Dream, Believe, and Make it happen
December 8, 2011, by YOTCA. read: 440
Halo teman-teman, perkenalkan saya Satrio Mulyo Purnomo biasa dipanggil Satrio dari Universitas Brawijaya (YOT CA UB). Selain statusnya sebagai mahasiswa, saya aktif di organisasi yaitu Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) FEB UB sebagai wakil ketua HMJM untuk periode 2011 dan di Young On Top sebagai Manager Support 2011-2012. Kegiatan yang saya lakukan saat ini selalu berkaitan dengan lomba, sosial, organisasi, penelitian, dan sedang menjalankan bisnis dengan rekan saya.
Melihat judul dari artikel “Dream, believe, and make it happen” berasal dari Agnes Monica salah satu seniman Indonesia yang memiliki prestasi luar biasa. Ya, kali ini saya akan berpendapat mengenai hal itu.
Dream? atau dalam bahasa Indonesianya adalah “mimpi” makna dari kata tersebut yaitu keinginan dimasa yang akan datang dari setiap individu. Ketika individu di dunia tidak memiliki mimpi lagi menurut saya dia sudah “tidak hidup” mengapa? Karena dia akan bingung hal apa yang harus diperbuat atau dilakukan selama didunia. Hal ini berkaitan dengan individu yang meyakini “hidup itu mengalir saja, seperti air” jujur saya tidak sependapat dengan pernyataan tersebut. Mengapa? Dianalogikan air, air dapat bergerak ketempat keruh. Apakah kita ingin bergerak ke tempat air keruh? Atau diartikan apakah hidup kita ingin ketempat yang sia-sia atau kita melakukan sesuatu yang entah tujuannya apa. Saya percaya teman-teman sudah memiliki mimpi didalam hidupnya.
Salah satu mimpi saya saat kuliah adalah memiliki dampak positif untuk lingkungan sekitar baik di organisasi ataupun fakultas serta universitas selain itu saya menjadi “Mahasiswa Berprestasi Nasional 2012” meningkatkan prestasi dengan mengikuti lomba, aktif di organisasi, dan memiliki prestasi yang baik beberapa hal yang perlu disiapkan untuk mencapai mimpi tersebut.
Setelah kita memiliki mimpi, selanjutnya kita “believe” atau percaya dengan mimpi kita. mengapa? Karena orang disekitar tidak akan pernah percaya dengan mimpi kita sebelum kita percaya atau yakin dengan mimpi kita sendiri. Tentunya pembicaraan negatif akan selalu ada di lingkungan sekitar mengenai mimpi kita, hanya ada dua sikap yang bisa kita lakukan yaitu memilih untuk “dijadikan beban” atau “dihiraukan”. Sikap saya jika dihadapkan dengan hal tersebut adalah lebih memilih “dihiraukan” berbeda dengan lingkungan yang berpendapat disertai dengan saran. Jadi, tidak hanya hinaan atau kritik semata. Mimpi saya setelah saya menyelesaikan pendidikan adalah “sebagai konsultan pemasaran di Indonesia yang bermanfaat untuk perekonomian Indonesia” saya percaya dengan mimpi saya. Percaya saya dapat mencapainya dengan proses yang baik disertai meminta dukungan dari Tuhan YME, keluarga, dan sahabat.
Ketika teman-teman telah memiliki mimpi, percaya dengan mimpi teman-teman hal yang selanjunya adalah “make it happen” jika diartikan kedalam bahasa Indonesia adalah “membuatnya terjadi”. Menjadi hal yang sia-sia ketika teman-teman memiliki mimpi untuk diri sendiri dan bangsa Indonesia tetapi tidak mau atau hanya menjadi mimpi saja tanpa mewujudkannya. Rencanakan ketika teman-teman ingin mewujudkannya. Tunjukan kepada diri sendiri, dan lingkungan sekitar jika teman-teman dapat mewujudkan mimpi yang telah dibuat. Tetap rendah hati dan tersenyum dalam mencapai mimpi teman-teman. Satu pesan terakhir saya untuk teman-teman yaitu bermimpi untuk Indonesia, percaya Indonesia dapat menjadi negara yang dipandang oleh dunia dan wujudkan hal itu dengan kesuksesan setiap individu karena kesuksesan bangsa akumulasi dari kesuksesan individunya.
Terimakasih telah membaca, semoga bermanfaat.
Satrio Mulyo, Universitas Brawijaya.
Related posts:


