billy boen

Climb It Hard, Climb It Smart!

June 8, 2011, by Zivanna_Letisha. read: 4,068

Hi readers! Ini pertama kalinya saya menyumbang artikel di website partner/coach/and also a friend of mine, Mr.Billy Boen!

Kalau boleh sedikit berbagi, saya itu termasuk orang yang buanyak banget maunya. Sakin banyaknya, kadang-kadang membuat keputusan pun menjadi hal yang sulit untuk saya. Seiring waktu berjalan, saya semakin bisa memilah-milah mana yang ingin menjadi fokus saya. Yaa, mungkin seiring dengan bertambahnya kadar kedewasaan juga. * wink *

Disiplin, kerja keras, dan leadership adalah tiga hal yang orangtua saya selalu ajarkan. Sejak sekolah saya aktif berorganisasi, ikut ekstrakurikuler ini-itu, because I felt good doing it. Sampai di satu titik saya seperti merasa sendirian. Di satu titik saya merasa teman-teman seumuran saya sibuk dengan dunia perkuliahannya, sayapun sibuk menggapai mimpi. Konteks positifnya, dalam hidup saya, I am moving really fast.

Ada perkataan Ayah saya yang nggak akan pernah saya lupa, “Zi, you’re moving way too fast. You need to slow down a bit. You tend to miss details.”

WOW. Kalimat itu seolah menampar saya. But hey, mungkin ada benarnya juga. Terkadang kita sangat bersemangat dan menjadi terlalu berambisi untuk menggapai mimpi kita, which is good, tapi jangan lupa, DETAILS are important! Umpamakan ada 2 orang pendaki gunung. Pendaki pertama sangat fokus dengan tujuannya yaitu menjadi orang yang pertama dan tercepat sampai di puncak gunung. Pendaki kedua juga punya tujuan untuk berada di puncak gunung, namun sesekali ia beristirahat. Makan, minum, menikmati pemandangan beberapa kali selama perjalanan, dan berkenalan dengan pendaki-pendaki lainnya. Sesampainya di atas, pendaki pertama yang tidak punya teman hanya bisa menikmati keindahan alam sendirian, makan sendirian, dan merasa sukses sendirian. Bahkan ia tidak sempat untuk berfoto-foto selama proses pendakiannya karena terlalu berambisi untuk berada di atas. Sedangkan pendaki kedua, walaupun tidak secepat pendaki pertama, namun ia juga sampai di puncak gunung. Ketika pendaki-pendaki lainnya sampai, mereka bercengkrama, makan bersama, menikmati kemenangan bersama, dan berbagi cerita bersama.

Well guys, moral ceritanya adalah kedua pendaki akan sama-sama mencapai tujuannya, yaitu menjadi orang yang berhasil ada di ‘puncak’. Namun bagaimana cara kita menggapai tujuan adalah pilihan. Apakah kamu mau jadi pendaki pertama, yang selalu lebih unggul tapi kehilangan memori dan momen-momen bahagia selama proses menuju puncak? Atau seperti pendaki kedua, kadang mendaki kadang beristirahat, menikmati setiap perjalanan, punya banyak teman, dan tetap mencapai tujuannya walau tidak secepat pendaki pertama?

I know you’re smart enough to choose, young climbers!
Climb it hard! Climb it smart!

Zivanna Letisha
Puteri Indonesia 2008 / Principal JIM-f Performing Academy

Twitter: @zivannaletisha

No related posts.

19 Responses to “Climb It Hard, Climb It Smart!”

  1. elismawati says:

    Bravo,, what a nice article zi,, kayaknya kita mesti share artikel ini ke semua penjuru indonesia to be read by young generations..wishful thinking

  2. Yohana Mursari says:

    Pelajaran hidup yang sangat pentimg juga berarti mbak Zivana :’)

  3. archie swasti says:

    kalo saya tentu saja pasti berenti untuk makan dulu, kalo ngga bisa2 ga sampe ke puncaknya malah die hehe..
    btw, what an inspiring article zivana ;o love it

  4. dhila novapalloma says:

    Ziii, I love this inspiring story! Pas bgt analoginyaa hehehe write moore!

  5. ronaldional says:

    nice share…

    :D

  6. dimas says:

    emang keren putri indonesia n miss universe poling ini,, the best of story

  7. aha says:

    * wink * thanks Zi..

  8. sumartha says:

    beauty and smart girl.. i luv it

  9. Uhm,ini merupakan kebijaksanaan yang selalu layak untuk dibaca ulang dan direnung-renung ulang. Dalam literatur klasik, cenderung seorang bijak memilih mengajak dengan analogi tanpa menggurui. Orang-orang diperlakukan sebagai orang yang dewasa, dan yang demikian juga cenderung lebih mengena dan lebih diingat.

    Tulisan Zi yang ini, tanpa perlu membawa nama besarnya sbagai Puteri Indonesia,cukup menunjukkan karakter yang sangat kuat sbagai perempuan Indonesia. Seperti itulah seharusnya kita semua. Let’s be smart and wise climber.

    Terima kasih tulisan yang penuh ‘gizi’ ini perempuan negeriku.

  10. ray says:

    thanks. this story remind me again about my condition now.

  11. hilzan says:

    love you lah mbak artikelnya super.. thx udah menampar saya jg nih..:)

  12. tika says:

    ijin share ya..sgt terinspire:)

  13. evan says:

    outstanding! sebuah pemikiran yang lain daripada apa yang kita temui di masyarakat umumnya, saya rasa artikel ini akan menampar banyak sekali orang lainnya, termasuk saya :D

  14. Tulisan ringkas yang bermakna dan berbobot. Saya sendiri sadar akhir-akhir ini bahwa ternyata waktu telah berlalu begitu cepat dan tanpa saya sadari saya bahwa usia saya serta saudara-saudara saya semakin bertambah. Saya sampai lupa memperhatikan hal ini karena beberapa waktu lalu saya terlalu berambisi mengejar apa yang saya inginkan dan terlalu berfokus pada diri saya sendiri. Good article :)

  15. ilham says:

    waw mba zivanna bagus artikelnya, saya setuju dengan contoh kedua pendaki itu, tp yang paling bagus lagi adalah dengan tetap menikmati pendakian dan sampai tetap yang tercepat ;)

  16. agam says:

    waooo….simpel, padat, mengena..
    izin untuk sering2 menggunakan dan menerapkan quotenya sehari2..:D
    Climb it hard! Climb it smart!

  17. Wooww.. Saya sangat suka artikelnya.

  18. Herfin says:

    nice.. perumpamaan yg simpel tp sangat mendalam maknanya

  19. muhaziz97 says:

    Wow amazing !keren artikelnya kak :)

Leave a Reply