Hidup dalam Kecepatan
January 3, 2012, by YOTCA. read: 1,488
William Lautama
YOT CA Institut Teknologi Bandung
Inspiring article bulan Januari
Apakah kamu merasa 2011 begitu cepat berlalu? Tahun demi tahun akan tetap datang, hidup kita lah yang terus berjalan. Llife goes on! Siapa lebih cepat, dia unggul dan selangkah lebih maju mengambil kesempatan. Sekalipun kita diam dunia tetap berputar, matahari terbit di timur & terbenam di barat, dan selalu ada orang lain yang melakukan hal besar. “Life is a race! if you don’t run fast, someone else will beat you and move faster than you!” kutipan pesan seorang professor kepada mahasiswa baru dalam film 3 Idiots. Kehidupan dunia ini bagaikan lomba dari menjawab soal ujian sampai memilih dosen pembimbing untuk Tugas Akhir (maklum udah tingkat 4 :p).
Kalau kamu masih lama berpikir dan lambat dalam menentukan keputusan, maka ada orang lain yang mengambil kesempatan tersebut. Dalam waktu singkat, tentukanlah dengan cepat dan penuh pertimbangan, siapa cepat dia dapat! Kesempatan yang diberikan maupun kesempatan yang kita cipatakan sendiri, semuanya membutuhkan tindakan yang cepat dan tindakan diawali dari pikiran.
Berpikir kilat & bijak sangat kritis diperlukan, misalnya saat menjawab pertanyaan lisan seperti wawancara. Dalam situasi tersebut kamu akan berhadapan langsung dengan penguji atau orang yang memberi pertanyaan. Kamu harus siap menjawab dengan mantap, kalaupun belum siap pasti kamu akan berpikir cepat mencari jawaban yang bisa memuaskan si penguji. Jika dalam 3 detik belum siap menjawab, ada tips untuk menambah waktu berpikir yaitu dengan rephrase atau mengulang pertanyaan yang diajukan penguji dengan bahasamu sendiri. Tips ini memiliki dua manfaat, yaitu untuk mengkonfirmasi apakah betul hal yang ditanyakan sudah sama dengan persepsi kamu dan menciptakan extra time untuk berpikir menyiapkan jawaban.
Saya pernah membaca suatu artikel yang sangat menarik tentang seorang pelawak ceplas-ceplos yang dapat berpikir kilat dan cocok sekali sebagai perwujudan tulisan ini, yaitu Tukul ‘Reynaldi’ Arwana pembawa acara Bukan Empat Mata. Menurut psikolog sosial, Sartono Mukadis menyebut Tukul sebagai pelawak jenius karena dapat berpikir secara cepat (quick thinking). Juru bicara kepresidenan, Andi Mallarangeng juga memuji acara yang dibawakan Tukul sebagai lawakan yang menghibur, segar, santai, cerdas, penuh improvisasi dalam menepis sangkalan. Saya punya kiat-kiat untuk membantu bagaimana caranya supaya bisa berpikir kilat dan bijak :
- Ubah kebiasaan lama
- Terus haus akan ilmu
- Selalu latih otak anda.
- Berpikir dengan semua cara pandang
Saya yakin apabila ke-4 cara diatas dilakukan, maka perbaikan dalam kecepatan dan cara berpikir pun akan kita capai. Jika berpikir lebih cepat, maka kita bisa berkarya lebih banyak, iya kan?
Related posts:
- KEKUATAN DALAM BERPIKIR
- Berpikir Positif Dalam Keadaan Sulit
- TERIMA + KASIH = HIDUP
- Jangan Menilai Seseorang Buruk Sebelum Mengenalnya Lebih Dalam
- Berpikir Positif Dalam Keadaan Sulit


