Kehidupan yang Seimbang
January 25, 2012, by YOTCA. read: 756
Gabriella Sirait – YOT CA Universitas Indonesia
Pada buku Secrets of the Millionaire Mind oleh T. Harv Eker saya membaca suatu bagian di mana T. Harv Eker menjelaskan bahwa orang yang kaya biasanya mau mengorbankan waktunya untuk keluarga dan bersenang-senang. Mungkin paragraph tersebut tidak dapat secara harfiah diartikan demikian, namun kurang lebih begitu lah yang saya tangkap.
Saya akui, dari berbagai kisah sukses yang saya dengar dari berbagai tokoh, selalu ada pengorbanan yang mereka lakukan. Mulai dari uang, waktu, tenaga, dan yang saya tekankan pada tulisan saya kali ini, kebahagiaan. Ya, banyak sekali orang yang rela untuk mengorbankan kepuasan batinnya demi mendapatkan kepuasan materi.
Menurut saya adalah lebih baik apabila seseorang tidak mengorbankan kebahagian yang real demi mendapatkan kebahagiaan yang tidak real dalam arti tidak memiliki pemetaan yang jelas dalam visi dan misinya. Sebagai contoh, sebagian orang mungkin berpikir bahwa anak-anak muda yang terkadang membuang waktu untuk sekadar jalan-jalan adalah anak-anak yang memiliki kebiasaan kurang baik, tidak seperti anak-anak muda yang kegemarannya adalah membaca buku, belajar, dan berorganisasi. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, saya mendapati bahwa hal ini belum tentu benar. Pada masa dan kesempatan yang berbeda, saya dapati bahwa orang yang tidak mengorbankan kebahagiaannya menjadi lebih sukses dibandingkan orang yang mengorbankan kebahagiaannya. Dengan berbahagia, kita bisa menjadi lebih peka, lebih bersyukur, dan tentunya bisa menjadi pribadi yang lebih menyenangkan. Apabila kita tidak mengerti bagaimana cara menyenangkan diri sendiri, tentunya kita akan menjadi pribadi yang membosankan, aneh, dan pada akhirnya sulit untuk mendapatkan tempat di masyarakat.
Oleh karena itu, sesungguhnya adalah baik apabila sebagai anak-anak muda kita tidak menjadi terlalu ambisius dan berusaha untuk lebih santai dalam menjalani hidup selama tetap bertanggung jawab dan tahu ‘peta besar’ tujuan hidup. Dengan demikian kita dapat menjalani hidup yang lebih seimbang dengan bekerja keras namun juga mengetahui cara mensyukuri hidup secara utuh.
Related posts:
- Kami butuh Perlindungan, Cinta, Keamanan, serta Kehidupan yang bebas.
- Yang Muda Yang Berkarya
- Goal Kehidupan
- Merefleksikan “Hazard” dari Mata Kuliah Sistem Digital dalam Kehidupan
- Yang Muda yang Berkarya yang Merdeka


