Keep your doors open to new opportunities, it might surprise you
August 23, 2011, by YOTCA. read: 616
By : Addina Marsha – Universitas Pelita Harapan.
Pengalaman pertama menulis artikel rasanya excited, campur dengan takut. Takut kalo apa yang difikiran tidak terealisasikan dengan apa yang ditulis. Tapi saya selalu menanamkan dalam diri saya untuk jangan pernah takut mencoba sesuatu yang baru dan positif pastinya, karena tanpa kita mencoba kita tidak akan tau bagaimana hasilnya. sama seperti yang akan saya ceritakan pada artikel pertama saya berdasarkan pengalaman pribadi yang saya alami.
Pada artikel kali ini saya akan share tentang pengalaman baru yang saya alami 1 bulan kemarin. 1 bulan kemarin tepatnya pada tanggal 20 juli – 19 agustus saya bersama 27 teman saya mengikuti sebuah misi budaya di Spanyol dan Portugal. Dan selama 8 hari, saya mengikuti festival nari bersama 14 negara lainnya. Selama disana kita belajar untuk bisa menghargai perbedaan culture, language, dan behavior dari masing-masing negara. Indonesia merupakan satu-satunya tim yang berasal dari Asia. Dan bagaimana caranya dalam 8 hari kita harus bisa membaur bersama orang-orang dari negara lain.
Awalnya saya dan tim saya sempat minder untuk bergabung dan mengobrol dengan tim dari negara lain. apalagi dengan pengalaman hari pertama yang tidak mengenakan. Ya.. sekedar share banyak dari negara lain mengira kita (saya dan teman-teman saya) yang mengikuti festival berusia sekitar 16-18 tahun. padahal anggota tim saya berusia 20 tahun keatas. Tau tidak, menggapa kita dikira semuda itu? Karena orang Indonesia pendek dan dinilai pendiam oleh negara lain. agak kesal awalnya dengan pernyataan ini, selain itu saat tim saya sedang berlatih sebuah gerakan tari, salah satu negara malah mengejek dan menyindir kami karena gerakan tari kami aneh.
Tapi apapun yang mereka cerca itulah menjadi semangat kami menunjukan bahwa kita bisa. Saat perform pertama disebuah jalanan beraspal dan miring kami akan menampilkan tarian saman (tarian dengan posisi duduk berlutut) kebayang gimana sakitnya menari diatas aspal dan jalananya menurun? Gak usah dibayangkan mendingan langsung dicoba dan positive thinking. Ya.. itulah yang tim saya lakukan, selama kita yakin dan mau mencobanya semua akan baik-baik saja. Tibalah saatnya Indonesia perform dengan menunjukan keunikan tarian saman. Semua penonton terpukau dengan performance kami, mereka terkagum-kagum dengan kami yang menari diatas jalanan aspal yang miring, dengan durasi 20 menit pula. Selesai perform, salah satu negara yang mengejek tim saya saat latihan tadi menghampiri kami dan memberikan ucapan selamat karena mereka sangat suka dengan keunikan tarian saman. Betapa senangnya kami karena dari situ pula saya dan tim jadi berteman dengan negara tersebut. coba dibayangkan kembali, bila tim saya menyerah dan tidak mau mencobanya. Kami akan semakin diejek karena gampang menyerah dan tidak berteman dengan negara yang mengejek kami kan.
Selanjutnya, di hari berikutnya Indonesia diminta untuk membuat sebuah party. Party yang dimaksud adalah setiap negara diwajibkan menunjukan culture yang dimilikinya. Betapa bingungnya kami yang H-1 diminta untuk membuat sebuah acara yang harus menarik dengan menunjukan unsur kebudayaan Indonesia. Kita semua tau bahwa budaya Indonesia berbeda dengan budaya barat. Awalnya kami takut kalau apa yang kami sajikan tidak menarik dan membuat negara lain boring. Tapi, budaya Indonesia ya budaya Indonesia. Kita tetap akan membuat acara yang berhubungan dengan budaya Indonesia. kami berfikir kembali, kita pasti bisa. Jangan menyerah sebelum melakukan. Yah, dengan semangat dari 28 orang dari tim saya, kami menyusun acara yang berdurasi 2 jam dengan menyajikan budaya dan kebiasaan orang-orang Indonesia. Dari mengajarkan tari saman, tari piring, goyang dangdut, joget poco-poco, sampai permainan ular naga panjang. Berbeda dengan budaya barat yang kebanyakan mengisi dengan mengajarkan dansa, modern dance, dan lain-lain. Selama acara berlangsung banyak sekali orang dari negara lain datang dan join dengan games yang kami berikan. Ternyata tanggapan dari negara lain jauh dari apa yang kami bayangkan sebelumnya. Mereka sangat sangat menyukai budaya Indonesia yang berbeda dari negara-negara lainnya. Alhamdulillah, untung kami tidak takut mencoba tantangan ini, ternyata dengan kita yakin dan mau berusaha pasti hasilnya tidak akan sia-sia.
Pengalaman terakhir yang tidak akan terlupakan. Saya beserta tim saya harus mengikuti tournament basket melawan 14 negara lainnya yang tingginya tidak ada yang lebih pendek dari kami. Kebayang bagaimana down-nya kami saat itu. Tapi daripada kita menggundurkan diri, kita tidak akan pernah tau bagaimana rasanya bermain basket melawan negara lain yang tinggi-tinggi. Dengan semangat dan mengatur trik-trik merebut bola dari bawah karena kalo kita loncat mau mengambil bola tetap saja tidak sampai (kasian banget yah) kita menjalaninya dengan enjoy dan fun. Kita harus positive thinking saat itu, walaupun mereka tinggi-tinggi tapi mereka semua penari sama seperti kita, mereka bukan pemain basket sesungguhnya. Oke.. dan hasilnya pertandingan pertama saya dan tim basket yang diutus oleh Indonesia (gaya dikit ceritanya) memenangkan pertandingan melawan Belgia. yeaaay Indonesia menang! Yaah walaupun setelah itu melawan 3 negara lainnya kalah, tetapi yang penting kita tidak menyerah di awal. Walaupun berharap menang tapi kami menganggap menang atau kalah yang penting ini adalah pertandingan persahabatan dengan negara-negara lain. Dari situ saya berfikir, kalau tidak mencoba, hal ini tidak akan terjadi kan? Sekali lagi jangan malu atau takut untuk mencoba..
Selain itu, selama festival disana saya dan teman-teman saya yang beragama muslim tetap menjalankan puasa selama 17 jam. Siapa sih yang awalnya gak berfikir ‘kayanya gw gak kuat deh, kita kan sambil nari, sambil aktivitas, sambil ini, sambil itu’ tapi…. Jangan banyak takut sebelum mencoba. Dengan keyakinan dan mau mencoba alhamdulillah kami tetap puasa walaupun kegiatan berlangsung.
Sekian cerita dari pengalaman saya, semoga dapat menginspirasi teman-teman untuk jangan takut mencoba karena tanpa mencoba sesuatu hal yang baru yang belum pernah kita lakukan kita tidak akan tahu bagaimana hasilnya. Walaupun terkadang meleset dari apa yang diinginkan but at least kita sudah mencobanya. Ingat, penyesalan selalu datang belakangan lho.. Selagi perbuatan itu positif lakukanlah semaksimal mungkin dan selalu berpositive thinking
Cheers, Addina Marsha Young On Top Universitas Pelita Harapan
Related posts:


