billy boen

Life is ….

August 13, 2011, by YOTCA. read: 1,547

Namaku adalah Risca Andalina dari Universitas Pelita Harapan. Sebelumnya, aku ingin menceritakan hobiku yang suka membaca dan menonton.

Aku suka membaca buku non-fiksi, seperti buku Young On Top atau karangan Billy Boen lainnya, serta chicken soup.  Karena buku yang bersumber dari kisah nyata

membuatku bisa belajar menghargai kehidupan dan kesalahan orang lain melalui cerita  yang para penulisnya ceritakan. Lalu aku menyukai film, karena cerita yang mereka tampilkan adalah cerita yang tidak berdasarkan fakta, namun jika bisa pintar memilih film yang bagus (jangan film pocong, kuntilanak, dkk yang ditonton), maka kita bisa belajar menghargai hidup dan kesalahan dari orang lain melalui kisah fiksi yang sutradaranya ciptakan. Tujuan kedua media itu sama yaitu memberikan pesan kepada pembaca atau penontonnya, hanya saja sumbernya yang berbeda.

Beberapa hari yang lalu, aku pun menonton film ‘The Adjustment Bureau”. Film ini disutradarai oleh George Nolfi. Sedangkan pemeran utamanya adalah Matt Damon dan Emily Blunt.

Cerita ini mengisahkan seorang politkus yang bernama David Norris (Matt Damon) dan seorang ballerina yang bernama Ellise Sellas (Emily Blunt) dipertemukan dalam sebuah kesempatan, lalu mereka saling jatuh cinta dalam pandangan pertama, namun selalu saja ada hal yang menghalangi mereka untuk bertemu lagi setelah itu. Seolah-olah ada mahluk lain diluar sana yang telah mengatur segalanya hingga mereka tidak bisa bersatu, padahal mereka saling mencintai.

Lalu tanpa sengaja, David pun menemukan misteri dari ‘mahluk’ yang menjadi penghalang bersatunya dia dengan Ellise. Mahluk itu adalah pria-pria dewasa yang berusia sekitar 40-60an dan bergabung dalam kelompok yang disebut ‘the adjustment bureu’. Lalu mereka selalu menggunakan kemeja putih, celana panjang, coat dan satu benda yang tidak pernah mereka lupakan yaitu memakai topi. Topi itu sangat penting buat mereka, karena topi itu bisa membuat setiap pintu yang mereka pegang menjadi pintu ajaib yang mengubungkan satu tempat dengan tempat lain (seperti pintu ajaib pada doraemon). Taukah siapa mereka? Ternyata pria-pria yang berwujud manusia itu bekerja untuk mengatur takdir manusia! Pria-pria itu merupakan pegawai dari tuhan yang dalam film ini sering disebut ‘chairman’.

David yang sangat mencintai Ellise berusaha mengalahkan mahluk di luar sana yang telah mengatur takdirnya. Takdir yang mengatakan bahwa David dan Ellise tidak boleh bersama. Maka David pun bekejar-kejaran dengan mahluk pengatur takdir yang selalu ingin mencegah mereka bersama untuk bisa bertemu Ellise.

Disaat David sudah bertemu dengan Ellise, mereka berlari menuju gedung yang paling tinggi untuk bertemu dengan ‘chairman’ yaitu mahluk yang menuliskan takdir mereka dalam sebuah buku. Buku yang menjadi panduan bagi para pria yang bekerja untuk memastikan jalan hidup manusia sesuai dengan buku tersebut.

Setelah berlari cukup jauh dan dikejar oleh banyak pria yang bekerja mengatur takdir manusia, akhirnya David dan Ellise tiba di lantai paling tinggi sebuah gedung pencakar langit dan tidak menemukan apa-apa kecuali langit yang berhiaskan awan-awan yang menjadi penghalang untuk bertemu ‘chairman’.

Ketika tidak ada lagi jalan untuk keluar, karena mereka sudah dikepung oleh pria berjubah dan bertopi, merekapun memutuskan untuk saling berpelukan (sedikit adegan ciuman). Mereka ekperesikan perasaan mereka yang tidak menyesal sama sekali, meskipun telah lari jauh-jauh dan mengeluarkan banyak energy hanya untuk mengubah jalan hidup yang ada di buku takdir dengan berusaha bertemu ‘chairman’, agar mereka bisa bersatu. Namun ternyata semuanya nampak sia-sia, karena pada akhirnya mereka tidak bisa bertemu ‘chairman’.

Saat aku menonton adegan film itu, aku pun harap-harap cemas. Karena film ini tidak boleh berakhir sedih. David dan Ellise harus bersama (terbawa emosi. Hehe). Lalu tiba-tiba disaat yang tepat, seorang pria bertopi yang memiliki kulit hitam mendatangi David dan Ellise. Pria itu bernama David Norris. Berikut ini adalah percakapannya,

David Norris: Harry? You’re The Chairman?

Harry Mitchell: No! You’ve met him though, or her. Everybody has. The Chairman comes in a different form to everyone, so people rarely realize when it happens.

David Norris: Is this…some sort of test?

Harry Mitchell: In a way. It’s all a test, for everybody. Even the members of The Adjustment Bureau. David, you risked everything for Elise. And Elise, when you came through that door at the statue of Liberty, you risked everything too. But you inspired me. Seems like you inspired The Chairman too.

Akhirnya dalam sekejap setelah semua perjuangan yang David dan Ellise lakukan, ‘chairman’ memberi restu kepada mereka berdua untuk bisa bersama selamanya.

Film pun berakhir Happy Ending :) (Untuk lebih jelas ceritanya, mendingan beli aja langsung DVD nya. hehe)

Taukah kamu pesan apa yang ingin diambil dalam film ini? Berikut ini adalah kalimat penutup dalam film The Adjustment Burearu,

Harry Mitchell: Most people live life on the path we set for them. Too afraid to explore any other. But once in a while people like you come along and knock down all the obstacles we put in your way. People who realize free will is a gift, you’ll never know how to use until you fight for it. I think that’s The Chairman’s real plan. And maybe, one day, we won’t write the plan. You will.

Bisa dimengerti sekarang?Jika tidak, mari sedikit aku jabarkan apa maksudnya.

Berbagai penulis, pencipta lagu, dan pujangga atau sebagainya pintar merangkai kata tentang  ‘what is life?’. Semua orang berhak menciptakan jawabannya sendiri. Namun menurutku Life is choice. Hal yang pasti di dunia ini adalah kelahiran dan kematian, sisanya diantara itu semua adalah pilihan. Sekalipun seseorang merasa hidupnya tidak punya pilihan, sebenarnya itu sudah menjadi pilihannya, yaitu ‘Tidak ingin punya pilihan lain’. Padahal Tuhan selalu menyediakan banyak pilihan di depan mata.

Life is choice merupakan pesanku yang ingin aku sampaikan kepada semua yang membaca artikelku disini. Siapapun kalian sekarang, baik atau buruk, adalah pilihan kalian sendiri. Tuhan hanya menjadi pemberi petunjuk dan menyetujui atau tidak menyetujui pilihan hidup kita. Jadilah manusia yang lebih bijaksana lagi dalam menentukan pilihan jalan hidup kedepannya.

Melalui cerita David dan Ellise, disampaikan juga bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Mungkin mereka berdua pada awalnya tidak boleh bersama, tapi setelah mereka percaya bahwa mereka bisa dan berusaha memperjuangkan apa yang mereka percaya, sang ‘chairman’ pun terkagum-kagum dengan mereka dan mau menulis ulang takdir mereka.

Sepertinya Tuhan juga sedang menunggu kita untuk membuatnya terkagum-kagum dengan usaha yang kita akan buat. ‘Truth is nothing, what u believe to be true is something’ (from film  ‘Waiting for Forever’).

Jangan pernah menyerah dalam menggapai mimpi dan memilih jalan hidup yang terbaik untuk kita. Ketika semua dilandasi oleh kebaikan, maka Tuhan pasti akan menyetujui semua usaha kita. Sewaktu aku masih kecil, guru agamaku sering berkata bahwa manusia adalah mahluk yang paling sempurna, karena kita mempunyai akal, dan kita bukan robot yang hanya bisa diperintah untuk melakukan sesuatu.

Don’t you know it is YOU who choose what your life will be. You have all the weapons you need. Now FIGHT !

No related posts.

3 Responses to “Life is ….”

  1. Nice content you have in charge of your internet site, any suggestions?

  2. Syifa says:

    Awesome! Thx for the inspiring notes!
    Sukses terus untuk kita semua..mari memilih :)

  3. Web Design says:

    Terrific post however , I was wanting to know if you could write a litte more on this subject? I’d be very thankful if you could elaborate a little bit further. Thank you!

Leave a Reply