Let’s Define Your Own Health
April 19, 2011, by Yonatan Bhakti. read: 2,561
Saya berpendapat bahwa kesehatan dan agama itu ada persamaanya. Yang saya maksudkan adalah, sebahagian besar orang (termasuk saya) menganggap itu penting, tapi banyak orang tidak sungguh-sungguh menjalankannya, dengan berbagai alasan.
Sejak kecil sebetulnya saya sudah sering mengalami, akibat mengabaikan kesehatan, saya menjadi menderita, contohnya, dulu waktu saya masih anak-anak, setiap kali habis main di hujan-hujanan biasanya tidak lama saya jadi demam, atau diare karena kebanyakan jajan di luar.
Menginjak masa remaja bahkan sampai awal-awal mulai kuliah, saya masih menganggap kesehatan itu penting, tapi kenyataanya, pergaulan saya lebih penting. Dulu ada anggapan kalau laki-laki tidak merokok tidak jantan! Kalau malam minggu suka begadang sambil minum-minum, dan ada teman yang saya sebut “dokter” karena suka bagi-bagi “vitamin” – biar nambah nendang katanya….! masa itu, saya anggap teman-teman yang tidak seperti saya, ngga cool, ngga gaul!
Kita baru menyadari bahwa kesehatan seketika menjadi sesuatu yang sangat mahal nilainya; saat dokter memvonis kita dengan suatu penyakit yang serius. Apalagi kalau biaya perawatan medisnya senilai dengan kendaraan atau rumah yang kita saat ini miliki. Dan, meskipun mungkin kita mampu membayarnya, kita sadar kesehatan belum tentu dapat kembali seperti semula.
Sebagian kamu yang membaca tulisan ini mungkin sedang berada di “jalur cepat” menuju cita-cita atau karier kamu, tidak seperti pergaulan masa lalu saya yang suram. Kamu mungkin sedang sibuk menyusun tugas akhir atau sedang mengerjakan proyek kreatif yang menjadi passion kamu, sehingga kamu lupa waktu istirahat dan juga makan.
Bahkan kalau saya mengingatkan kisah seorang Steve Jobs, salah satu orang terkaya dan pemilik entity Apple yang mendunia, baru-baru ini harus lengser karena alasan kesehatan, mungkin tidak akan nmenyurutkan kamu yang sedang asik berkarya. Memang alasa utama saya menulis ini, bukan mencoba mencoba menasehati kamu atau bahkan menakuti-nakuti kamu akan ancaman kesehatan. Saya justru ingin mngajak kamu untuk, let’s define your own health! (bahasa gaulnya red: tentuin sendiri deh, apa definisi kesehatan buat kamu)
Kalau kamu akhir-akhir ini sering jatuh sakit, flu misalnya, coba cari tau penyebabnya, saya yakin kamu sendiri tau pasti jawabannya! (kalo engga tau, tanya dokter) Coba mulai canangkan 3 bulan kedepan dule deh, jangan sampe kena flu. Kalau kamu berhasil, berarti kamu lebih sehat!. Misalnya mulailah perbanyak makan banyak buah dan sayuran yang mengandung anti-oksidan, minum teh hijau (sebaiknya yang diseduh dan tanpa gula) dan juga istirahat yang cukup!
Saya sendiri dulu termasuk pelanggan setia penyakit flu, boleh dikatakan abonemen bulanan, dikit-dikit kena flu, bahkan sudah sering olah ragapun tetep aja kena flu. Sekarang saya boleh sombong, hampir 3 tahun terakhir saya tidak pernah kena flu, hampir lupa rasanya flu itu seperti apa!
Dulu saya punya rekan kerja wanita di kantor yang kenes, suatu saat dia datang ke saya mengatakan: “Pak yo, saya tiga bulan lagi mo liburan ke bali sama pacar saya”. “Lalu, apa hubunganya sama saya?” tanya saya singkat. “Bukan begitu Pak Yo, saya perlu advis latihan apa nih, supaya badan saya lebih enak dilihat, karena saya baru beli bikini!”
Ada beberapa anak-anak muda di Gold’s Gym, tempat saya nge-gym, terobsesi untuk mendapatkan otot perut yang six-pack, suatu saat saya mendengar mereka saling komentar, “Loe tuh musti ngurangin garem supaya cepet kliatan six-packnya” dan yang satunya lagi bilang, “Tapi latihan loe salah, musti latihan standing reverse crunch supaya perut bawah loe ga buncit!” Kadang saya berpikir sambil tersenyum, “I wish saya ga diusir satpam atau dipecat, kalo ke kantor bisa bertelanjang dada!” (perut sixpack hanya bisa dilihat ketika bertelanjang dada kan?)
Pemilik website ini, mas Billy, orang yang saya kenal sangat vibrant (baca red; tidak bisa diam), untuk urusan menghidupi visi dan cita-citanya, suatu gambaran profil anak muda yang kreatif dan dinamis. Hanya saja, tahun lalu saya melihat dia sudah mulai tidak kenal waktu dan sedikit melalaikan kesehatannya. Saya tau kalo saya mengingatkan dia untuk lebih memperhatikan kesehatannya, dia akan jawab kira-kira: “Loe udah kayak nyokap gua aja.” Since I know him too well, tahun lalu saya bilang begini sama dia, “Bil, loe mo ikut gw lomba marathon 21K di Thailand ngga?” – kamu tau apa yang dia jawab: “Wah boleh juga tuh, tapi gua belum kuat lari, loe latih gua yah.” Sejak itu, dan sampai sekarang, dia telah me-maintain kesehatannya.
Saya tidak perlu nambahin contoh yang lain. Cukup dari ketiga contoh terakhir diatas, awalnya, tidak ada alasan kesehatan dari semua yang mereka mau kerjakan, tapi tanpa sadar mereka sedang “mendefinisikan” suatu kondisi kesehatan. Dan, mereka berusaha keras untuk mencapainya. Dari latihan teratur, mulai memperhatikan asupan nutrisi mereka, dan istirahat yang cukup. Saya yakin proses itu akan menimbulkan suatu kesadaran diri (awareness) dan bahkan membentuk suatu lifestyle baru, yaitu healthy lifestyle.
So, what is yours? Let’s define your own health and let’s work it out!
Yonatan Bhakti
Professional & ‘Fitness Addict’, Health Advisor “Young On Top”
Untuk tips kesehatan & konsultasi, follow twitter saya: @yonatanbhakti
Related posts:


