Let’s make a network
August 6, 2011, by YOTCA. read: 1,322
Khoirunnisa – Universitas Padjadjaran
Dulu saya berpikir kalau pendidikan itu nomor satu. Sekarang tidak lagi. Bukan berarti sekarang saya mengesampingkan pendidikan, tetapi selain pendidikan, ada hal lain yang sama pentingnya yaitu networking. Untuk sukses, seseorang gak hanya butuh teori, tetapi dia juga butuh partner. Partner tersebut bisa didapat dari networking.
Dulu semasa sekolah saya adalah anak yang kuper. Saya hanya bergaul dengan teman-teman sekelas saja. Saya hanya mengenal dan dekat dengan beberapa orang teman dari kelas sebelah. Saya terlalu fokus pada nilai di sekolah. Sejak masuk kuliah, mata saya mulai terbuka. Saya mulai menyadari kalau saya terus menerus menjadi introvert dan tidak mau mengenal orang baru, maka secara perlahan saya akan terpencil. Cepat atau lambat.
Lalu saya mulai mengikuti berbagai kepanitiaan dan organisasi baik di dalam maupun luar kampus. Dari situ saya mulai mempunyai banyak kenalan yang kemudian menjadi teman. Ternyata banyak manfaat mempunyai banyak teman. Saya bisa belajar banyak dari pengalaman teman-teman saya. Saya bisa dapat berkenalan dengan orang-orang hebat. Saya juga dapat mengenal beberapa teman yang seusia saya, tetapi mereka jauh lebih berprestasi. Saya jadi lebih termotivasi untuk berprestasi seperti mereka.
Banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk membuat network. Mengikuti organisasi, komunitas, dan seminar merupakan beberapa cara yang saya lakukan. Di jaman serba teknologi seperti sekarang, menjalin networking seharusnya sudah tidak menjadi masalah. Sudah ada facebook dan twitter yang bisa kamu manfaatkan untuk memperlebar network kamu. Atau kamu bisa ikut forum-forum di kaskus.
Membuat sebuah network tidak harus yang mempunyai passion yang sama dengan passionmu.
Jadi, buatlah network selebar mungkin selagi kamu muda.
“Buatlah network karena dengan network tersebutlah kita dapat mengubah Indonesia menjadi lebih baik.” – Tri Mumpuni
Related posts:


