billy boen

BUKAN NASIONALISME SESAAT!

November 14, 2011, by YOTCA. read: 552

Christmastuti. D – YOT CA Univ Brawijaya – November

Akhir-akhir ini SEA GAMES menjadi trending topic tidak hanya di twitter tapi juga dalam percakapan di dunia nyata. SEA GAMES adalah ajang olahraga yang diadakan setiap dua tahun dan melibatkan 11 negara di Asia Tenggara. Dan kali ini Indonesia mendapatkan sebuah kesempatan untuk menjadi tuan rumah bagi ajang bergengsi ini.
Persiapan matang dilakukan jauh sebelum acara digelar. Tidak hanya dari sarana dan prasarana tapi juga mental. Perbaikan GOR, perbaikan jalan, mempersiapkan akomodasi bagi para atlet dari seluruh penjuru Asia Tenggara. Sebagai tuan rumah kita ingin menjamu tamu dengan sebaik mungkin. Dan tidak hanya pemerintah yang sibuk mengurus semuanya. Untuk mempersiapkan ini semua, pemerintah juga mengikutsertakan warganya untuk andil.
Dua hal yang berbeda dari SEA GAMES dengan nasionalisme. SEA GAMES suatu ajang olahraga dan nasionalisme adalah suatu paham semangat kebangsaan. Namun dari adanya SEA GAMES dan kesempatan Indonesia menjadi tuan rumah ini merupakan salah satu cara kita melihat sejauh mana rasa nasionalisme yang ada dalam diri kita.
Minggu, 13 November 2011, Indonesia melawan Thailand untuk cabang olahraga Sepak Bola. Kebetulan saya hanya bisa memantau dari twitter. Dan sesuatu yang selalu terjadi, semua pengguna twitter selalu up date pertandingan. Bahkan kemarin “IN DO NE SI A” menjadi salah satu trending topic.
Sampai pertandingan berakhirpun masih ada sisa-sisa euforia kegembiraan masyarakat Indonesia atas kemenangan yang berhasil diraih oleh pejuang olahraga itu. Every second people tweet about it. Mereka bangga. Dan saya pun juga.
Dan pertanyaannya adalah, apakah kita tetap bangga jika Indonesia sedang tidak berlaga di ajang olahraga sejenis SEA GAMES ini? dan apakah kita tetap mendukung Indonesia dengan semangat kebangsaan seperti saat Indonesia bertanding melawan negara lain?
Nasionalisme dalam diri kita seperti kucing yang malu-malu. Tapi jika sedikit diusik dia seperti induk macan yang tidak mau diganggu. Kadang kita masih membutuhkan pemantik untuk menyulut nasionalisme dalam diri kita. Entah itu negara lain yang berusaha mengklaim kebudayaan kita, dengan ajang olahraga atau yang lainnya, dengan permasalahan yang dibuat oleh anak bangsa sendiri, atau dengan sebuah bencana.
Mau sampai kapan kita begini?? *bertanya pada diri sendiri dan penonton*
Mari bergerak. Mari bertindak!
Jangan menunggu sampai negara lain mengklaim semua hal yang kita punya. Gak perlu nunggu untuk menjadi tuan rumah dalam suatu ajang bangsa-bangsa. Jangan tunggu masalah buatan anak bangsa yang kurang peduli itu semakin menjadi. Jangan nunggu sampai alam marah karena kita kurang peduli. Jangan nunggu tua buat cinta sama bangsa sendiri.
Gak perlu setiap saat hormat bendera. Gak perlu juga setiap saat menyanyikan lagu Indonesia Raya. Lakukan yang terbaik yang kita bisa. Mulai dari segala sesuatu yang sederhana. Karena nasionalisme tidak perlu cara yang berlebih untuk ditunjukan.
Yap dimulai dari diri sendiri. Dimulai dari SEKARANG!! Hehe :D
Mari pemuda kita buat Indonesia menjadi bangsa yang besar. See you on the top!

Salam bahagia.

Related posts:

  1. Cita-cita nilai tujuan, bukan alat – Palmira Vidya Mumpuni – Agustus – FKG UI
  2. BUKAN BENAR ATAU SALAH TETAPI RESPON YANG PENTING
  3. Yang Muda Yang Berkarya
  4. Bukan Filosofi Tukang Cukur
  5. IPK Bukan Segala-galanya

Leave a Reply