billy boen

Di Kendalikan gadget?kita yang kendalikan!

September 18, 2011, by YOTCA. read: 1,282

Pada jaman teknologi sekarang pasti sudah banyak perangkat-perangkat elektronik yang bisa memanjakan diri kita atau membuat kita puas dengan perangkat tersebut. Sebut saja blackberry, iphone, i-tab, ps3, wii dan masih banyak yang lainya. Dengan aplikasi yang modern seperti twitter, fb di hp  kalian dapat meng-update status  dimanapun dan kapanpun yang kamu mau.

Tapii… seberapa ketergantungan kah kalian dengan perangkat/aplikasi tersebut?

Okee saya akan membuat sedikit ilustrasi..

Ada sebuah keluarga dengan beranggotakan ayah,ibu, anak perempuan dan anak laki-laki.

Pada suatu malam terdengar bunyi mobil di area parkir rumah, Nampak si Ayah yang baru saja pulang dari aktivitas sehariannya di kantor dengan tas laptop di tangan kiri dan kunci mobil di tangan sebelahnya. Pada saat itu si Ibu yang tengah menyiapkan makan malam untuk Ayahnya tampak menyambut kedatangan Ayah dengan sangat biasa. Ya, tampaknya ibu dan Anak-anak  sudah makan malam terlebih dahulu terlihat dari wajah mereka yang tidak lapar sama sekali. Ayah berkata, anak-anak pada dimana bu?ada di kamarnya masing-masing dengan kesibukan masing-masing pa,jawab Ibu.

Pada cerita di atas, ada satu detail yang terlupakan, berikut detailnya..

-    Di mobil tadi pada saat diperjalanan si Ayah menulis status di Facebook dan Twitternya : “ Wah gila nih jalanan Jakarta, macet banget! Mau jadi apa kota ini!”

-    Si Ibu tadi pada saat di dapur sebelum  Ayah datang, sibuk memasak makan malam dengan sebuah gadget di tangan kirinya sambil menulis di status di twitternya: “ Malam ini memasak masakan kesukaan Ayah, tapi  jam berapa ya Ayah pulang?cepat pulang dad!”

-    Di kamar anak laki-laki, si Anak sedang bermain PS3 dan tentunyaa sebelum bermain dia meng update statusnya “ PR sudah selesai, saatnya main PS yeey!”

-    Di kamar Anak Perempuan, si anak sedang asik BBMan dengan teman-temannya sehingga panggilan ayahnya pun dihiraukannya.

Tiada keakraban dalam makan malam  bersama. Tiada “disekolah hari ini ada yang seru Nak?” atau “Bu, tadi Ayah dapat penghargaan lho di kantor.” Atau “ Ayaaaah, tadi ibu beli bunga baru biar tanaman di rumah kita semakin banyak.”

Dalam kehidupan sehari-hari?kehidupan sosial? Berikut iustrasinya..

-    Ketika sedang berjalan bersama teman-teman, ada 1 teman kamu yang asik Blackberry an dari awal perjalanan sampai di tengah-tengah perjalanan. Ketika ditanya sesuatu dia cuma bisa jawab “ha?he?kenapa?” karena saking asiknya sampai tidak mendengar pertanyaan tersebut.

Mungkin ilustrasi di atas sudah mewakilkan kisah-kisah yang sering terjadi pada saat ini.

Ya.. Masing-masing sibuk dengan “dunia dalam genggaman”nya sendiri. Dengan teman-temannya sendiri. Dengan “kehidupan”nya sendiri.

Bayangkan teman kamu yang niatnya ingin ngobrol dengan kamu, ketawa ketiwi, cerita sana sini. Tapi kamunya malah asik sendiri dengan gadget mu. Pasti teman kamu sedikit merasa jengkel dengan kamu.

Jujur, saya sendiri dulu pernah ditegur oleh sahabat saya, “ san, simpen aja BB lo, kita disini jarang-jarang ketemu, jarang ngumpul kaya gini, nanti aja bbman nya”. Semenjak itu pun  saya selalu menyimpan BB saya dan berusaha untuk tidak memegang BB bila sedang bersama sahabat/teman, sebuah acara dll. Tetapi saya tidak menganjurkan untuk tidak memegang BB lho, boleh asal hanya sekedar menge Cek dan tidak terlena untuk curhat/lama-lama di BBM disaat kamu sedang bersama teman-temanmu dan aktivitas lainnya. Disini ilmu Urgent & Important juga sangat dibutuhkan. Kamu harus tau mana bbm/sms/telpon yang harus dibalas saat itu juga dan mana yang bisa ditunda dulu.

Cobala hargai keluargamu, temanmu dengan tidak sibuk sendiri dengan gadgetmu disaat kamu sedang bersamanya. Mereka pasti juga butuh obrolan kan bukan sebuah “Cuekan” pada saat itu.

Ayo semua kita sadari dan ubah. Tidak perlu saling menunjuk, menyalahkan siapa-siapa. Yang perlu kita lakukan, sadari bahwa keluarga/teman  sangat memerlukan kehangatan yang nyata. Komunikasi renyah. Senyuman manis dan Saling bertukar cerita.

Letakkan “dunia dalam genggaman” kita itu sejenak Sobat dan genggam dunia yang paling berharga dalam rumah kita, keluarga kita sendiri, lingkungan kita, teman-teman kita.

Ingat.. Dalam kerja, utamakan kualitas. Dalam keluarga, utamakan kuantitas. Karena dalam kuantitas bersama keluarga, akan terbentuk kualitas yang seutuhnya. Begitu juga sebaliknya dalam pertemanan.

Sekian tulisan dari saya, mohon maaf bila ada salah-salah kata.

Sandy Kharisma – PPM School of Management

Related posts:

  1. Perbedaan yang membuat kita Beda..!!
  2. Kendalikan Emosi? Penting Sekali
  3. Yang Muda yang Berkarya yang Merdeka
  4. Lakukan hal yang kalian cintai dan hasilnya kalian akan di cintai
  5. Berbahagialah Mereka yang Memiliki Mimpi

One Response to “Di Kendalikan gadget?kita yang kendalikan!”

  1. oktavianna says:

    ha ha, jadi inget .di angkot , pas lampu merah ada pengamen, ga ada yang ngasih 1 pun (termasuk saya) karena hampir semua yang ada di angkot itu matanya tertuju pada HP di tangan. si pengamennya “hayooooohhhh weh nyoo HP,dicopet mah mewek” (terus aja main HP,nanti dicopet baru nangis!)

Leave a Reply