Lebih Bahagia Kerja Setiap Hari
August 3, 2011, by Francisca Prandayani. read: 5,715
“Buat apa pulang kantor – kalau besok toh harus masuk lagi? “ ujar teman saya yang sudah biasa lembur di kantornya dan meledek saya yang hari itu juga harus lembur. Bedanya, saya tidak merasa terpaksa. Bukan karena sok cari perhatian atau kepingin kelihatan keren, namun ada kalanya kita harus mencoba berada di dalam situasi yang paling tidak strategis sekalipun – agar kita belajar.
Paman saya bekerja di sebuah perusahaan multinasional, suatu ketika dia bercerita tentang betapa menyenangkan fasilitas di kantor beliau. Saya lantas bercanda bertanya, “Oom ada lowongan nggak disana? Bisa kerja sampai 8 tahun tidak pindah-pindah pasti asyik sekali!”. Dia cuma tersenyum menjawab, “Cisca, ini bukan masalah fasilitas, tetapi saya memang sudah meant-to-be bekerja di perusahaan ini, sama seperti kamu yang memang sudah meant-to-be bekerja di Da Vinci.” (Dia mengatakan itu karena dia tahu saya sudah lebih dari 5 tahun bekerja di perusahaan ini). Nah itu sih enak, karena kita ‘berjodoh’ dengan perusahaan dimana kita bekerja. Nah kalau nggak, bagaimana?
“Sepusing-pusingnya kamu masih lebih pusing lagi Bos-mu” adalah quote yang saya ciptakan sendiri kalau saya sedang dihadapkan dalam keadaan yang padat dalam pekerjaan. Bukan buat jadi malas (asikk ada yang lebih pusing daripada kita….haha) namun lebih kepada memberi motivasi diri ‘Hey, kalau buat kamu segitu saja berat, apalagi kalau kamu harus handle pekerjaan yang dikerjakan si bos.’ Dengan demikian pasti work-stress nya bisa berkurang sedikit, percaya deh.
Saya sih nggak pernah stress dalam pekerjaan saya. Kalaupun iya, jarang sekali. Kenapa harus? Pekerjaan tidak akan selesai dalam satu hari. Kalau mau dituruti, kita tidak akan bisa meninggalkan kantor. Dalam tulisan ini, saya hendak sharing sedikit (dan I swear saya tidak copy-paste tips orang lain ya, hahaha…..karena saya tahu diluar sana banyak sekali penasihat karir yang lebih professional daripada saya).
Sharing saya kepada kamu adalah karena saya juga menempatkan diri di dalam sepatu-mu, dalam artian menjadi karyawan (catat : bukan entrepreneur maupun business owner), tapi karyawan biasa, seperti jutaan anak muda di tanah air kita ini.
1. Saya mensyukuri pekerjaan saya.
Kalau kamu bangun setiap pagi dan pernah merasa malas masuk kantor. Pikirkan saja betapa beruntungnya kamu – yang masih mendapatkan pekerjaan di bumi Indonesia ini. Mencari pekerjaan di sini susah lho. Dan mendapatkan pekerjaan yang tepat dalam segala hal (gaji, lokasi kantor, fasilitas, dll) itu LEBIH susah lagi. Jadi at least kalau kamu sudah mempunyai pekerjaan yang katakanlah 50% sesuai dengan keinginanmu, jangan biarkan rasa tidak bersyukur sedikitpun hinggap di kamu. Kamu tidak tahu mungkin diluar sana ada orang yang rela membunuh untuk mendapatkan pekerjaan sepertimu. Ayo bangun pagi dan kerja! Kamu sudah beruntung!
2. Saya mulai lebih awal
Lebih awal dalam segalanya membuat kamu siap. Selepas kuliah dulu saya langsung bekerja di suatu perusahaan konsultan marketing. Disana bukan berarti tidak ada senioritas dan tekanan kerja yang amat tinggi. Saya jalani semuanya dengan pasrah – jadikan itu suatu pelajaran di usia muda. Sekarang di usia 28 tahun, saya berani bertaruh, tidak ada anak buah saya (maupun mantan anak buah saya) yang mengatakan kalau saya berlagak senior. Mulai lebih awal membuat kita paham – pada saatnya nanti – apabila kita sudah sampai di posisi seperti itu – kita tidak akan melakukan hal yang sama dengan senior kita. Ambil yang terbaik dan tinggalkan yang buruk. Ditempa dari usia muda membuat kamu nantinya akan lebih kuat nantinya. Percaya deh.
3. Seimbangkan waktumu
Ingat pada prinsipnya, pekerjaan memang penting. Namun ada yang lebih penting lagi. Tuhan yang memberimu pekerjaan itu dan keluarga serta teman yang mencintaimu. Mereka juga berhak atas waktumu. Di kantor saya sekarang saya hanya punya waktu libur satu hari dalam 1 minggu. Hal itu membuat waktu berkumpul bersama keluarga menjadi sedikit sekali. Solusinya adalah saya selalu menelpon Ibu saya setiap hari. Bertanya apa kabarnya dan apa yang dia lakukan pada hari ini. Old fashioned- memang, namun kamu harus tahu – bahwa doa dan restu Ibumu akan memberi kamu kekuatan dalam menjalani apapun, termasuk pekerjaan kantor.
4. Cari manfaat dari pekerjaanmu sekarang
Pekerjaan itu, kalau menurut saya, gampang diukurnya. Kamu bekerja pasti berharap : penghasilan yang bagus, fasilitas yang oke (travelling dan semacamnya) dan karir yang bertahap. Nah, apabila kita belum sampai pada posisi dimana semua itu bisa kita raih, pikir saja singkat. Di perusahaan ini apakah kamu bisa ‘banyak belajar tapi duitnya sedikit’ atau ‘tidak begitu banyak kesempatan belajar tapi duitnya banyak’. Pilih salah satu. Untuk pemula, saya sarankan ambil opsi pertama. Banyak belajar dulu, biarkan kesuksesan seperti penghasilan, posisi dan fasilitas menyusul di kemudian hari.
Saya bekerja juga di hari Sabtu lho. Meeting jam 9 pagi setiap Sabtu dan selesai kerja jam 4 sore. Saya hanya libur di hari Minggu. Beberapa orang menganggapnya ironis. Pikiran saya adalah : hey, dulu di perusahaan yang dulu saya dapat ilmu dan hari libur 2 hari – tapi penghasilan kecil. Sekarang saya tidak libur 2 hari tapi penghasilan lumayan. You win some- you lose some.
Memang ada keadaan dimana seseorang bisa mendapatkan semuanya, tetapi apabila belum saatnya kita dapat semuanya, bersyukurlah dengan apa yang sudah kamu dapatkan saat ini. Pada saatnya nanti kalau kita memang ditakdirkan untuk sampai – maka kita akan sampai.
5. Jangan pernah merasa aman.
“You can be talented – but that does not mean you are irreplaceable” (Kamu boleh saja berbakat tapi itu bukan berarti kamu tidak bisa digantikan), ini adalah quote yang saya lupa dapatnya darimana, hehe…tapi saya suka. Mengajarkan bahwa kita tidak pernah berada dalam posisi aman. Bahkan seorang CEO pun masih tetap berstatus karyawan – dia bisa diganti kapan saja. Apalagi kita yang masih berlevel di bawah CE0. Maka itu tetaplah berikan hasil terbaikmu pada perusahaan.
6. Tanggung Jawab.
Diusia 23 tahun, saya dipromosikan menjadi seorang manager dari suatu divisi di perusahaan tempat saya bekerja. Waktu itu saya bingung dan merasa ‘Ah masih kemudaan kalau gue dikasi posisi begini sih,’ namun bos saya berkata “Cisca, kalau kamu pernah merasa malas sekali saja, pikirkan saja saya. Setiap pagi saya bangun – yang saya pikir pertama adalah ‘Bagaimana cara kita bisa memberi makan ratusan karyawan hanya dengan berjualan produk kita.’ Mereka punya keluarga dan sudah bekerja dengan kita belasan tahun. Adalah tanggung jawab management untuk memberikan mereka penghidupan yang lebih layak. Jadi kalau kamu punya tanggung jawab demikian – niscaya di usia muda sekalipun kamu tidak akan pernah punya hati nurani untuk malas.” Sampai sekarang saya ingat kata-kata beliau. Nah makanya kalau cuma sekali dua kali lembur pada saat-saat tertentu – tidak akan terasa berat bukan?
7. Presentasi diri yang pantas
Tidak ada orang yang suka bertemu atau berbisnis dengan seseorang yang berpenampilan acak-acakan (kecuali dia seorang rock star) atau seadanya (kecuali dia Bob Sadino – bolehlah pakai celana pendek buat ketemu orang). Tapi apabila kamu masih karyawan, presentasikan dirimu dengan baik. Lewat busana yang kamu kenakan, sikap tubuh, tutur kata dan cara kita berinteraksi dengan orang lain. Kamu tidak perlu harus jaim, just be yourself, tidak usah terlalu dibuat-buat. Yang penting cukup membuat orang terkesan karena dia telah bertemu dengan seseorang yang memang layak berada di posisinya.
8. Jangan dianggap personal
Dimarahi bos? Disinisin oleh atasan? Senior kamu bossy? Jangan dimasukkan dalam perasaan. Mudah memang untuk bicara. Percayalah, saya bukan tidak pernah mengalami yang namanya : Dirty Office Politics atau Senioritas atau Perploncoan dalam hal karir di perusahaan dimana saya bekerja. Saya mengalami semua itu. Dan pada akhirnya – sekarang saya bisa tersenyum melihat kebelakang. Kalau saya tidak mengalami semua itu, saya tidak akan jadi pribadi yang kuat seperti sekarang.
Semua yang melakukan dirty office politics tidak akan pernah bertahan lama di posisinya, karena hanya itu yang bisa mereka lakukan untuk mempertahankan karir mereka. Pada saat hal-hal seperti ini terjadi padamu, berarti kamu sedang dikerdilkan pikirannya, idenya dan semangatnya. Cuma kamu yang bisa memperbolehkan apakah hal-hal seperti tadi bisa mempengaruhimu atau tidak. Ada banyak cara mengatasi hal-hal seperti ini (kalau dijelaskan bisa panjang). Ingat saja kalau hidup (termasuk bekerja) adalah perjuangan dan yang jujur yang akan menang, saya pernah berada di dalam posisi ini dan saya telah membuktikannya sendiri. Semangat terus ya, jangan pernah dianggap personal. Berelasi baik dengan rekan kerja bukan berarti harus menjadi teman baiknya. Ada batasan yang tipis namun jelas disitu.
9. Sharing is Caring
Pada dasarnya membagi pekerjaan ke anak buah membuat mereka lebih pintar dan pekerjaan lebih cepat selesai. Dulu saya pernah punya rekan kerja yang egois, tidak pernah men-cc pekerjaan yang dia lakukan kepada orang lain (kecuali atasannya). Pada saat genting, tidak ada yang tahu status pekerjaannya, ataupun progressnya. Dia terpaksa harus ‘membereskan sampahnya’ sendirian. Sharing is actually Caring. Dengan membagi pekerjaan, teamwork akan lebih kuat, lebih pintar dan pekerjaan akan semakin cepat selesai. Tidak ada yang bisa mencapai sukses sendirian. Percaya deh.
10. Passion
Saya mempunyai cinta dan hasrat kepada pekerjaan yang saya lakukan. Dengan demikian saya menjalaninya setulus hati. Percayalah tanpa perlu menjilat atasan, atasanmu bisa melihat ketulusan dalam pekerjaanmu. Kamu bahkan tidak perlu mencari muka untuk memperoleh respek dari atasanmu.
Bohong kalau karena saking mencintai pekerjaanmu kamu tidak akan pernah merasa bekerja, kerja itu pasti ada capeknya juga. Namun ibarat orang ketagihan, pekerjaanmu akan menjadi sesuatu yang tidak membosankan – malah menantang.
Ketika hidup dihadapkan pada sesuatu yang sulit, ingatlah pekerjaanmu bisa menjadi penyelamatmu juga. Sedikit cerita, ketika seorang sahabat harus meninggalkan suaminya yang ‘ringan tangan’ kepadanya, ia mampu melakukannya dengan mantap – karena pekerjaan yang dilakoninya selama ini memberinya kemandirian finansial. Yang menjamin langkahnya bisa tetap kuat hingga saat ini. Jadi percaya kan kalau pekerjaanmu juga bisa menjadi penyelamat hidupmu?
Mantan bos saya, Pak Hermawan Kartajaya pernah berkata, bahwa semua pekerjaan atau keahlian yang dimilikinya bisa menjadi lebih tajam karena dia ‘Eat, Sleep and Dream with his work’. Hal ini menjadikan pekerjaan yang dilakukannya tidak pernah asal kerja – selalu dilakukan secara sempurna. Saya rasa etos kerja beliau patut dicontoh oleh anak-anak muda seperti kita.
Jadi, semoga kamu terinspirasi. Setidaknya sedikit. Saya tidak ingin sharing agar kamu menjadi workaholic – yang sewajarnya saja. Hidup ini indah asal kita dapat membuat segala sesuatunya dengan seimbang. Terutama keseimbangan waktu. Jam sudah menunjukkan pukul 20.00 WIB ketika artikel ini selesai ditulis, saatnya saya mengucap ‘Goodbye Office – Hello Dancefloor’. Semoga kamu berbahagia selalu dalam pekerjaannmu ya! Stay Fabulous!
####
Francisca Prandayani
Public Relation & Promotion Manager
Da Vinci Indonesia
Email : francisca.prandayani@gmail.com
Twitter : @CiscaDV
Blog : ciscadv.blogdetik.com
Facebook : Francisca Prandayani
Related posts:
- Top Ten Alasan Kreatif Untuk Datang Kerja Terlambat
- Cara Bahagia dalam 30 Detik!
- Birunya Langit Hari Ini
- FORBES & SIOMAY; KARENA LEBIH TAHU
- Lebaran – Hari Kemenangan Bagi yg Merayakan



Salute buat Cisca!
Singkat, jelas, lugas dan mengena. Semoga makin sukses di pekerjaan & keluarga. Remember, balancing ur life.
XX
Tp terkadang jenuh juga gitu mbak,melakukan pekerjaan yg itu2 aja, apalagi pekerjaaan yg monoton..hadueehh
Tp setelah baca tips dari mbak cisca boleh juga. kalo dipikir-pikir juga emang bener seh.. thanks
Artikel nya pas banget sama yang lagi saya alamin, mengusir rasa cape & jenuh ditempat kerja bukan hal yang mudah apalagi diusia muda & masih single, ga semua orang bisa. COngratz buat mba cisca yang udah lewatin tahap itu.
Dear Friends,
Terimakasih banyak dari lubuk hati saya yang terdalam atas supportnya, sudah luangkan waktunya memberi komen di artikel ini. Benar2 bikin tambah semangat menulis. Terimakasih banyak buat kalian semua. God Bless You!
XOXO,
Cisca/DV
Nice article cisca ..
cukup menginsprasi terutama saya pribadi yang kadang2 kurang merasa bersyukur atas apa yang ada saat ini. Kunci nya adalah keseimbangan atas segala sesuatu, thank you and sukses untuk anda
thanks sis, artikelnya bermanfaat dan menginspirasi saya.
sukses selalu
hayy mbak cisca,,saat ini saya bekerja di Salah satu konsultan markeeting milik bapak HK yang di pekanbaru..terimakasih artikelnya mbak..go spirit!!
keren sekali tulisannya mbak Cisca, mang lebih bahagia kalo kita bisa produktif, lain halnya kalo kita nganggur ato gak ngapa-ngapain, rasanya kering ato hanya bikin ngantuk aja. jadi sayang kalo hari-hari gak diisi dengan kegiatan yang produktif
Nice written. Inspiring, mbak
Sukses sll bwt hidup dn kehidupan mbak francisca
pekerjaan ku saat ini, banyak bngt membantu kluarga q…
makin kesininya, makin cinta dgn pekerjaan ini…
semoga kedepannya makin hebat
wow,, ini keren !!!! serius…
I really wanted to jot down a small message in order to express gratitude to you for these fantastic ways you are writing on this website. My time-consuming internet investigation has at the end been paid with high-quality ideas to share with my great friends. I would assume that most of us site visitors actually are very fortunate to be in a remarkable site with very many brilliant individuals with insightful tricks. I feel very much happy to have seen the web page and look forward to some more cool minutes reading here. Thank you once again for a lot of things.