Menangis = Lemah?
October 13, 2011, by YOTCA. read: 2,596
A Note from Felicia Astrid
YOT CA Bina Nusantara
Siapa di dunia ini yang tidak pernah menangis? Rasanya tidak ada seorangpun manusia di muka bumi ini yang tidak pernah menangis. Bahkan, bayi pun menangis saat pertama kali lahir. Kalau bayi yang lahir tidak menangis, dokter akan melakukan sesuatu untuk membuatnya menangis karena tangisan bayi menandakan bayi itu hidup.
Menangis sering kali diidentikan dengan perempuan, karena mayoritas orang-orang merasa bahwa wanita adalah mahluk yang rapuh dan mudah menangis. Sedangkan, rasanya tabu bagi seorang laki-laki untuk menangis. Saya sering kali melihat seorang ibu mengatakan kepada anaknya yang sedang menangis “ayo jangan nangis! Kan malu kalo laki-laki menangis!”. Menurut saya, tidak ada yang salah kalau seorang laki-laki menangis. Sah-sah saja. Baik laki-laki maupun perempuan memiliki hak yang sama untuk menangis.
Tangisan seseorang bisa merupakan suatu bentuk kepekaan yang bisa mendeteksi perasaan orang tersebut. Terlepas dari berbagai alasan yang melatarbelakangi tangisan, aktivitas mengeluarkan air mata ini ternyata memberikan manfaat, baik secara psikologis, sosial, medis maupun spiritual. Hal ini didasarkan pada beberapa penelitian para ilmuwan yang mengaitkan aktivitas menangis dengan efek psikologis dan medis.
Secara psikologis, menangis mampu membuat perasaan menjadi lebih baik, nyaman, dan tenang karena tangisan dapat membantu menyingkirkan kimiawi stres dalam tubuh. Berkaitan dengan ini, ada 4 manfaat menangis.
1. Meningkatkan mood
Menangis bisa menurunkan tingkat depresi seseorang. Dengan menangis, mood akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena luapan perasaan atau emosi mengandung 24% protein albumin yang bermanfaat dalam mengatur kembali sistem metabolisme tubuh. Air mata tipe ini jelas lebih baik dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.
2. Mengurangi stress
Penelitian menyatakan bahwa air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin.
3. Melegakan perasaan
Sepertinya, setiap orang merasakan hal ini setelah menangis. Setelah menangis, berbagai masalah dan cobaan yang mendera, kekesalan dan amarah yang menyesak, serta goresan sakit hati biasanya berkurang dan muncullah perasaan lega.Perasaan lega yang dialami seseorang setelah menangis muncul karena sistem limbik, otak dan jantung menjadi lancar. Karena itu, keluarkanlah masalah di pikiran dengan menangis, jangan dipendam karena bisa menjadi tangisan yang meledak-ledak.
4. Menjadi penghalang agresivitas
Orang yang sedang memuncak tingkat emosinya, meletup amarahnya biasanya akan berlaku dan bersikap lebih agresif bahkan bisa berdampak destruktif. Emosi yang diluapkan dengan menangis mampu menjadi penghalang agresivitas. Seperti yang diungkapkan Oren Hasson, seorang ilmuwan dari Univesitas Tel Aviv, Israel, bahwa dengan air mata, seseorang sebenarnya tengah menurunkan mekanisme pertahanan dirinya dan memberikan simbol dirinya tengah menyerah.
Dari segi medis, kegiatan mengundang dan mencurahkan air mata ini memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan, khususnya mata. Manfaat tersebut sebagaimana dikutif dari Belief.net di antaranya :
- Membantu penglihatan. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.
- Membunuh bakteri. Air mata berfungsi sebagai antibakteri alami. Tanpa obat tetes mata, sebenarnya mata sudah mempunyai proteksi sendiri. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95 % bakteri yang tertinggal hanya dalam 5 menit. Misalnya, bakteri yang terserap dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin, serta tempat-tempat yang mengandung bakteri.
- Mengeluarkan racun. William Frey, seorang ahli biokimia yang telah melakukan beberapa studi tentang air mata menyatakan bahwa air mata yang keluar saat menangis karena faktor emosional ternyata mengandung racun. Jadi, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa racun dari dalam tubuh terbawa dan dikeluarkan melalui mata.
- Membantu melawan penyakit. Selain menurunkan level stres, air mata juga membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi. Bagaimanapun, perasaan tertekan dan tersakiti bisa membuat seseorang stres. Endapan stres yang terpendam dengan menahan tangisan inilah yang sering menimbulkan gejala tekanan darah tinggi dan penyakit lainnya yang dipicu oleh stres.
See? Bahkan menangis pun ada gunanya. Menurut saya, sah-sah saja apabila kita menangis. Daripada Malu menangis sesak di dada, hehe. Cry when you want to cry. Menangis bukan berarti lemah, menangis itu adalah ungkapan perasaan kita yang tidak pandang gender. Meski demikian, kita tetap harus pandai membawa diri. Jangan jadikan dirimu lemah. Apabila ada sesuatu hal yang berat dan kamu merasa ingin menangis maka menangislah. Tapi pastikan, setelah menangis, kamu harus jadi orang yang lebih kuat di keesokan hari.
Reference: tekno.liputan6.com ; belief.net ; lintasberita.com; kotametropolis.com; vivanews.com
No related posts.



