Kata – kata dapat merubah Persepsi
October 17, 2011, by YOTCA. read: 329
Oleh : Kusumaday Ajibrata CA dari STIKOM Interstudi
Bulan : Oktober
Hallo semuanya, jumpa lagi bersama saya. Oke saya akan membahas tentang kata – kata dapat merubah persepsi.
“Kata – kata dalam sebuah tulisan mempunyai kekuataan tersendiri dari setiap kalimat – kalimat. Kekuatan tersebut menjadi lebih kuat jika kita menggunakan intonasi dan penekanan dalam setiap kalimat tertentu, tapi kita membutuhkan sebuah penalaran dalam setiap kata – kata dan kalimat yang kita baca.( H. Alwi, 1998)”
Nah dari kata – kata diatas bisa disimpulkan, apa yang kita tulis dan di ucapkan bakal berbeda pemahamannya, tergantung dengan intonasi dan gerak tubuh yang kita gunakan. Jika pemakaian intonasi dan gerak tubuh yang berlebihan, itu bisa mengakibatkan ciri khas yang berbeda dari kita dan orang lain. Hal itu bisa berbuah unik atau lebay, tergantung persepsi setiap orang. Buat saya “persepsi itu adalah pola pikir” dimana setiap apa yang kita pikirkan bisa berdampak bagi setiap orang yang menjadi lawan bicara kita. Misalnya kita lagi bete nih, terus ada temen ngajak bercanda. Mau selucu apapun yang temen anda utarakan, buat diri sendiri malah garing. Benar tidak? Pasti bawaannya mau nabok orang, gigit orang, sentil orang, atau yang lebih parah lagi sentuh orang. Loh? Haha. Menurut Zaenal dan amran. “Penalaran adalah sesuatu proses berfikirnya manusia untuk menghubung – hubungkan data atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu simpulan”
Kadang kala kesalahan yang sering kita lakukan itu ketika terjadi situasi penting, yang dimana setiap kata – kata kita sangat berarti dan ga ada pulsa atau males atau gimana. Kita malah memilih sms, bbm atau email. Padahal kata – kata yang ditulis kadang – kadang membuat yang baca jadi salah persepsi, itu karena apa yang kita baca tergantung apa yang kita pikir bukan. Benar tidak? Ada yang bilang kalo mengatakan cinta utarakan langsung donk, jangan telepon apa lagi cuman tulisan. Itu karena feel yang dirasa berbeda, sama kaya persepsi yang jadi lawan bicara kita. Kata dosen penulisan naskah radio saya, apa yang di pikirkan langsung di tulis, terus dibaca pasti binggung sendiri. tapi apa yang kalian tulis terus dibaca sambil ditulis itu artinya akan berbeda dari yang pertama. Coba deh.
Nah kesimpulannya adalah, ketika anda, anda sekalian. Tidak ingin terjadi salah paham dengan lawan bicara anda, ada baiknya kalian ketemu langsung, telepon, atau voice note. Untuk kejadian atau hal penting yang di bicarakan, kalo bisa sesuai dengan lingkungan dan feel yang dirasakan.
Terima kasih sudah membaca artikel yang ga seberapa ini.
No related posts.


