billy boen

Esensi Pendidikan di Indonesia

December 6, 2011, by YOTCA. read: 1,464

MUHAMMAD AFIF IZZATULLAH – YOT CA ITB – NOVEMBER ARTICLE

Sebenarnya apa sih esensi pendidikan terutama di Negara kita Indonesia? Pertanyaan ini terjawab ketika saya mendapatkan kesempatan berdiskusi dengan salah satu former guru besar di Universitas Negeri Jakarta yang sekarang masih aktif di dunia pendidikan, Bapak Prof. Arief Rachman.

Mungkin ini hal yang sepele dan jarang dipikirkan banyak orang, namun justru esensi dasar pendidikan di Indonesia inilah yang merupakan suatu basis fundamental untuk kita selama menempuh jenjang pendidikan di Indonesia. Beliau pertama sangat menekan sekali definisi pendidikan sesuai UU di Indonesia.

Dalam Undang-undang system Pendidikan Nasional, Bab I, Pasal I dinyatakan:

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarkat, bangsa dan negara

Adapun fungsi dari pendidikan itu sendiri seperti diutarakan dalam Bab II, Pasal 3:

Pendidikan  nasional  berfungsi  mengembangkan  kemampuan  dan  membentuk  watak serta peradaban  bangsa  yang  bermartabat  dalam  rangka  mencerdaskan  kehidupan bangsa,  bertujuan untuk  berkembangnya  potensi  peserta  didik  agar  menjadi  manusia yang  beriman  dan  bertakwa  kepada  Tuhan  Yang  Maha  Esa,  berakhlak  mulia,  sehat, berilmu,  cakap,  kreatif,  mandiri,  dan menjadi  warga  negara  yang  demokratis  serta bertanggung jawab.

Dari 2 wacana di atas dapat kita simpulkan, kata yang pertama kali tertulis esensi dari pendidikan di Indonesia adalah “kekuatan spiritual keagamaan” dan “manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia”.

Justru bukanlah ilmu eksak ataupun nilai yang menjadi tujuan utama kita menuntut ilmu dalam setiap jenjang pendidikan. Melainkan karakter dan akhlak mulia yang berbasis ketakwaan kepada Tuhan YME –lah yang harus ditanamkan dalam setiap generasi terdidik bangsa kita.

Namun, fakta yang ada di Negara kita sekarang lebih dikerucutkan hanya sebatas pendidikan dasar ke arah pengembangan intelektual belaka (kognitif) dan minim penekanan dalam pembinaan sikap, karakter dan akhlah (afermatif). Yang idealnya poin-poin termasuk kognitif, pendidikan informal, pengabdian masyarakat, penelitian semua pendidikan itu harus bertujuan utama iman, takwa dan akhlak mulia tadi.

Karenanya esensi pendidikan di Indonesia itu seharusnya “konsistensi kita terhadap definisi dan fungsi pendidikan sesuai UU yang telah berlaku di Negara kita.” Inilah yang mnejadi tantangan kita sebagai penerus estafet perjuangan bangsa untuk lebih menitik-beratkan karakter sebagai pembelajaran utama bagi seluruh peserta didik di Indonesia.

Referensi:

http://id.wikipedia.org/wiki/Arief_Rachman

http://www.inherent-dikti.net/files/sisdiknas.pdf

Related posts:

  1. BRING SOLUTION NOT PROBLEMS FOR INDONESIA
  2. Ayo Indonesia Bisa!
  3. “TOP Words” – Kisah Sukses & Inspiratif Orang-Orang TOP Indonesia
  4. kita adalah Indonesia dan Indonesia adalah kita.
  5. GARUDA MUDA INDONESIA INSPIRASIKU

Leave a Reply