Harapan Itu Pasti Ada
September 16, 2011, by YOTCA. read: 1,453
Putiha Rakhmaini Indah sari – YOT CA IPB – Inspiring Article September 2011. Memiliki penyakit yang langka mungkin semua orang tidak ada yang mau, tapi jika tuhan menghendakinya semua orangpun tidak dapat mengelak kuasa tuhan tersebut.
Tiga tahun yang lalu pertama kali saya menginjakkan kaki dan resmi menjadi mahasiswa di Institut Pertanian Bogor. Suatu hal yang istimewa bagi saya. Awalnya setiap mahasiswa diwajibkan untuk tinggal menetap di asrama selama satu tahun, bingung dan sedih yang saya rasakan pertama kali karena jauh dari orang tua. Seiring berjalannya waktu saya mulai medapatkan seorang teman yang berasal dari satu daerah yang sama dan saya pun merasa nyaman untuk berteman dengan dia, Sakina SB namanya. Sakina terkenal sebagai anak yang pendiam, suka menyendiri dan sulit bergaul, banyak orang yang menganggapnya sombong, namun semua orang tidak banyak tahu dibalik pendiam dia, dia menyimpan 1000 ketakutan.
Dia menceritakan bahwa dia memiliki penyakit yang langkah yaitu Penyakit “ Psoriasis’. Suatu penyakit autoimun yang menyerang kulit dimana penderitanya mengalami proses pergantian kulit yang terlalu cepat. Penyakit ini tidak akan menular, tapi sampai saat ini belum diketahui penyebabnya secara pasti dan di dunia kedokteran pun belum menemukan obat yang 100% dapat menyembuhkannya, yang ada hanya menahannya saja. Ketakutan akan dijauhi temannya sangat besar yang ia rasakan padahal apa yang ia rasakan itu salah besar, setelah teman-temannya mengetahui penyakit dia, temannya termasuk saya selalu memberikan semangat, dukungan dan berusaha membuka pikiran dia bahwa tuhan tidak tidur, ketika kita memiliki kemauan yang besar untuk hidup maka sebesar itu pula harapan yang akan kita rasakan.
Ketika ia mulai mengenal arti pertemanan, ia pun mencoba mencari informasi tentang penyakit yang ia derita, dan… ia pun menemukan suatu komunitas yang memilki kesamaan penyakit, disana ia mulai mengetahui bahwa walaupun penyakit itu tidak dapat disembuhkan namun penyakit itu dapat ditahan. Dia pun sekarang sudah memulai untuk berprestasi kembali, setelah enam tahun penyakit itu ia derita, ia pun tidak malu lagi untuk bergabung dengan teman-temannya dan ia sadar bahwa HARAPAN ITU PASTI ADA.
Mungkin itu sedikit cerita dari teman saya,. Namun hikmah yang saya dapatkan bahwa sesungguhnya obat segala penyakit yaitu kepercayaan diri, dan apabila kepercayaan diri kita kuat maka kita akan lebih mudah untuk mengukir ribuan prestasi dan Jangan pernah sia-siakan masa muda kita untuk tetap berprestasi dengan 1000 hambatan yang dilalui. Anggap saja hambatan itu sebagai anugerah dari Tuhan.
Related posts:



izin share ke blog saya ya..
makasih ^_^