billy boen

FORBES & SIOMAY; KARENA LEBIH TAHU

July 18, 2011, by Fadhly Syofian. read: 1,988

Iseng-iseng saya melihat majalah Forbes Asia edisi Oktober 2010 yang sudah lama tergeletak. Ternyata Forbes Asia edisi Okotber 2010 itu mengangkat tema tentang daftar 400 orang terkaya di Amerika. Bill Gates menempati urutan pertama dengan kekayaan USD 54 milyar. Disusul oleh Warren Buffet USD 45 milyar dan Larry Ellison yang dengan Oracle yang punya USD 27 milyar. Sekedar tambahan informasi, daftar The Top 10 juga diisi oleh 4 orang Walton Family lewat bendera Wal-Mart, yaitu Christy Walton (urutan 4, USD 24 milyar), Jim Walton (urutan 7, USD 20,1 milyar), Alice Walton (urutan 8, USD 20 milyar), dan S. Robson Walton (urutan 9, USD 19.7 milyar).

Forbes Indonesia juga merilis daftar orang terkaya di Indonesia. Maka muncullah nama Budi dan Michael Hartono di urutan pertama dengan USD 11 milyar disusul Susilo Wonowidjojo dengan USD 8 milyar. Maka tersajilah daftar nama orang terkaya berikut kekayaannya dengan nilai yang mencengangkan, setidaknya buat saya. Mencengangkan, karena di pikiran saya yang pas-pasan ini, bagaimana orang kok bisa sebegitu kaya ya? Bagaimana mereka memperolehnya? Bagaimana mereka mengelola uang sebanyak itu? Dan mengapa Tuhan memilih mereka menjadi orang kaya?

Di pikiran saya, muncul pertanyaan, kenapa ya kok Tuhan malah memberikan karuniaNya untuk kaya kepada orang-orang tersebut. Kenapa ke mereka? Kenapa tidak ke tetangga saya? Atau kenapa tidak ke saya? Jika persyaratannya bahwa kekayaaan itu harus dianugrahkan kepada orang yang tepat, saya merasa memenuhi kriteria ‘tepat’ tersebut. Saya tidak pernah menilep uang orang lain, uang perusahaan, apalagi uang rakyat. Saya juga berusaha keras dan berdoa tiap hari minimal lima kali dan berharap besar Tuhan mengabulkan doa saya. Niat saya jika kaya, saya ingin lebih banyak membantu orang lain. Jadi keinginan kaya itu punya dasar niat mulia. Jika manusia itu selalu didampingi oleh malaikat dan digoda terus oleh syaitan, saya tidak tahu apakah alasan-alasan dan kata-kata manis yang saya kemukakan di atas itu berasal dari malaikat atau dari rayuan syaitan. Semoga saja bukan dari syaitan!

***

Suatu hari si kecil bertanya kepada saya, apakah ia boleh meminta uang untuk membeli siomay, Mukanya memelas, ia ingin siomay. Ia ingin permintaannya dikabulkan. Ia ingin siomay karena teman-temannya juga membeli siomay yang dimasukkan dalam plastik dan dimakan bersama-sama sambil bermain. Tak jelas bagaimana rasa siomay itu, entah enak, entah tidak. Tapi baginya, keceriaan makan siomay bersama teman-temannya adalah kebahagiaan tersendiri. Kebahagian menurut definisi si kecil.

Melihat tempat berjualan siomay itu yang kotor dan si penjual yang saya juga tidak yakin kebersihannya, saya mengatakan TIDAK. Bukan karena saya tidak mampu membelikan siomay. Bukan pula karena saya pelit untuk mengeluarkan uang dua ribu perak. Saya mengatakan tidak karena saya tidak ingin si kecil sakit. Saya tidak ingin ia makan makanan yang tidak bersih. Saya tidak mengabulkan permintaannya karena saya sayang padanya. Mendengar jawaban TIDAK dari saya, si kecil diam. Ia kembali bergabung dengan teman-temannya dengan kecewa. Ia lihat teman-temannya yang makan siomay. Ia hanya bisa melihat, tidak bisa merasakan siomay karena permintaannya tidak saya kabulkan. Ia lihat juga si tukang siomay. Si kecil sedih. Hati saya iba juga melihatnya. Tetapi saya tetap tidak membelikannya karena saya tahu apa yang terbaik bagi si kecil.

Jika ingat apa yang saya lakukan terhadap si kecil, kok saya akhirnya jadi malu sendiri. Wong saya yang cuma bagian dari manusia yang sering salah ini saja berani bersikap sok tahu kepada si kecil, masak Tuhan nggak bisa bersikap lebih tahu daripada saya? Jika saya menolak permintaan si kecil karena saya paham benar apa yang terbaik buat si kecil, bukankah Tuhan menolak permintaan saya karena Tuhan pasti paham benar apa yang terbaik buat saya. Jika saya menolak permintaan si kecil karena saya merasa pengetahuan saya jauh lebih banyak dari si kecil, maka pasti Tuhan juga belum mengabulkan permintaan saya jadi kaya karena Tuhan jelas MAHA TAHU dibandingkan saya yang kadang sok tahu ini. Mungkin saja jika sekarang saya jadi kaya seperti Bill Gates, saya bisa jadi gila.  Jadi Tuhan punya rencana, kayanya nanti aja ya?

Intinya, tidak usahlah menggugat Tuhan. Tuhan MAHA tahu dari apa yang tidak diketahui oleh manusia. Syukuri saja anugerah yang sudah ada.

 

Banyumanik, 30 Januari 2011

Related posts:

  1. Insiden Karena ‘Emosi’ & ‘Setengah2′

Leave a Reply