billy boen

Hey smoker, still want to smoke?

September 17, 2011, by YOTCA. read: 432

Artikel ini Hany kutip dari sebuah buku yang berjudul  ‘Percepatan Rezeki’ Karya Ippho Santosa. Hany sangat bersemangat untuk men-share artikel ini ke teman-teman semua  karena sangat  berguna untuk renungan bagi siapa saja yang merokok.

Kalau ada seseorang menawarkan suatu penawaran kepada kalian, dan penawarannya seperti ini, orang tersebut akan mengembuskan asap motor ke hadapan kalian dan keluarga kalian setiap hari. Kemudian untuk mendapatkan jasa ini, kalian cukup membayar Rp 300 ribu per bulan. Gimana? Tertarik? Dalam hati kalian pasti berfikir “ Kurang ajar! Sudah lah keluarga gw di racunin, eh duit gw malah di rampok Rp 300 ribu!!” Tenang,tenang. Jangan-jangan kalian sendiri yang telah melakukan hal ini selama bertahun-tahun. Namanya, merokok.

Siapapun maklum, asap rokok lebih beracun daripada asap motor. Herannya, seorang ayah sampai hati meracuni kesehatan diri dan keluarganya setiap harinya selama bertahun-tahun. Padahal kesehatan merupakan aset untuk beribadah , mencari rezeki, melindungi keluarga , dan menghadirkan keturunan. Yah, hanya gara-gara ia tidak dapat menahan diri dari candu.

Sok atuh direnungi bahayanya :

  • Penilitian di Amerika menunjukkan merokok adalah penyebab kematian yang paling utama yaitu kanker paru-paru dan jantung koroner.
  • Di dunia,  setiap 6,5 detik, 1 jiwa hilang karena rokok .
  • Di indonesia, setiap hari 1.172 jiwa hilang karena rokok.
  • Jumlah korban rokok jauh lebih banyak daripada jumlah korban kecelakaan lalulintas maupun korban bencana alam.
  • Jumlah korban rokok Cuma 1 tingkat dibawah korban narkoba.
  • Mengisap rokok adalah langkah pertama untuk mencoba narkoba.
  • Mencandui rokok menjadi langkah kedua untuk mencoba narkoba.

Udah di baca?? Yakin pasti masih banyak yang bersikeras bahwa rokok itu baik dengan alibi:

  • Merokok itu membawa ketenangan dan kenikmatan. Padahal itulah candu, itulah sugesti. Terbukti lebih banyak orang yang tidak merokok dan mereka tetap mendapatkan ketenangan dan kenikmatan
  • Rokok itu membuka lapangan kerja dan menghasilkan pajak. Padahal narkoba juga bisa membuka lapangan kerja, namun tidak serta merta menjadikan  naroba itu baik.
  • Kalaulah memang rokok itu baik, maukah para perokok itu menyuruh anak dan keponakannya merokok sedini mungkin? Para perokok pun menggeleng, karena sebenarnya mereka pun sadar bahwa merokok itu tidak baik.

Masi suka menemukan orang-orang yang jago ngeles untuk merokok?? Adapun saran praktisnya adalah :

  • Bagi kalian yang sudah terlanjur merokok, kurangi secara bertahap. Utamakan kesehatan keluarga kalian.
  • Tetapkan kapan kalian akan berhenti ank stop merokok secara total. Tiga hari, lima hari, atau tujuh hari. Karena kalau tidak di tetapkan maka berhenti merokok hanya angan-angan. Tetapi kalau sudah di tetapkan, merokok akan segera menjadi kenangan.
  • Buktikan bahwa kalian mengendalikan pikiran, bukan pikiran yang mengendalikan anda. Buktikan bahwa kalian bukan orang yang suka mencari-cari alasan.
  • Tidak perlu menyalah-nyalahkan pemerintah, pergaulan, dan pabrik rokok. Mulailah dari diri kalian sendiri, kemudian keluarga, baru orang-orang disekitar kalian. Terus perluas pengaruh kalian
  • Cegah anggota keluarga kalian untuk merokok.
  • Bagi kalian yang tidak merokok, hindari asap rokok.

Sekian dulu artikel dari Hany bulan ini, mungkin sebagian yang baca ada yang tersinggung dengan artikel ini, oleh karena itu perkenankanlah Hany untuk meminta maaf jika ada salah-salah kata. See you on top and keep motivated!!!

Hany Syafira – Universitas Bakrie @hanysyafira (Artikel September)

No related posts.

Leave a Reply