Hidup Tanpa Tantangan Is Nothing !
October 10, 2011, by YOTCA. read: 1,654
Dias Erfan – YOT CA IPB – Inspiring Article Oktober
Tantangan ! hal yang satu ini banyak dicari orang tapi banyak juga dihindari orang, Itu ga aneh gan. Soalnya, untuk menjalani yang namanya tantangan pasti membutuhkan pengorbanan dan ga semua orang mau berkorban untuk itu. Tapi, kadang ada juga orang yang berpikiran daripada hidupnya stagnant aja mending nyoba sesuatu yang baru dengan mengambil tantangan dan syapa tau bisa dapat sesuatu darisana.
Kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya yang pastinya berkenaan sama judul artikel. Dahulu kala saat saya masih mengenakan seragam abu-abu, saya bukanlah siapa-siapa. Saya cuma seorang anak yang suka berantem, belajar jadi anak gaul (padahal norak), nongkrong sana sini, dan belajar seadanya (surem dh pokoknya gan). Saat itu, saya termasuk orang yang tidak berani mengambil yang namanya tantangan (kecuali tantangan berantem :p) padahal banyak banget tantangan yang ditawarkan kepada saya untuk aktif di jalan yang bisa benar-benar dibanggakan, seperti pemilihan ketua osis, diminta menjadi anggota tim debat mewakili SMA, dan lomba-lomba lainnya. Dulu tanpa sadar saya suka mendemotivasi diri saya sndiri dengan bilang dalam hati “ngapain sih ngelakuin itu ?? ga penting, non sense itu mah. Emgnya gw bisa rangking satu klo lakuin itu”. Demikian seterusnya hidup saya selama SMA berlanjut saja seperti itu tanpa perubahan yang berarti.
Namun, sewaktu masuk ke dunia kampus akhirnya mata saya terbuka lebar dengan melihat beberapa sosok kakak kelas yang sukses di dunia kampus dan di dunia kerja dengan mengambil berbagai macam tantangan yang ada di depannya (notes: SEARCH YOUR OWN INSPIRATIONAL PEOPLE TO MOTIVATE YOU). Dari sana saya mulai memberanikan diri untuk mengambil berbagai macam tantangan di depan saya, mulai dari mengikuti seleksi untuk menjadi delegasi Indonesia di ajang “International Agriculture Student Symposium” di Malaysia, lalu menerima tantangan untuk menjadi kepala departemen external di organisasi mahasiswa pertanian internasional, dan sampai menerima tantangan untuk menjadi ketua dari organisasi tersebut di tahun selanjutnya. Setelah berhasil melalui sedikit dari banyak tantangan yang ada didepan saya itu, saya merasa kalau diri saya jauh lebih berkembang ketimbang orang-orang yang masih menganut pemikiran saya sewaktu SMA dulu yang tidak berani menerima tantangan. Selain itu, saya juga merasa hidup saya itu lebih produktif dengan menerima banyak tantangan.
Kadang saya agak iri dengan teman-teman kosan saya yang bisa santai di kosan nya masing sambil main komputer, main playstation, dan main kartu tapi saya malah sibuk diluar untuk menyelesaikan tantangan yang sudah saya terima. Tapi lucu gan, karena kalau saya sudah berhasil menyelesaikan tantangan-tantangan yang dulu saya terima dengan hasil yang maksimal. Justru, teman-teman saya yang saya irikan keadaanya dulu malah berbalik iri kepada saya dan bertanya “koq bsa sih lu yas ? gw juga mau donk, hidup gw hampa nih di kosan aja ga ada kerjaan”. Ya dari sini saya setuju banget kalau kita harus punya pikiran yang sama dengan sama tag line iklan yang lagi booming saat ini “RUMPUT GW LEBIH ASIK DARI RUMPUT TETANGGA” yang artinya sama dengan “HIDUP GW LEBIH ASIK DARI HIDUP TETANGGA”. Ya, tantangan benar-benar membuat hidup saya terasa benar-benar hidup dan bermanfaat.
Disamping itu, saya juga mau bercerita kalau pada bulan ini saya mengambil banyak sekali tantangan. Kalo diizinkan, tanpa bermaksud untuk pamer saya ingin menyebutkannya satu-satu ya gan :
- Lomba Indonesia Business Plan Competition (IBC) deadline berkas (25 september) – deadline ppt dan presentasi untuk 10 besar (8 oktober 2011).
- Seleksi Nutrifood Leadership Awards (NLA) deadline berkas (10 september) – Seleksi (9 Oktober 2011)
- Project Officer of Team Building Games in PT BASF Gathering “Work Life Balance”, presentasi ke management BASF (7 oktober 2011), deadline lainnya setiap saat, acara (22 Oktober 2011) FYI : ini diwaktu saya UTS.
- Tetap menjabat sebagai Ketua IAAS LC IPB, kegiatan update setiap minggu
Itu sedikit dari berbagai macam tantangan yang saya coba berani hadapi. Pada awalanya, saya tidak habis pikir kalo saya berani mengambil semua tantangan ini. Saya sempat berpikir apa saya bisa mengorbankan banyak hal untuk mensukeskan ini semua. Tapi, saya ingat pelajaran dari mentorship yang saya dapat dari MM YOT bulan september lalu tentang “CONSISTENT” dari sana saya ingat kembali lagi ingat bahwa komitmen saya adalah dapat menjadi orang yang sukses dengan berbagai macam value added yang saya miliki. Oleh karena itu, saya berusaha konsisten pada komitmen saya dan juga meyakinkan diri saya untuk konsisten dalam diri saya bahwa saya mampu menyelesaikan tantangan ini dengan kapasitas saya. Alhasil, dengan hal itu semua saya berhasil melalui semua tantangan yang saya sebutkan diatas dengan sukses. Saya menjadi juara 1 pada lomba IBC, terpilih sebagai semifinalis dari jakarta pada ajang NLA, dan berhasil menjalani sesi presentasi dengan baik dan dapat meyakinkan pihak BASF bahwa organizer saya dapat menyelenggarakan acara tersebut dengan baik. Saya sangat puas dan senang atas semua capaian yang saya terima dari tantangan yang saya hadapi itu dan hal tersebut membuat saya menjadi terus termotivasi untuk menerima tantangan yang lebih besar lagi kedepannya untuk meningkatkan kapasitas diri saya dan membuat hidup saya lebih berarti.
Dari sharing pengalaman saya barusan, saya ingin mengibaratkan tantangan itu sebagai sebuah batu granit, pengalaman dan kapasitas diri sebagai sebuah pisau, dan diri kita sebagai manusia yang mengasah pisau. Apakah kita mau pisau yang kita miliki semakin tajam ? maka kita harus terus berupaya memakai granit tersebut untuk mengasah pisau kita. Semakin bagus kualitas granit yang kita gunakan (semakin besar tantangan yang kita hadapi) maka akan semakin bagus kualitas dan ketajaman pisau yang kita miliki (semakin bagus kualitas kapasitas diri dan pengalaman diri kita). Sekarang tinggal kembali ke diri anda, apakah anda berani mengasah pisau anda ? atau anda terlalu malas untuk mengasah pisau anda dan akan membiarkannya tumpul dan berkarat ?? PILIHAN ADA DI DIRI ANDA.
Salam Inspirasi,
Dias Erfan
YOT CA IPB
Related posts:
- JANGAN HIDUP TERLALU STANDAR BUNG!!
- TERIMA + KASIH = HIDUP
- Episode Tanpa Henti
- Sharing Kebaikan Tanpa Pamrih



HEBAT!