang berlipat ganda.
4. Mengganti cara pandang kita
Pernahkah kalian merasa heran dengan anak kecil yang takut dengan gelap? Pasti kita berfikir “apa yang perlu ditakutin dari kegelapan?”. Begitu pula dengan orang lain yang memandang diri kita jika kita terlalu takut akan suatu hal. “apa yang perlu ditakutkan? itu hal yang mudah! “
Terlalu merasa takut pada dasarnya tidak baik bagi setiap kegiatan yang akan kita lakukan. Banyak yang bilang, the beginning will always be the hardest. tapi, kalo kita tidak mulai dari sekarang? mau kapan lagi?
Percaya diri itu penting, karena satu hal yang perlu kita ketahui yaitu “Jika ada keyakinan yang dapat menggerakkan gunung, itu adalah keyakinan dalam diri Anda.” – Marie von Ebner-Eschenbach, penulis, 1830-1916.
so, what are you fearing for? Let’s break up your fear !
(Shinta Putri P D, Universitas Bakrie)
Related posts:



worth to read! <3
thank you for reading sasa,