Let’s Start!
August 12, 2011, by YOTCA. read: 1,602
Hello! Untuk pertama kalinya saya menulis di website ini J Sebelumnya saya izin memperkenalkan diri dulu ya, saya Herinda Kusuma, Young On Top Campus Ambassador – Prasetiya Mulya Business School. Honestly, sebelumnya saya bingung ingin berbagi pengalaman apa dalam tulisan perdana saya ini. Di tengah kebingungan untuk memulai tulisan ini, saya mendapat inspirasi untuk membahas mengenai kesulitan yang sedang saya rasakan saat ini. Ya, satu kata simpel yang sudah sering kita dengar dari kita masih kecil.
“Mulai”
Ditambah imbuhan me-, jadi…
“Memulai”.
Terdengar mudah untuk dikatakan tetapi terkadang menjadi sangat sulit untuk dilakukan.
“Memulai” untuk mengerjakan sesuatu hal sering menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan, apalagi memulai mengerjakan yang namanya tugas. Entah malas, entah tidak mood, ataupun sedang tidak ada ide. Semua itu menjadi alasan klasik untuk menunda memulai suatu pekerjaan atau tugas. Sekarang pertanyaannya, kapan kita merasa tidak malas? Kapan mood dan ide-ide itu akan datang? Pertanyaan yang cukup sulit untuk dijawab nampaknya.
Kalau seorang pelari tidak memulai untuk berlari dari garis start, dia ga akan sampai garis finish dan ga ada kesempatan lagi untuk memenangkan perlombaan lari.
Kalau seorang penulis tidak memulai untuk menulis, ga akan tercipta suatu buku yang akan menginspirasi banyak orang dan ga akan ada kesempatan untuknya untuk menjadi penulis terkenal.
Kalau seseorang tidak memulai bisnisnya, maka ga akan dia menjadi pebisnis.
Kalau seorang pelukis ga memulai untuk melukis, maka ga akan ada lukisan yang diciptakan.
Kalau saya tidak memulai menulis artikel ini, tulisan ini ga akan pernah ada, assignment yang harus diselesaikan ini ga akan selesai, dan yang paling penting adalah harapan saya gagal untuk mulai berbagi lewat tulisan. Intinya, kalau kita tidak memulai maka semua keinginan hanya akan menjadi harapan saja. Ga mau kan nantinya hanya sebagai dreamer?
Memulai sering menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan karena ketakutan dalam diri kita. Takut akan kesulitan yang nantinya akan kita hadapi, takut akan ketidakpastian yang akan terjadi, takut hasilnya ga sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan, takut melakukan kesalahan, dan banyak lagi ketakutan-ketakutan lain yang menghantui kita untuk memulai. Maka kita jadi sering mengalami kesulitan dalam memulai. Tapi kita harus ‘memaksa’ diri kita, kalau kita yakin itu memang berguna dan berdampak positif bagi diri kita. Saat kita memaksa diri untuk memulai sesuatu berarti kita lagi melawan ketakutan yang ada dalam diri kita.
Jangan memulai dengan mengeluh! Apapun yang dimulai dengan keluhan akan terasa lebih sulit dan berat. Kenapa begitu? karena pertama, energi yang kita milki udah keburu abis untuk mengeluh. Kedua, ide-ide brilian untuk memulai suatu hal udah keburu ketutup dengan keluhan-keluhan kita itu. Kita jadi lebih fokus sama si keluhan daripada fokus sama pekerjaan yang harus kita kerjakan.
Menunda untuk memulai, berarti menunda untuk merealisasikan keinginan atau mimpi. Jangan menunda untuk memulai! Karena dengan menunda untuk memulai, kita menunda untuk mencapai kesuksesan. So, let’s start now!
Memulai sesuai prioritas. Biasanya kita dihadapkan pada banyak hal yang harus kita kerjakan. Oleh karena itu, kita harus pintar dan berhati-hati dalam memprioritaskan mana yang harus dimulai untuk dikerjakan terlebih dahulu. Mulailah dari hal yang paling penting dan mendesak.
Yang terakhir tapi penting adalah mulailah semua aktivitas dan pekerjaan dengan berdoa agar semuanya diberkati oleh Tuhan
Semoga bermanfaat!
and LET’S START!
Related posts:
- Start Leading Now
- A Head Start On Success for Young Indonesian Execs – Jakarta Globe, January 17, 2010



Inspiratif herindut! Semoga berguna buat yg lain jg