Entrepreneur Vs Self Employed
October 13, 2011, by billyboen. read: 5,015
Ketika saya twit “A lot of people CONFUSED between entrepreneurship and self-employed. <- Bnyk self-employed ngakunya entrepreneur. Too bad...", ada yang bertanya, "Emang bedanya apa? Tolong jelaskan."
Karena itulah saya akan coba terangin bedanya…
Di buku “Rich Dad Poor Dad” karangan Robert T. Kiyosaki, dia menjelaskan adanya suatu Quadrant:
E = Employee (Karyawan). Kerja untuk orang lain
S = Self Employed. Mempekerjakan dirinya sendiri
B = Business Owner (Pengusaha). Memiliki perusahaan yg memiliki sistem & mempekerjakan orang lain
I = Investor. Berinvestasi, memiliki asset (barang / benda yang menghasilkan uang)
Kalau E dan I ngga usah dijelasin ya, karena sudah jelas. Tapi, saya tahu benar bahwa di Indonesia banyak yang S tapi ngakunya B. Bedanya apa? Gini…
Kalo S itu, ketika dia lagi tidur, lagi sakit, lagi liburan, lagi males… dia ngga mendapatkan penghasilan. Alias ngga ada uang yang akan dia terima. Karena apa? Karena uang akan dia dapatkan ketika dia melakukan pekerjaannya. Siapa sajakah S? Dokter, MC, Presenter, Host Radio/TV, Pembicara Seminar, Freelance Graphic Designer, Freelance Arsitektur, dsb.
Kalo B (pengusaha), ketika dia lagi tidur, lagi sakit, lagi liburan,… dia tetap akan mendapatkan penghasilan, kalau bisnisnya sudah jalan (menghasilkan uang lebih dari pengeluaran). Siapa sajakah B? Pemilik perusahaan apapun yang memiliki karyawan selain dirinya sendiri, mulai dari pemilik restoran, pemilik creative agency, pemilik website, pemilik klub bola, dsb.
Jujur, inilah buku yang membuat saya untuk mulai berpikir untuk mendirikan PT Jakarta International Management di tahun 2006. Ini adalah ancang-ancang saya untuk keluar dari ‘rat race’ yang dijelaskan oleh Robert T. Kiyosaki di bukunya itu.
Saya pengen banget untuk bisa punya passive income. Pemikiran dan kenyataan bahwa kita bisa untuk tetap dapet duit tanpa ngelakuin apapun… yang ‘menampar’ saya kala itu. Waktu itu saya masih sebagai GM Oakley Indonesia, dan kalau saya ngga lakuin apa-apa di hari-hari saya menjabat posisi tersebut, sama aja kaya makan gaji buta. Dan saya tahu benar ini ngga boleh saya lakukan.
Itulah sebabnya akhirnya kenapa saya beranikan diri untuk banting setir dan jadi B (PT JIM & Rolling Stone Cafe), meski sekali-kali saya tetap jadi S untuk sekalian berbagi, ketika saya jadi pembicara maupun Host di radio.
S & B sama-sama tidak terikat dengan jam kerja. Tapi, S hanya dapat uang ketika dia kerja. Kalau B, ketika dia lagi ngga ngapa2in, lagi ngopi dan ketawa-tawa sama teman-temannya, (kalau perusahaannya untung) uang terus mengalir saat itu juga… enak kan?
Saya hanya menjelaskan apa itu S & B ya, bukan berarti saya bilang B pasti lebih enak daripada S. Kalau perusahaannya rugi terus, ya mending jadi S. ATAU, berusaha semaksimal mungkin, untuk jadiin tuh perusahaan untung. Simple kan?
See you ON TOP!
BB
Related posts:




Simpel tp mengena, kadang hal simpel semacam ini sering kita kesampingkan padahala ini adalah pengertian basic yg akan menuntun kita untuk melangkah lebih maju.
Tks sharing nya.
“Kalo S itu, ketika dia lagi tidur, lagi sakit, lagi liburan, lagi males… dia ngga mendapatkan penghasilan. Alias ngga ada uang yang akan dia terima.”
sejujurnya kenyataan self-employment tidak sesederhana itu (kerja -> dapat uang -> selesai) karena kalau kita cerdik kadang self-employment juga bisa “digelindingkan” ibarat running business yang menghasilkan income secara kontinu.
misalnya freelance programmer. dia bikin satu program dan jual ke beberapa perusahaan secara subscription. tiap kali perusahaan berminat memperpanjang subscription, mereka bayar lagi si programmer. kalaupun si programmer itu tidur, males, dsb. income tetap bisa masuk selama produk dia masih laku (mirip banget sama business, tapi yg ini kerja sendiri tanpa karyawan – jadi ya seharusnya masuk golongan self-employed).
contoh lain? pengarang buku. katakanlah JK.Rowling dan Andrea Hirata. mereka itu jelas self-employed (hidup dari memperkerjakan diri sendiri). misalnya Mbak Rowling sakit, dia tetep dapet income dari royalti Harry Potter tanpa dia harus ngapa-ngapain.
jadi ada S yang seperti B juga. mulainya di awal, namun setelah semua jalan, tinggal petik hasilnya dan keduanya sama-sama bisa tumbuh membesar di kemudian hari tanpa harus di-handle sepanjang waktu.
[...] S. ATAU, berusaha semaksimal mungkin, untuk jadiin tuh perusahaan untung. Simple kan?See you ON TOP!sumber : @billyboen var addthis_config = {"data_track_clickback":true}; Artikel Yang Mungkin [...]
[...] http://www.billyboen.com/entrepreneur-vs-self-employed/www.billyboen.com/nurutin-orang-tua-vs-berani/www.billyboen.com/jangan-pernah-sungkanwww.billyboen.com/ngga-bisa-atau-ngga-benar2-mau [...]
@wirawan winarto:
IMHO, sekedar tanggapan..
B yg dimaksud disini, selaen mempunyai karyawan, ialah juga mempunyai SISTEM!
contoh programmer yg anda maksudkan sangat tidak tepat.
yg anda mungkin maksudkan sebagai programmer freelance yg termasuk “self-employed” ialah programmer yg tdk mempunyai sistem subsciption. alias, kalo customernya mo pake lagi, programmernya mesti dateng lg utk setting dll lagi.. ini yg dimaksud “kalo ga kerja, ga dapet duit..” contoh yg anda maksudkan, jelas sudah termasuk dlm business owner.. yg mempunyai sistem, jelas billyboen sdh jelas menyebutkan “website owner” (barangkali subscription programnya bisa diperpanjang lewat internet? ini juga adalah sistem)
contoh penulis/JK Rowling yg anda maksudkan jg sangat tidak tepat.
tdk ada penulis yg ketika submit buku ke editor, dan langsung dibayar $1jt. karena blm ketawan bgmn penjualannya. dan inilah yg dilakukan rowling.. dia mendapatkan penghasilannya berupa “cicilan” alias komisi per penjualan.
jd ketika rowling diem2/tidur2an/sakit2an dapet duit, bukan berarti self-employ jg dapet duit pas lg santai.. tp karena emang karakteristik penulis buku spt itu.. cicilan/komisi. anggep aj misalkan si editor/penerbit bisa melihat masa depan, dan tau bahwa rowling akan mendapat total $1jt dan langsung di bayar di muka. pertanyaannya: apakah rowling akan dapet duit lagi walau dia tidur2an/sakit2an/liburan? tentu tidak. yg anda maksud disini bahwa rowling ttp dapet royalti ialah $1jt yg sy maksud di dpn, tapi dibayar nyicil sesuai per penjualan dan itu bukanlah maksud billyboen disini “self employ kalo sakit ya ga dapet duit..”
hal ini jg sama seperti agen asuransi.
agen asuransi di lvl bawah ialah seorang self-employ (yg harus kerja n closing utk dapet komisi). dia akan tetap dapet komisi bulanan, tp bukan berarti self employ itu akan dapet duit walaupun dia sakit.. bukan begitu maksudnya. dia TIDAK AKAN mendapatkan nasabah baru (baca: penghasilan) kalo dia tdk bekerja. betul ga?
agen asuransi lvl menengah-atas biasanya sdh mempunyai downline agen2.. mereka2 inilah yg sdh menjadi business owner. inilah yg dimaksud billy bahwa “ketika mereka liburan/sakit mereka ttp dapet penghasilan”. karena mereka dapet komisi override dr agen bawahnya mereka.
maaf kalo rada bawel..
hanya bermaksud sharing dr apa yg saya tau.. dan mencoba bersikap kritis thdp sebuah pendapat.
jadi malu, dulu pas baru lulus. semangat ku begitu meng gebu2 u/ bisa jd enterpreneur, tp skrg mlh mlempem. keasikkan jd pekerja
Jujur juga, bukunya Kiyosaki memang luar biasa. Bener-bener merubah haluan hidup.
Salam sukses mas,emang luar biasa bgs buku best sellernya dari Robert T Kiyosaki itu. saya jg sempat kaget setelah melahap buku dari robert. menurutku ada sesuatu yg selama ini blm pernah di ajarkan di sekolah. dan saat itu aku betul2 menyadarinya. seperti ada di kehidupan baru.
Artikel yang bagus. pemaparannya jelas memperlihatkan perbedaan self-employee dan business owner. tapi saya masih sulit menempatkan beberapa profesi dalam kuadran ala Robert Kiyosaki tersebut. sebut saja profesi yang mengandalkan royalti, seperti penulis buku cont: J.K ROWLING, penulis lagu, penulis naskah, dll. dan beberapa profesi lain yang mendapatkan pendapatan dari royalti.
pasalnya mereka tanpa bekerja, katakanlah saat tidur, lburan, malas dan hang-out bersama teman-teman, royalti akan tetap mengalir, tetapi jika ditinjau dari kepemilikan bisnis, mereka sama sekali tidak memiliki hak milik terhadap perusahaan penerbitan tersebut. Mohon diberikan masukan ya
pada akhirnya bakal balik lagi ke diri orangnya..dimana dia maksimal.. ada yang maksimal sebagai pegawai..tapi ada juga yang bisa maksimal di semua kuadran tadi.
semoga semua orang menemukan tempat dia bisa maksimal