Decision Making
August 2, 2011, by YOTCA. read: 1,844
By Marco Septian, YOT Campus Ambassador Universitas Indonesia

“It’s not hard to make decisions when you know what your values are.” ~Roy Disney
Setiap orang pasti pernah dihadapkan dengan sebuah keputusan. Kadang membuat keputusan adalah hal yang sulit, apalagi ketika keputusan itu menyangkut dengan masa depan kita. Masa depan, dimana segala sesuatu butuh persiapan yang matang. Jika kita ga menyiapkan sesuatu dari sekarang, maka ada kemungkinan kita belum siap untuk kedepannya.
Dalam membuat keputusan, tentu banyak faktor yang kita pertimbangkan. Hal ini sedang terjadi pada diri gw, dimana gw harus memilih antara masuk ke University of Queensland (UQ) atau Queensland University of Technology (QUT). Oke, mungkin sebelumnya sedikit penjelasan singkat, pada bulan Oktober ini Insya Allah gw akan melanjutkan studi di Brisbane, Australia, dimana gw kuliah di program internasional, 2 tahun di Indonesia dan 2 tahun di Australia. Dan udah hampir 6 bulan gw belom bisa mutusin mau lanjut di universitas yang mana. Bukan berarti gw diem aja selama6 bulan itu, tapi gw nyari tahu ke website-website, nanya ke senior-senior gw yang udah disana, ya pokoknya nyari tahu mana yang terbaik. FYI, UQ rank 50 besar dunia dan QUT rank 250-an dunia. Sebenernya gw ga terlalu mentingin rank, karena gw tau pada akhirnya semua tuh balik lagi ke kapabilitas kita jika ingin mendapat kerja. Tapi disini gw bingung mungkin karena:
1. Kita hidup di zaman dimana informasi gampang banget didapat, yang pada akhirnya setelah mencari kesana kemari informasi-informasi tersebut, kita malah jadi “information overload” dan berakhir dengan yang seperti dialami gw sekarang ini, labil.
2. Faktor teman, dimana teman-teman bilang kalo UQ jauuuuuuuuuh lebih bagus daripada QUT. QUT punya kelebihan di bidang x daripada UQ.
Karena kebingungan gw dalam memilih keputusan itu, akhirnya gw minta pendapat dari salah satu mentor gw di Young On Top Campus Ambassador yaitu Ricky Setiawan (@onlyricky). Saat ngobrol dan menjelaskan tentang masalah gw, ternyata intinya tuh satu, ikutin kata hati lo!
Dalam memilih keputusan, pasti lo banyak mikir dan mempertimbangkan ini dengan itu, itu dengan ini dsb. Oke itu bagus kalo menurut gw, karena kita harus cermat juga dalam memilih keputusan. Jika dalam mencari informasi, kita sebaiknya membatasi informasi yang kita cari supaya ujungnya ga berakhir dengan “Information overload” yang bikin kita makin pusing. Kedua, jangan terpengaruh teman, karena yang bakal jalanin kehidupan kita sendiri ya kita sendiri, bukan teman kita.
Kenapa kita harus pake hati sih dalam memilih keputusan? Ya karena kalo kita menggunakan hati, kita bakal merasa puasa dan merasa bertanggung jawab atas pilihan yang kita buat sendiri. Coba bayangin misalkan kita memilih keputusan karena orang lain, contoh aja nih misalnya gw lah, gw milih kampus A berdasarkan hati gw, tapi orang tua menyuruh gw untuk memilih kampus B karena berbagai alasan. Mungkin kita bakal berpikir sejenak, orang tua tau yang terbaik buat kita, mungkin kita harus ikutin kata mereka. Pola pikir kita berbeda dengan mereka, disini gw bukan mengajari untuk melawan orang tua atau semacamnya ya, tapi jika lo memilih berdasarkan keputusan orang lain, pernah ga kepikiran misalkan di tengah jalan, kita merasa kalo ga cocok dengan pilihan tersebut dan yang terjadi adalah ada kemungkinan besar kalo kita bakal nyalahin kita atas pilihannya tersebut dan buruknya, ketika kita menyesal dan mulai menyalahkan orang tua, kita merasa kita gagal dan berakhir dengan hubungan kita dengan orang tua jadi renggang karena suatu hal tersebut (ini cuman salah satu loh ya ;p). Lain halnya kalo kita memilih keputusan berdasarkan hati kita sendiri, kalo misalkan kita berhasil dengan pilihan kita tersebut, kita bakal PUAS, PUAS BANGET, tapi kalo kita ternyata gagal dengan pilihan berdasarkan hati kita tersebut, kita sendiri yang menerima konsekuensinya dan ga ada alasan buat kita menyalahkan orang lain.
Mungkin 90% pilihan yang kita pilih adalah pilihan terbaik dan ada kemungkinan juga bukan, tapi ga ada dari kita yang akan PASTI membuat 100% keputusan yang tepat, ga akan mungkin.
Sedikit tips mungkin yang gw dapet dari salah satu website (http://www.iwillfight.com/fighter-mentality/how-to-make-a-hard-decision-rule-1/), tanya ke diri kita masing-masing dan lihat apa hal pertama yang kamu rasakan, sesuatu di dalam diri kita pasti akan merespon secara cepat. Apa yang kita mau biasanya yang paling cepat merespons, bukan yang keluar setelah 5-10 detik kemudian, itu adalah kondisi dimana kita akan memperdebatkan satu dengan lainnya. Kata-kata seperti “Tapi”, “Gimana kalo”, dll itu adalah kata-kata yang bakal bikin kita bingung dan akhirnya susah untuk memilih.
Setelah itu, tanyain sekali saja ke diri kita sendiri pertanyaan yang bisa menepis argumen kita seperti, “apa resiko ini terlalu besar dan bahkan kita ga akan mendapat manfaatnya?”. Kalo misalkan jawaban kita adalah “Iya”, kita sudah berhasil membuat keputusan dan kita punya alasan untuk melawan naluri kita
Kalo gw sekarang sih sudah ada pilihan yang berdasarkan hati gw dan Insya Allah itu adalah pilihan terbaik buat gw
.
Segitu aja pandangan gw tentang memilih keputusan, semoga bermanfaat untuk teman-teman semua yang baca.
PS: Thanks to Ricky Setiawan yang udah membuka pikiran gw dalam memilih keputusan sulit ini hehehe.
(Original Post: http://mseptian.wordpress.com/2011/08/02/decision-making/)
Related posts:


