Cuma Butuh Ikhlas Kok
November 21, 2011, by YOTCA. read: 1,325
Marvilika Kurnia Sarnie – YOT CA UGM – November
Hai teman-teman, gue kembali lagi dengan sebuah tulisan yang mudah-mudahan bisa mengajak pembaca sekalian untuk sama-sama berpikir, mudah-mudahan juga bisa menginsirasi para pembaca sekalian.
Artikel kali ini berbicara tentang keikhlasan. Ikhlas? Kenapa ikhlas? Karena sebenarnya ikhlas itu cukup sulit untuk dilakukan bagi sebagian orang, termasuk saya pada awalnya. Pernah gagal? Sering. Pernah dijahatin orang? Sering. Pernah ditolak oleh organisasi atau tempat kita bekerja? Sering banget. Setelah itu apa yang kita rasakan? Sedih? Kesal? Marah? Sakit hati? Nggak terima? Kuncinya, ikhlaskan saja.
Mungkin kita sering mendengar dari orang “udah ikhlaskan saja, mungkin ini memang yang terbaik yang diberikan Tuhan ke kamu”.. Pasti temen-temen sering banget kan denger kata-kata itu? Saya juga begitu. Dan seringnya, kata-kata itu nggak lama-lama singgah di kepala kita. Berapa lama setelahnya, pasti kita kembali merasa sedih, kesal, marah dan sebagainya.
Tapi percaya atau tidak, ikhlas memang satu-satunya jalan untuk meredam semua perasaan negative yang hinggap di diri kita. Sedikit cerita boleh ya. Saya kemarin apply sebagai LO untuk SEA Games 2011 di Jakarta. Saya mendapat informasi bahwa saya diterima! Wah betapa senangnya saya, karena saya memang ingin sekali menjadi LO di SEA Games itu. Kemudian ada persyaratan-persyaratan yang harus saya lakukan untuk menjadi LO, seperti mengisi formulir di secretariat, mengikuti training, dan meeting. Karena posisi saya di Jogja, saya sangat tidak memungkinkan untuk datang ke Jakarta, singkat cerita, saya dicoret dari kepanitiaan. Betapa sedihnya saya, bercampur kesal, marah, sakit hati, dan itu berlangsung berhari-hari.
Saya mendapat support dari orang-orang terdekat saya supaya memperjuangkan lagi, tapi ternyata saya memang harus merelakannya. Ya, saya merelakannya. Saya dicoret dari kepanitiaan. Berhari-hari saya sedih, kecewa, marah.
Tapi akhirnya saya sadar, saya memang harus mengikhlaskannya. Saya lebih memilih mendekatkan diri kepada Tuhan, karena saya tahu Tuhan pasti memiliki jawaban dari semua kejadian ini. Benar saja, sekitar dua minggu kemudian, saya menerima pesan bahwa saya masuk sebagai Finalis Business Competition yang saya ikuti. I really thank God at that time. Ini adalah jawaban dari semua keluh kesah saya kemarin. Saya yakin kalau inilah jalan yang diberikan Tuhan kepada saya, sebagai Finalis yang harus bertanding supaya bisa dicoret, bukan sebagai LO SEA Games yang sudah dicoret sebelum bertanding.
Sekali lagi saya sadar, Cuma butuh Ikhlas kok untuk melewati masalah-masalah berat dalam hidup kita. Tentunya setelah kita berjuang keras ya. Kekuatan ikhlas memang luar biasa
See You ON TOP, have a nice day!
Related posts:


