If God exist, why worry?
October 17, 2011, by YOTCA. read: 1,531
Tiarni Putri Fau – YOT CA Universitas Padjadjaran – Bulan Oktober
Kalimat di atas merupakan status bbm teman saya yang membuat saya menjadi berpikir tentang kehidupan. Saya berusaha membuat jembatan antara kehidupan mahasiswa dan kalimat di atas.
Manusia sering membuat rencana dalam kehidupan kita. Mulai dari membuat rencana jangka pendek sampai membuat rencana jangka panjang. Kita sebagai mahasiswa juga sering membuat suatu perencanaan dalam hidup kita. Biasanya perencanaan yang di buat seperti rencana lulus, rencana kerja, rencana menikah, bahkan rencana liburan. Dalam membuat perencanaan, pasti kita juga membuat target-target yang ingin kita capai dan step-step yang akan kita lakukan untuk mencapai target tersebut. Contoh misalnya, ingin lulus dalam waktu 4 tahun dengan IPK 3,5. Bagaimana caranya untuk mencapai target tersebut? Misalnya dengan setiap semester mengambil 24 SKS dan memiliki IP minimum 3,5 setiap semesternya. Bagaimana jika step-step yang sudah kita rencanakan tidak berjalan dengan yang kita mau? Pastinya kita harus intropeksi diri dan mengevaluasi apa yang menyebabkan rencana tersebut tidak berjalan dengan lancar. Oke, sampai tahap ini, berarti masih ada harapan untuk mencapai target tersebut.
Sekarang, teman-teman pernah tidak merasa semua rencana teman-teman gagal dan tidak ada yang tercapai?
Mungkin kalau gagal hanya sekali tidak masalah, namun bagaimana jika teman-teman mengalami kegagalan berkali-kali? Sudah merasa melakukan semaksimal mungkin dan mencoba berbagai kesempatan yang ada namun tidak ada yang berhasil? Contoh misalnya tidak menang dalam lomba bisnis plan, gagal mendapat beasiswa, gagal mendapat nilai A dalam suatu mata kuliah, dll. Apa yang akan teman-teman lakukan?
Apakah teman-teman merasa kecewa?
Apakah teman-teman merasa marah?
Apakah teman-teman akan stop berusaha?
Terkadang manusia sering memaksakan kehendaknya sendiri. Berdoa dengan memaksa Tuhan untuk mengabulkan permintaan kita. Tapi tahukan teman-teman kalau Tuhan memiliki rencana yang terbaik untuk kita?
Hal yang sangat manusiawi sekali jika setelah manusia melakukan perencanaan, manusia menjadi berharap dan merasa kecewa ketika tidak berhasil mewujudkan rencananya. Namun sangat di sayangkan jika manusia lebih memilih untuk putus asa, berhenti berharap, dan tidak bersyukur atas apa yang sudah dimilikinya.
Apakah teman-teman pernah mendengar istilah Ora et Labora ? Ora et Labora artinya adalah berdoa dan bekerja. Artinya adalah manusia harus terus berusaha namun tidak boleh melupakan Tuhan. Sambil berusaha, kita harus tetap pasrah pada Tuhan YME.
Menurut saya, inilah yang harus teman-teman terapkan di dalam kehidupan kita terutama ketika kita sedang gagal. Tidak salah jika manusia berencana dalam hidupnya, berusaha dan bekerja keras untuk merealisasikan rencana dalam hidupnya, tapi akan jauh lebih baik jika teman-teman tidak melupakanTuhan dan terus pasrah pada-Nya. Percayalah bahwa rencana Tuhan jauh lebih indah dari rencana manusia sambil mengucap syukur atas apa yang sudah teman-teman punya di kehidupan teman-teman sekarang.
Seperti status di bbm teman saya, If God exist why worry?
Jadi, kenapa kita harus khawatir? Kenapa kita harus putus asa jika mengalami kegagalan terus? Waktu kita bukan waktu Tuhan jadi kita harus sabar untuk menunggu semua jerih payah kita akan berbuah nantinya.
Related posts:





You might be my role models. Thank you for that write-up
I’m curious to find out what blog platform you’re utilizing? I’m having some small security issues with my latest blog and I’d like to find something more secure. Do you have any suggestions?