Gandum telah menguras 2,4 milyar USD devisa negara !
December 9, 2011, by YOTCA. read: 496
Aditiya Muchsin S – Univ. Jenderal Achmad Yani (Oktober)
Banyaknya jumlah penduduk di Indonesia yang tidak diiringi dengan kemampuan pemenuhan kebutuhan pangan membuat Indonesia hanya akan menjadi obyek pasar produk pangan impor. Pada saat ini gandum merupakan salah satu sumber pangan utama bagi masyarakat Indonesia. Namun, besarnya kebutuhan gandum tidak ditopang oleh ketersediaan bahan baku gandum yang memadai dari dalam negeri. Sampai saat ini Indonesia harus menguras cadangan devisa sebesar 2,4 milyar USD untuk mengimpor gandum demi memenuhi kebutuhan pangan nasional.
Ironis sekali sebagai Negara agraris, Indonesia sebetulnya kaya akan jenis bahan pangan yang tersebar di berbagai wilayah. Tetapi masih tetap harus mengimpor bahan pangan yang hampir seluruhnya diimpor dari luar negeri. Serta trend pola makan masyarakat Indonesia yang semakin menyukai produk olahan dari gandum ini juga merupakan salah satu hal yang berkontribusi impor gandum yang tinggi.
Sebenarnya, Indonesia mempunyai berbagai peluang untuk mencapai kemandirian dalam bidang pangan secara berkelanjutan dikarenakan Indonesia merupakan Negara agraris yang mempunyai berbagai jenis bahan pangan yang tersebar luas diseluruh wilayah.
YOTers, inilah tugas dan tanggung jawab kita mengembalikan kemerdekaan bangsa kita. Walaupun kita sudah terbebas secara fisik oleh penjajahan. Tetapi penjajahan budaya, ekonomi bahkan pangan pun masih menggerogoti bangsa kita !
Diam untuk Tertindas, Bungkam adalah Pengkhianatan !!!
So, Mari kita ber-INOVASI, ber-KREASI dan BERGERAK.. Wahai Generasi Muda !!!
Related posts:


