Gemuruh “Indonesia Raya” di #GBK
December 30, 2010, by billyboen. read: 2,973
Setelah note saya “Nurdin Halid Vs. Alfred Riedl” di www.kickandy.com, ini note saya yang kedua tentang laga TimNas kita di laga AFF Cup 2010.
Thanks to Ricky Suhendar, Head of Marketing-nya Pocari Sweat Indonesia, yang mengajak saya, istri, dan James (anak) untuk nonton bareng final leg ke-2 AFF di VIP area-nya Gelora Bung Karno (#GBK), tanggal 29 Desember 2010 kemarin. Dengan rasa cemas setelah melihat keributan pembelian tiket yang terjadi beberapa hari menjelang hari H-nya, kami bertiga memutuskan untuk tetap pergi ke #GBK karena saya sendiri lahir & besar di Indonesia, tapi belum pernah nonton pertandingan sepak bola di stadium #GBK yang merupakan stadium ke-4 terbesar di dunia dengan kapasitas 88,000 tempat duduk (setelah direnovasi).
Kami pun berkumpul di FX dan jalan kaki ke #GBK jam 16.15. Sepanjang jalan ramai sekali. Kami memasuki #GBK sendiri pukul 17.00. Pertandingan baru akan mulai pukul 19.00. Kami foto-foto dan menikmati suguhan musik dari artis-artis yang hadir, ada Ruth Sahanaya dan “mirip Rod Steward”. J
Berulang kali kami menyerukan yel-yel “I N D O N E S I A, plok plok plok (tepuk tangan), I N D O N E S I A, plok plok plok! Lagu-lagu yang sering kami nyanyikan ketika masih duduk di bangku SD, SMP, SMU dilantunkan, “Maju Tak Gentar” hingga “Halo-Halo Bandung” meski ngga nyambung ya?
Ketika pukul 18.15, pelatih Malaysia ngecek lapangan, suara gemuruh “Boooooooo” pun mengudara. Diteriakkan oleh semua orang yang ada di GBK, karena memang tidak ada yang berkaos kuning, alias GBK memang dipadati 100% oleh pendukung TimNas. Ini berlanjut ketika tim Malaysia melakukan pemanasan. Namun suasana berubah ketika Timnas Indonesia melakukan pemanasan, semua kembali menyerukan yel-yel “I N D O N E S I A, plok plok plok”!
Yang sungguh mengharukan adalah detik-detik ketika pertempuran akan dimulai, di mana lagu “Indonesia Raya” dinyanyikan oleh 95,000 orang yang memadati GBK. Videonya bisa dilihat di (Video on www.billyboen.com). Saya pun fight untuk tidak menitikkan air mata, sungguh terharu saat itu. Seperti yang saya tulis di twitter saya, @billyboen, dalam perjalanan pulang:
“Td sy rekam suasana ktika Indonesia Raya brkumandang di #GBK! Entah knp sy tdk merinding, tp terharu mlihat 1 stadium cinta Indonesia srasa tdk ada ras, agama, suku yg memisahkan Merah Putih. Brharap ini tdk hny di stadium #GBK! Sy yakin bnyk yg mengharapkan ini”
Itulah yang saya rasakan. Masih teringat jelas dulu ketika sekolah, setiap Senin kami dipaksa untuk upacara bendera dan menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, tapi kemarin saya menyanyikan lagu Kebangsaan ini benar-benar dengan rasa kebanggaan yang luar biasa!
Saat itu saya tidak bisa tweet karena signalnya hanya gsm, tapi saya berhasil minta tolong Young On Top Campus Ambassador untuk men-tweet dari akun @youngontop, karena saya ingin ngasih tau ke orang-orang bahwa inilah yang saya rasakan:
“Apapun hasil akhirnya, jelas di dlm GBK, INDONESIA sudah MENANG! #YOT”
Pertandingan mulai tepat pukul 19.00, stadium penuh beberapa jam sebelumnya. Sungguh, koq mereka semua bisa on time ya? Tapi kalau janjian ketemu orang, selalu macet dijadikan alasan, padahal kemarin macet luar biasa. Berarti benar apa yang saya selama ini bilang, “On time itu bukan bisa atau tidak, tapi lebih ke mau atau tidak?” OK, cukup tentang curcol saya soal hal ini. Balik ke tentang apa yang saya lihat dan rasakan kemarin di GBK…
Pertandingannya sendiri ngga akan saya bahas di sini karena saya yakin puluhan juta mata sudah melihat sendiri jalannya pertandingan dan mengetahui hasil akhirnya. Namun, ada beberapa yang mau saya sampaikan, yang menurut saya unik.
Ketika pertandingan sudah mulai, yang duduk disekitar saya pada ngeliat ke atap, persis di atas kami duduk. Pertama saya bingung ada apa, karena atapnya tinggi sekali. Ternyata, ada 1 orang bawa bendera Merah Putih yang naik ke atap GBK! Tidak ada jalan ke sana selain manjat tiang-tiang yang menjadi konstruksi atap GBK! Sungguh membahayakan, sungguh gila kalau menurut saya. Dia tidak berpikir bahwa itu dapat membahayakan nyawanya, untuk nonton sepak bolah final AFF? Apapun alasan dia, sungguh tidak masuk di akal sehat saya.
Gemuruh penonton terus ‘memadati’ telinga saya, dari teriakan “Maling maling maling” yang ditujukan untuk pemain Malaysia, hingga “Nurdin turun!”. Yel-yel penyemangatpun tidak henti-hentinya diteriakan untuk pasukan Garuda yang menyerang selama 45 menit pertama. Semua penonton berdiri dan terus-terusan mendukung serangan-serangan TimNas yang sukses menghasilkan banyak peluang ‘nyaris’ gol. Hingga hadiah penalti yang gagal dieksekusi oleh tim Kapten Firman Utina.
Babak kedua juga TimNas terus menyerang, tapi sayang kita kecolongan 1 gol duluan lewat serangan balik. Langsung berasa lemas rasanya. Ada yang beranjak pulang, bukan karena tidak mendukung TimNas hingga akhir, tapi lebih dikarenakan takut rusuh nantinya. Saya, istri, anak, dan teman-teman tetap berdiri ‘tenang’ dan terus menikmati permainan pahlawan-pahlawan kita di lapangan yang terusssss menyerang. Hingga akhirnya gol pertama diciptakan, GBK kembali ‘hidup’ dan akhirnya gol kedua pun berhasil diciptakan. Sungguh tontonan luar biasa yang disuguhkan oleh TimNas kita.
Meski kita tidak bisa menjadi juara AFF Cup 2010, tapi kemarin membuktikan bahwa tim kita telah berusaha sebaik mungkin! Sepanjang kejuaraan ini, tim kita menang 6 kali dan hanya 1 kali kalah. Salut, semoga ini sebuah awal kebangkitan TimNas kita!
Satu hal yang membuat pengalaman nonton bola di GBK kemarin menjadi tak terlupakan adalah saya, istri, dan anak sekarang tidak lecet sedikitpun. Alias, kemarin tidak ada rusuh sama sekali! Memang pas pertandingan usai, di tribun atas sempat pada melemparkan botol-botol plastik berisi air ke tempat duduk area VIP. Saya sempat kawatir dan melindungi James dengan tas ransel yang kami bawa. Bersyukur ‘hanya’ sekitar 30 botol plastik yang dilemparkan dan tidak ada yang cedera.
Saya salut kemarin meski TimNas tidak juara, 95,000 penonton di dalam GBK ditambah ribuan yang ada di luar stadium tidak rusuh! Jadi, kemenangan kita kemarin malam ada 2: Tim Merah Putih menang 2-1 atas Malaysia dan penonton kita sudah dewasa! Sungguh membanggakan! Saya ngetik paragraph ini aja sambil merinding…
Thanks untuk pelatih, asisten pelatih, semua pemain TimNas dan seluruh suporter Merah Putih… kalian telah membuat saya tetap bangga menjadi Warga Negara Indonesia! Harapan saya masih sama, semoga sepak bola kita dipimpin oleh seluruh pihak yang bersih. Saya benci sama korupsi, semoga ke depannya tidak ada koruptor yang memimpin TimNas kita. Juga seluruh rakyat Indonesia tetap mendukung TimNas untuk bisa menjadi lebih baik lagi. Pengen kan kita lihat TimNas berlaga di putaran final Piala Dunia suatu saat nanti?
See you ON TOP, TimNas Merah Putih! Garuda di dadaku!
Billy Boen
Twitter: @billyboen
Facebook: billyboenYOT
Related posts:



Dear Pak billy,
Hanya membaca ceritanya saja, bulu kuduk saya merinding. Bisa merasakan aura nasionalisme yang hadir di GBK kemarin.
Very inspiring !!
malaysia memang lebih hebat………..
Saya ndak kebagian tiket,, jadi nonton bareng di luar stadion aja dah pas final,, hoho
Great post. I was checking continuously this blog and I am impressed! Extremely helpful information specifically the last part
I care for such information a lot. I was seeking this certain information for a long time. Thank you and good luck.
Congratulations on your site that is always open to innovation. Thank you Free Porn management rokettubee.tv “porno” Thank you videos