Memotivasi Diri untuk Membuat Perubahan Positif
August 12, 2010, by Yonatan Bhakti. read: 7,009
Saat saya remaja dulu, setiap kali habis nonton turnamen tennis di TV seperti mendapat inspirasi dari Rafael Nadal dan pemain dunia lainnya, seakan ada energi positif, pukulan-pukulan menjadi akurat dan lebih terarah .”kayaknya ada yang habis nonton Australian Open nih semalem” ujar sparing partner saya mengomentari permainan saya.
Hal-hal yang menarik perhatian kita yang kita lihat dapat memberikan ilham dan inspirasi. Pertanyaannya adalah bagaimana kita dapat menciptakan atau membangun sebuah motivasi yang dapat membawa kita kepada suatu perubahan yang positif
Kita bisa membuat perubahan dalam hidup kita mulai hari ini, mulailah dari hal yang sederhana dan mudah dilakukan, dan rayakan pencapaiannya, sekecil apapun itu demikian yang pernah dikatakan oleh Andrew Matthew, penulis buku “Follow Your Heart”.
Joel Osteen, adalah seorang pemimpin jemaat dan motivator dalam bukunya ”Become a Better You” mengatakan bahwa apabila kamu ingin membangun suatu kebiasaan baru, kamu harus memulai kebiasaan baru tersebut selama 6 minggu terus menerus tanpa bolong, maka hal baru tersebut akan mulai menjadi habit baru buat kita.
Contohnya dulu, kalau saya mengatakan bahwa motivasi saya untuk berolahraga adalah supaya tubuh saya lebih sehat, terus terang itu bohong banget dan rasanya itu tidak akan cukup untuk memotivasi saya untuk mau terus berolahraga.
Saya sempat bekerja beberapa tahun di Amerika dan tinggal di sebuah kota kecil di daerah Midwest . Di seberang town-house ( cluster perumahan yang terdiri dari kira-kira 20 rumah) tempat saya tinggal ada sebuah gym yang ada swimming pool nya. Saat matahari bersinar, dari jendela kamar, saya kadang-kandang dapat melihat tubuh-tubuh molek sedang berjemur . Wah rasanya ingin sekali bergabung dengan mereka disana, tapi koq ga pede banget dengan modal badan kayak karung beras. Suatu hari saya akhirnya memberanikan diri untuk menyambangi gym tersebut. Sejak itu mulailah saya bertekad untuk giat berolah raga.
Setelah beberapa bulan latihan itu ada seorang college student yang sedang kerja praktek di kantor mengajak saya untuk ikut ke Florida pada saat Spring Break, suatu acara liburan ‘penyambutan musim semi’ untuk pelajar dan mahasiswa di Amerika di awal bulan Maret. Waktu itu masih 4 bulan sebelum Spring Break. Teman saya ini tahu saya selalu latihan beban di gym, dan sejak itu pula dia mulai menjadi sparing partner saya di gym. Dia justru yang bilang ke saya bahwa saya harus latihan lebih serius supaya bisa punya penampilan terbaik nanti di Spring Break.
Dulu saya hanya bisa melihat acara Spring Break di TV tetapi datang ke acara Spring Break di Daytona dan Miami beach, Florida merupakan suatu pengalaman tersendiri yang tidak akan terlupakan. Suasana fun & wild sangat terasa disana. Banyak college students yang bermain di pantai ataupun hanya hang-out di bar di sepanjang Ocean Drive yang terkenal itu. Ada yang berjemur di pantai, ada yang bermain volley pantai, dan acara yang tidak pernah absen yang khas Spring Break adalah bikini contest !
Spring Break sendiri memang bukan semata-mata ajang untuk pamer badan. Tapi bagi kamu yang pernah nonton acara Spring Break di TV atau bahkan pernah pergi ke Spring Break di Florida, kamu tahu bahwa tubuh yang sexy atau berotot will make a different . Pengalaman saya selama di Spring Break ternyata telah memberikan motivasi tersendiri untuk supaya saya berlatih lebih keras lagi di gym karena saya ingin sekali untuk kembali ke Spring Break tahun depan berikutnya. Seperti ucapan Jend McArthur yang terkenal itu: “I shall return!”
Jadi sebetulnya, motivasi saya berolahraga awalnya bukan untuk hidup sehat tapi supaya bentuk badan yang lebih berotot dan maskulin. Meskipun mungkin motivasi saya dulu sedikit agak keliru, tapi ternyata itu cukup memotivasi saya untuk terus berolah-raga, apalagi sadar dengan modal tampang pas-pasan,… paling tidak adalah usaha untuk mengimbangi kekurangan, right? bahkan, ketika kamu diputusin pacar misalnya bisa hal itu dapat juga memotivasi kamu, bukankah mungkin ada terbersit di perasaan hati kamu yang ingin mengatakan: ”rugi loe putus sama gue” dan akhirnya ketika nanti dia melihat dan mendengar bahwa kamu setelah putus sama dia, kondisi kamu lebih baik itulah yang pernah dikatakan boss saya, Peter Medalla ”Success is a good Revenge”!
Sebetulnya di forum ini saya ingin mengajak kamu untuk memikirkan bahwa kesehatan merupakan modal penting untuk menikmati masa depan kamu, saya punya motto”Success means nothing when you are sick” . Mungkin kamu berpikir “Semua orang juga tau, nyokap gue juga ngomong gitu.” Klise banget ngga sih kedengarannya? Yes, kedengerannya memang klise, tapi coba pikirkan apapun yang kamu kerjakan sekarang untuk studi kamu, karir kamu, bahkan bisnis kamu,..,. semua menjadi percuma kalau kamu ngga bisa menikamti itu semua karena kamu penyakitan. “Memiliki dan menikmati adalah dua hal yang berbeda”, kata Jose Carol, seorang Pastor dan pembicara.
Nah saya yakin sampai disini kamu sudah menyadari perlunya kita mempunyai motivasi yang kuat untuk mendorong kita untuk bertahan demi hal yang baik untuk masa depan kita. Dikesempatan lain, saya akan membagi tips sederhana dan praktis untuk kamu supaya kamu bisa menjadi lebih sehat, lewat perubahan pola makan yang lebih. Sekarang, carilah apa yang bisa memotivasi dirimu untuk membuat perubahan positif, dan seperti yang tagline-nya NIKE: “Just Do It”.
Yonatan Bhakti
Professional, Fitness Addict
Twitter: @yonatanbhakti
Email: yonatan_bhakti@yahoo.com
No related posts.



Right on… couldn’t agree more… good stuff
Dear Pak Yo,
Saya sangat terinspirasi dengan artikelnya, benar sekali mottonya; ”Success means nothing when you are sick” , sekarang saya sedikit lebih ‘sadar diri’ dalam membagi waktu antara kerja dan personal life (keluarga dan jam istirahat buat saya sendiri). Sebagai seorang PR saya kerap menghabiskan waktu di acara-acara sosial (karena tuntutan pekerjaan), namun semua aktifitas yang menyita waktu itu sekarang lebih saya seleksi lagi agar tidak ‘memakan’ kondisi fisik saya juga. Intinya artikel anda sangat menginspirasi, benar sekali (based on true story) dan yang lebih hebat lagi, disela kesibukan anda-anda masih sempat menulis artikel ini! Sukses terus ya!
Dear Yonatan,
Wah websitenya menarik banget. Ak blm pernah liat website khusus buat pengembangan diri n motivasi utk org2 muda gitu, apalagi yg ngomong jg bkn cm motivator tp anak2 muda yg emang uda sukses. Ak ud baca artikelnya bang Yo, seru jg ya tulisannya, ga formal n enak d baca hahaha, apa lagi ada review sedikit ttg pengalaman wkt kuliah d amrik dl. Ak paling suka yg kutipan “Success is a good revenge!”. Klo bs, tulis lagi ya hehehehe, nnti ksi tw ak klo bang Yo tulis artikel baru lg hehe..Gud luck.
Dear Pak Yo,
Kinda fascinated wit ur article there..
And seems like u have had quite an experience ya.. ^^
Love to hear how u can manage to motivate ur self to become a better person.
Anyway,my question will be…(Its kinda private I suppose)…I kinda wonder what can u do to me if I will need to be motivated by u..
Cos I consider my self to be a person wit a roller-coaster mood,so its kinda hard to always keep track.
My opinion will be try to bring up another point of view or perspective cos sometimes some people need a lil more “push over” with a different approach.
That’s all I guest…will be keen to read ur next article…see ya..
Blogging keeps me sane. Keep up all the work. I too love to blog. I found this one to be very informative
Keren mas, saya baru tau tentang ini
tapi kok susah banget ya ninggalin kebiasaan lama… breaking a habits
EXELENT!!!
Orang tua yg sukses, itu sudah biasa..
tapi, anak muda yang sukses itu baru Luar Biasa!!!!
[...] Sumber : http://billyboen.com/memotivasi-diri-untuk-membuat-perubahan-positif/ [...]
Wowww.. bnr2 mberikan inspirasi yg luar biasa yg beda dr yg lainnya. Terimakasih dan Salam Kenal…