billy boen

Carpe diem

August 15, 2011, by YOTCA. read: 1,575

Bestari N. – YOT CA Universitas Indonesia

Seperti para YOT Campus Ambassador batch kedua lainnya, bulan ini adalah kesempatan pertama saya untuk menulis artikel disini. Sudah ada draft tulisan yang disiapkan sebelumnya, tapi kejadian menyedihkan yang belum lama ini terjadi mendorong saya untuk menulis sesuatu yang lain. Tulisan ini dibuat untuk mengingatkan kita semua.


Ada kebahagiaan, ada kesedihan. Ada siang, ada malam. Begitulah hidup ini berlaku dengan siklusnya yang terus berputar. Dua hari yang lalu, tanggal 13 Agustus 2011, adalah hari yang membahagiakan untuk keluarga besar Young on Top karena kami mengadakan buka puasa bersama di panti asuhan sekaligus merayakan ulang tahun sang inspirator kami yang tercintah, Billy Boen. Alhamdulillah, secara umum semua berjalan dengan lancar dan orang-orang pun pulang dengan hati senang.

Di perjalanan pulang bersama Nizar (YOT CA UI), ia memberitahu saya bahwa ada kecelakaan mobil yang terjadi di sebuah kegiatan Sahur on The Road oleh anak SMAN 28. Degg, jantung saya langsung berdesir saat mendengar kata itu, ‘kecelakaan mobil’. Sesampai di rumah, saya langsung cek di internet tentang berita tersebut. Ternyata benar, ada kecelakaan. Menurut berita, sang pengemudi mobil Yaris yang berisi lima orang siswa SMA itu membawa mobil dengan kecepatan 200 km/ jam lalu menabrak separator busway dan pohon di sekitar jalan. Dua siswi meninggal dan tiga lainnya dalam perawatan intensif. Semua kebahagiaan yang saya rasakan hari itu agak terkikis . Meskipun saya tidak kenal dengan satupun orang-orang itu, saya merasa sangat sedih.

Kurang lebih 8 tahun yang lalu, saat masih kelas 1 SMP, saya pernah mengalami kecelakaan mobil. Waktu itu posisi kendaraan yang saya tumpangi sedang mau putar balik dan saya duduk di bangku penumpang tengah bagian paling kiri, sehingga arus mobil seakan-akan menuju saya. Lalu tiba-tiba saja saya melihat cahaya lampu mobil yang meluncur cepat ke arah saya. Semakin besar, cahayanya semakin besar. Detik berikutnya terjadi benturan hebat, mobil terbalik ke kanan. Semua gelap. Nyeri yang tidak bisa dijelaskan menjalar dengan kecepatan luar biasa ke sekujur badan saya. Saya tidak sempat berpikir apa-apa, atau bahkan berkata atau berteriak apapun. Rekaman kejadian itu masih bisa diputar dengan baik di otak saya. Maka hingga saat ini jika saya mendengar berita tentang kecelakaan mobil, saya langsung merinding teringat kejadian 8 tahun lalu.

Semua kejadian pasti ada maksudnya. Kita manusia hanya bisa bersabar dengan semua musibah yang terjadi, mengambil hikmah darinya, dan melakukan berbagai cara untuk meminimalisir kejadian seperti itu di lain waktu. Untuk teman-teman yang ingin melakukan sahur on the road, atau siapapun yang mengendarai mobil, tolong berhati-hatilah. Siapapun, di manapun, kapanpun jangan dipaksa mengemudi seandainya lelah atau mengantuk dan yang paling penting, jangan ngebut, tolong jangan.

Saya tidak berani membayangkan seandainya kecelakaan mobil 8 tahun lalu adalah kejadian terakhir yang akan saya lihat di dunia ini. Maka saya sangat bersyukur pernah mengalami semua hal itu karena itulah yang membuat saya lebih menghargai kehidupan. Membuat saya lebih menghargai orang-orang di sekitar saya. Membuat saya lebih menghargai Yang Menciptakan saya.

Umur itu rahasia semesta. Hari itu mas Billy dan jutaan orang lainnya di dunia sedang mensyukuri nikmat umurnya, hari itu pula teman-teman SMAN 28 dan jutaan orang lainnya di dunia sedang bersedih atas dukanya. Bagi kita yang masih diberi nikmat hidup, let’s seize the day. Selagi ada waktu dan tenaga, berbuat lah sebanyak-banyaknya kegiatan positif yang bermanfaat bagi orang lain. Rasulullah SAW pernah berkata, ‘Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain’ (HR. Bukhari) dan Albert Einstein berpendapat ,’Our death is not an end if we can live on in our children and the younger generation.  For they are us, our bodies are only wilted leaves on the tree of life.’ Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk setiap detik waktu kita di dunia. Carpe diem!

Saya berduka cita yang sedalam-dalamnya untuk Aisah Siregar (16) dan Astrid (16). Semoga amal ibadah kalian diterima di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan oleh Allah SWT.

“Mahasuci Allah Yang di dalam genggaman kekuasaan-Nya seluruh kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu siapakah di antara kamu yang paling baik amalnya, dan sesungguhnya Dia Mahamulia lagi Maha Pengampun” (QS Al-Mulk [67]: 1-2)

Related posts:

  1. Goresan Batu di Mobil Jaguar

Leave a Reply