billy boen

Keeping Up with Your Closet

January 7, 2011, by JIM-DARE. read: 3,484

Selamat Tahun Baru 2011. Tahun baru memiliki semangat tersendiri yaitu semangat memulai hal yang baru, semangat mengintropeksi segala kekurangan di tahun sebelumnya dan memperbaikinya di tahun yang baru.

Kali ini jimDare hadir dengan semangat membersihkan lemari pakaian kamu!

Lemari pakaian memberikan peran yang penting in how you start your day. Tidak mau kan menghabiskan waktu terlalu lama karena bingung mencari letak pakaian yang ingin kamu pakai hari ini, atau karena terburu- buru malah jadi salah kostum karena asal ambil pakaian, atau bahkan dicap membosankan karena selalu memakai pakaian yang itu- itu saja karena selalu mengambil hanya dari tumpukan yang paling atas. Untuk mencegah hal- hal tersebut dan tentu saja untuk menghemat waktu kamu dalam memilih pakaian, kamu harus mampu memvisualisasikan seluruh isi lemari pakaian dan posisi dimana semua barang- barang milikmu itu kamu letakan. So, the first thing you have to do is to get your closet organized!

Ada dua pilihan yang bisa kamu pertimbangkan, you can either do it yourself or you can call in a professional closet organizer, like us :)

Well, if you choose to challenge yourself and pick the first option, here are some basic principles we’d like to share to get your closet well organized:

I. Babak penyisihan.

Langkah awal adalah, sortir semua pakaian, tas, dan sepatu yang ingin kamu keluarkan dari koleksimu tahun ini. Bagaimana cara mengkategorikan barang yang akan kamu simpan atau sudah saatnya ‘disingkirkan’? Jawab pertanyaan berikut ini:

a. Apakah sepanjang tahun 2010 item tersebut sering kamu kenakan?

b. Apakah secara ukuran (size) masih bisa kamu pakai? (Kalau 2010 kamu mencapai target berat badan idealmu yang mengakibatkan pakaian-pakaianmu sekarang jadi kebesaran atau sebaliknya)

c. Apakah kondisi barang- barang tersebut masih cukup baik?

Jika mayoritas jawaban dari ketiga pertanyaan diatas adalah tidak, maka barang tersebut sudah saatnya dikeluarkan dari koleksi kamu untuk tahun 2011. Pakaian, sepatu, tas yang kamu keluarkan dari lemarimu dan dalam kondisi yang cukup baik, bisa kamu donasikan atau dijual lagi sebagai barang2 second hand.

Get organized, sort through items and determine if they’re irreparable and can be tossed or still in good shape and can be donated.

II. Simpan dengan benar

a. Gantung Formal Clothes kamu!

Ada hal kecil yang tidak terlalu diperhatikan oleh kebanyakan orang, yaitu gantungan baju atau hanger. Hanger diciptakan berbeda untuk beberapa tipe pakaian. Perlu kamu ketahui juga, clothes hanger adalah salah satu bentuk investasi. Dengan hanger yang baik dan sesuai, pakaian kamu akan selalu dalam kondisi yang baik walaupun tidak digunakan dan tentu saja clothes hanger membuat pakaianmu tertata dengan rapi di dalam lemarimu. Berikut beberapa tips untuk menggantung pakaian kamu:

  •  gunakan gantungan dengan padding untuk pakaian dengan bahan halus, lembut, dan delicate
  •  gantungan plastik untuk kemeja berkancing; dan
  •  gantungan kayu untuk jacket dan suit karena gantungan ini menjaga bentuk asli pakaian.

Remove the wire hangers. They just don’t properly support your clothes! Buang juga plastik laundry karena dengan plastik itu pakaianmu tidak bisa bernafas dan cairan kimia setelah laundry tertahan di dalamnya. Berdasarkan gantungan tersebut, kamu bisa mengkategorikan pakaian berdasarkan tipe, warna, dan kegunaan.

Consider storing seasonal items in a separate place.

b. Sweater, T-shirt, Cardigan.

Untuk jenis pakaian ini, jangan pernah digantung melainkan dilipat dan dikoordinasikan sesuai warna. Selalu hindari menggantung sweater dengan hanger karena seringkali hanger dapat mengendorkan bentuk asli sweater atau cardigan.

c. Sepatu.

Khusus untuk sepatu, kalau kamu menyimpan kotak sepatu, beri label di setiap kotak untuk menunjukan isi kotak tersebut. Foto sepatu/sandal dari 2 sisi, lalu tempelkan foto tersebut di luar kotak sepatu.

If you are willilng to invest a little money in your closet, beli kotak sepatu bening sehingga kamu dapat lebih mudah mengakses koleksi sepatumu. Kotak sepatu bening ini bisa dicari di beberapa online shop via facebook.

III. Tata letak.

Selalu letakkan pakaian yang paling sering dikenakan atau pakaian favorit di posisi paling atas. Bila lemari kamu besar dan masih ada ruang- ruang tersisa, gunakan untuk menaruh pakaian yang jarang dikenakan atau koleksi musim tertentu, contoh: sepatu hiking, jaket winter, sepatu boot, handuk kimono, topi pantai, dll. Posisikan barang-barang tersebut di lemari bagian paling atas.

Khusus untuk aksesoris, tips berikut dapat kamu lakukan untuk menjaga agar aksesorismu dapat ikut tertata rapi dalam lemari pakaianmu:

  • Shawl ; dilipat dan diletakkan di dalam suatu kotak/laci lemari
  • Anting-kalung-cincin-gelang; gunakan kotak perhiasan yang bentuknya kotak besar dengan sekat dan laci untuk mengkategorikan cincin, kalung, jam tangan, dan gelang.
  • Belt; sebaiknya digantung di gantungan kawat khusus untuk belt. Pilihan lainnya yaitu gulung belt dengan posisi kepala belt di dalam lalu tali melingkar ke luar. Letakkan di suatu kotak atau laci lemari.
  • Dasi; sebaiknya digantung di gantungan khusus dasi, agar bentuknya tidak berubah dan mudah mengakses koleksi dasi.

When you put items back in your closet, don’t just hang them anywhere, stay organized! And don’t forget to regularly checking your wardrobe about once every few months.

Happy orginizing!

Follow us on Twitter: @jimDAREfashion

Visit our blog: http://jimDAREfashion.blogspot.com

Got questions about our fashion consulting service? Contact: susan@jakartaintl.com

Related posts:

  1. SALE: It’s the Thing You Can’t Resist
  2. Don’t be a Fashion (Trend) Victim, Show Your Own Style!
  3. Sugar Free Vs. Teh Pahit
  4. Ilustrasi “Kotak Korek Api”
  5. Resolusi, Target, atau Impian?

One Response to “Keeping Up with Your Closet”

  1. [...] This post was mentioned on Twitter by JIMmodels, Billy Boen. Billy Boen said: Nih, tips di http://www.billyboen.com utk teman2 di 2011 (khususnya wanita) dari @jimDAREfashion , klik di: http://bit.ly/iaukYk [...]

Leave a Reply