Just Share!!:)
January 18, 2012, by YOTCA. read: 1,267
Fatimah YOT CA UI, Pada monthly meeting YOT yang lalu, mas ricky, salah satu mentor young on top, memberikan kartu merah kepada seluruh CA dengan anjuran untuk mengisinya dengan hal yang sangat ingin kita berikan kartu merah tersebut (layaknya permainan bola). Ada salah satu YOT campus abassador yang menulis untuk menghapuskan salah satu pernyataan yang sudah sering didengar, yakni “orang miskin dilarang sakit”. Mungkin artikel yang saya tulis kali ini tidak jauh mengenai hal tersebut.
Sebuah kenyataan yang sudah sangat biasa kita dengar di telinga kita dan tentunya sangat menyakitkan, jika kita lihat kondisi saat ini terutama di kota-kota besar, dimana setiap manusia memiliki banyak kebutuhan dan semakin banyak setiap harinya, baik untuk pendidikan, makan sehari-hari yang semakin sulit dijangkau oleh orang-orang yang kurang beruntung, orang-orang yang hanya memiliki dan mendapat sedikit uang walau sudah bekerja dari pagi sampai pagi lagi. Fakta bahwa kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin semakin terlihat. Si kaya dengan mudahnya menambah koleksi mobil, rumah, baju dsb. Sedangkan si Miskin jangankan memikirkan hal itu untuk makan tiga kali sehari pun mereka sudah merasa kesulitan. Atau berapa banyak anak-anak yang dilahirkan dari keluarga yang kurang mampu yang tidak bisa mengenyam pendidikan layaknya anak-anak yang lahir dari orangtua kaya. Yang lebih utama adalah masalah kesehatan dirumah sakit.
Dengan biaya pengobatan yang bisa dibilang sangat sangat tinggi seorang miskin akan sangat sulit “menikmati” fasilitas dari rumah sakit, jangan pernah berpikir untuk berobat di rumah sakit swasta, untuk berobat di rumah sakit negara atau puskesmas yang nota bene seharusnya masih mempunyai “keringanan” dengan adanya bantuan dari pemerintah dengan bermacam-macam programnya pun kadang merupakan barang mewah bagi si miskin. Dan apa yang terjadi jika mereka memaksa untuk berobat kesana ? hanya kecuekan dari staf-staf yang ada disana yang akan mereka rasakan, ya…mereka bagaikan sebuah sekumpulan sampah, yang tak perlu dilirik bahkan bila bisa dijauhkan dari lingkungan.
Ada sebuah cerita yang saya kutip dari kaskus mengenai seorang nenek miskin yang masih menggunakan infusnya, tetapi sudah keluar dari rumah sakit dengan menangis. Ini kutipannya:
“akan tetapi sejenak mata dan pikiranku tersetak dengan pemandangan yang sangat mengiris hati nurani.
Di pinggiran trotoar yang penuh dengan pedagang kaki lima itu aku melihat seorang nenek yang kelihatannya sangat lemah dan lemas menangis histeris di bahu seorang lelaki yang berusaha menenangkannya. kelihatannya leelaki itu adalah pedagang ketoprak di sana.
Lelaki itu memeluk nenek dan berbicara sesuatu yang tidak kumengerti. Nenek itu menangis tiada henti. dan hal yang paling mengejutkanku adalah di lengan nenek itu tertancap saluran infus dengan tabungnya di genggaman nenek tersebut. Pemandangan itu benar-benar memilukan hatiku.
Aku tidak butuh untuk mengerti omongan lelaki tersbut namun aku sudah mengetahui apa sesungguhnya yang terjadi.
Di benakku langsung terbersit pikiran-pikiran mengenai kejadian yang dialami nenek itu dan aku tertegun lama, sangat lama. sebelum kakiku disenggol oleh penjaja koran yang meenawarkan dagangannya. aku langsung tersadar.
ya, di balik euforia dan rasa bahagia sebagian rakyat Indonesia, bahkan masih ada seorang–danpasti lebih–yang masih harus menderita untuk memenuhi kebutuhannya. kebutuhan akan kesehatan, makanan, dan lain-lain yang jarang sekali mendapatkan perhatian yang seharusnya. sementara media dan pihak pemerintah dengan gencar memblow-up mengenai hal-hal lain yang seakan menjadi candu sesaat bagi kita.”
Tentu kita tidak dapat menyalahkan dengan seenaknya salah satu pihak, baik rumah sakit, pemerintah dan lainya, tepi sebelumnya kita harus melihat dan mempertanyakannya dari berbagai sudut pandang, baru kita dapat menentukan tindakan yang dapat kita ambil untuk memperbaiki kondisi tersebut. Semoga generasi muda sekarang ini lebih peduli terhadap kondisi-kondisi yang ‘layak’ dipedulikan di indonesia terutama dan dapat membuat sebuah perubahan..:)
Related posts:


