How do you show your respect – Lili Nur Indah Sari YOT CA UI
August 13, 2011, by YOTCA. read: 1,927
How do you show your respect – oleh Lili Nur Indah Sari YOT CA UI
Ketika ditanya, hal apa yang paling membuat anda merasa janggal terhadap kepedulian terhadap satu sama lain, entah kenapa yang ada dikepala saya adalah ketika saya menaiki kereta ekonomi AC jurusan depok-Jakarta Kota beberapa waktu silam. Kereta merupakan salah satu kendaraan favorit saya dari rumah saya di Depok menuju kampus saya UI salemba. selain karena pas dikantong dan terhindar dari macetnya Jakarta, juga saya mendapat banyak pelajaran hidup yang rasanya tidak akan saya dapatkan apabila naik kendaraan pribadi.
Lanjut, jadi ceritanya adalah ketika saya naik kedalam kereta tersebut, suasana saat itu tidak terlalu ramai (hingga naik keatas gerbong, atau tidak bisa bergerak) dan tidak juga kosong, karena saya tidak mendapatkan duduk. Saya menuju ke daerah sambungan antar gerbong agar tidak terdorong-dorong, saat itu, disebelah saya berdiri seorang Ibu yang menggendong anaknya dan seorang anak kecil disebelahnya, sedang di depan saya Nampak laki-laki usia 30 tahunan sedang duduk memandang sekitar, sebelah kiri laki-laki tersebut ada 2 laki-laki lain yang sedang tertidur dan disebelah kanan ada ibu usia 40-an. Saat itu sang anak yang masih kecil disebelah sang ibu merengek keras ingin duduk, Ibu pun bingung, sang Ibu memberi pengertian terhadap anak untuk bersabar, saat itu rasanya ada yang aneh. Bukankah memberikan duduk kepada wanita terutama ibu yang kesulitan menggendong dan anak yang merengek itu yang selalu ada pada setiap pelajaran PPKN ketika kita masih kecil?
Selanjutnya yang membuat saya terheran kemudian adalah, sang ibu berumur 40 tahun lah yang berdiri dan memberikan duduk kepada sang Ibu. Aneh ya, apakah kepedulian terhadap sekitar tidak lagi menjadi sesuatu yang harus dilakukan? Saya mendapat pelajaran dari kejadian ini, kurangnya kepedulian itu mungkin karena masih tingginya perasaan memikirkan diri sendiri yang teramat kuat, dimana kepentingan pribadi jauh lebih didahulukan. Ini merupakan suatu teguran bagi kita, bahwa terkadang kita kurang peka dan sadar terhadap lingkungan sekitar, dimana disekitar kita banyak orang-orang yang butuh pertolongan namun mungkin yang ada di pikiran kita baru sampai pada tahap keinginan, bukan tindakan nyata. Terkadang sedikit kepedulian yang menurut kita tidak berarti, sangat berarti bagi orang yang membutuhkan.
Related posts:


