billy boen

Don’t be a Fashion (Trend) Victim, Show Your Own Style!

September 24, 2010, by JIM-DARE. read: 5,760

Apa yang muncul di benak kamu ketika harus menjelaskan apa yang dimaksud dengan “STYLE” atau GAYA?

Style dalam dunia Fashion adalah suatu bentuk ekspresi seseorang dalam berpakaian. “Style-nya dia kan emang begitu, suka yang gothic punk, beda sama kakaknya yang feminine, selalu pakai rok dan high heels.” Kira-kira begitulah potongan kalimat yang mungkin pernah kamu dengar ketika temanmu memberi komentar tentang style seseorang.

Sayangnya tidak semua orang bisa (atau mungkin tidak mau) menjadi diri mereka sendiri. Entah itu karena merasa takut atau memang karena tidak tahu harus bagaimana mengekspresikan dirinya melalui pakaian. Inilah alasan mengapa FASHION TREND begitu berkuasanya menentukan hidup seseorang, menentukan bagaimana seseorang diterima dalam masyarakat. Justru karena merasa tidak tahu apa yang harus dikenakan, dan demi diterima dalam suatu lingkungan, atau berdalih dengan alasan “biar gue hits” akhirnya orang mengikuti fashion trend yang berlaku saat itu. Padahal secara harafiahnya tidak ada yang menyebutkan bahwa trend adalah manual book of life yang benar dan wajib diikuti oleh semua orang.

Contoh: Trend awal tahun 2010 ini adalah “in Memoriam of Michael Jackson”. Apapun yang dikenakan Michael Jackson selama beliau berkarir, dijadikan suatu standard trend. Dimulai dari legging mengkilat, jaket kulit, jaket berpading tinggi, sepatu semi pantofel, dan tidak lupa topi fedora. Mendadak high-fashion designers kelas dunia merancang baju2 yang berbau MJ, lalu design tersebut dicontek oleh clothing manufacturer dari China dan akhirnya puluhan ribu clothing pieces ala “MJ” menyebar ke seluruh dunia. Lalu, majalah-majalah Fashion baik dalam dan luar negri mulai menyerukan issue trend tersebut, dan akhirnya sampailah di tangan orang-orang awam yang tidak tahu memilih style yang paling tepat untuk dirinya.

Apa sih akibat dari world-wide fashion trend ini? Sadarkah kamu ketika sedang jalan-jalan di mall seringkali kita temukan banyak orang (baik laki-laki maupun perempuan) nampak seketika terlihat bergaya serupa? Mungkin saja mereka mengenakan pakaian yang dimuat atau direkomendasikan oleh majalah fashion yang mengacu pada trend MJ tersebut. Nah, kebayang nggak kalau ada anak SMA berbadan bongsor rambut cepak malam mingguan pakai legging hitam dipadankan dengan jaket jeans berpading tinggi dan memakai topi fedora di suatu Mall, dan lucunya lagi kalau mereka pergi dalam group berlima, kelimanya bergaya sama. Nah, illustrasi di atas inilah yang kita sebut fashion stereotype cycle. C’mon, you don’t have to be the same like most people!

Sangat disayangkan kalau konsep fashion trend dijadikan suatu standard “bergaya”. Jadilah diri sendiri, kalau misalnya kamu merasa nyaman dengan mengenakan kemeja biru muda dengan celana pencil dan flat shoes, ya kenakanlah. Percayalah, bila kamu merasa nyaman dengan dirimu sendiri, otomatis kamu akan menghargai dirimu sendiri dan kepercayaan dirimu tumbuh. Ketika terlihat nyaman dan percaya diri, orang lain akan menghargai dirimu sebagaimana kamu menghargai dirimu sendiri. Berikutnya, kamu perlu tahu bahwa kepercayaan diri itu menular. Bisakah kamu bayangkan alangkah mulianya bila dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa menularkan hal yang baik kepada orang lain? :)

Salah satu prinsip berpakaian yang kami mau share adalah: Emphasize your strength (best feature), camouflage your body’ weaknesses. “Kalau betis kamu besar, tapi sepatu kamu keren, orang akan lebih focus dan notice betapa kerennya sepatu yang kamu kenakan. Kalau bentuk badanmu seperti buah pear, tapi apabila Little Black Dress yang kamu kenakan chic, maka orang akan lebih focus ke potongan bajumu yang pas (tepat) daripada berpikir mengapa pinggulmu bisa sebesar itu.” Percaya deh.. we’ve been there done that.

Semua orang terlahir unik dan berbeda. Tidak ada orang yang jelek dan tidak semua orang cantik/ganteng. Bahkan pengertian cantik itu relatif. Percayalah, bahwa semua cantik itu “buatan” dan hasil dari suatu usaha (effort) untuk terus memperbaiki diri. Bukan berarti kita tidak percaya ada orang yang terlahir cantik luar biasa. Tetapi yang mau kita tekankan adalah bahwa kamu pun bisa membuat diri kamu lebih cantik dan sangat cantik jika mau terus belajar. Misalnya, kamu merasa tidak bisa bermake-up? Beli buku tentang tata rias, daftarkan diri ke kursus kecantikan (we also offer beauty & make up class lho), browsing di Youtube, lalu berlatihlah terus, dan jadikan hal tersebut sesuatu yang permanen. Remember, practice doesn’t make it necessarily perfect, but it makes permanent and permanent makes it perfect.

Selamat menjadi dirimu sendiri!

Salam hangat,

Ruthie, Susan, Janete – JIM DARE Fashion Consultants

www.twitter.com/jimDAREfashion

Related posts:

  1. Why “Dressing” Matters: The Power of First Impression
  2. Start Leading Now

One Response to “Don’t be a Fashion (Trend) Victim, Show Your Own Style!”

  1. game hay says:

    Today, while I was at work, my cousin stole my iphone and tested to see if it can survive a twenty five foot drop, just so she can be a youtube sensation. My apple ipad is now broken and she has 83 views. I know this is entirely off topic but I had to share it with someone!

Leave a Reply