Mencicipi Kegagalan Selezat Coklat
September 19, 2011, by YOTCA. read: 1,509
Pratiwi Hamzah
YOT CA IPB
Coklat. Siapa yang tak suka dengan makanan enak yang satu ini. Walau mengandung komposisi yang bisa membuat gemuk, makanan ini tetap menjadi cemilan favorit sebagian besar penduduk di dunia segala usia. Tentunya sangat berbeda dengan sesuatu non makanan yang namanya kegagalan. Siapa yang mau? Tentu tak ada! Tapi apakah kita bisa menghindari si kegagalan ini dalam hidup kita?
Saat sesuatu tak sesuai keinginan kita, saat sesuatu tak seperti yang kita harapkan, saat sesuatu terjadi jauh dari dugaan, misalnya ketika diputuskan, patah hati, dan sebagainya, kita pasti akan sangat sangat kecewa bahkan merasa bahwa hidup ini tak adil untuk kita. Kita akan terus merasa seperti itu dan terpuruk di dalam tempurung kekecewaan tersebut. Jika ditanya mengapa seperti itu, jawaban yang paling mungkin diucapkan adalah karena saya sudah gagal. Lalu apakah keterpurukan adalah akibat dari kagagalan? Menurut saya, BUKAN !
Ketika kita bersikap seperti ilustrasi di atas, sangat tidak pantas jika kita katakan bahwa dunia tak adil pada kita, melainkan kitalah yang tak adil pada hidup karena membiarkannya tenggelam di lubang keterpurukan yang kita gali sendiri. Apa salahnya sih gagal?? Trus, apa hubungannya dengan coklat? Hmm..
Artikel ini terinspirasi dari perkataan seorang teman, “sukses itu butuh tiket yang namanya gagal, tenang aja, rasanya enak kok”. Awalnya saya bingung maksud dari perkataan teman saya tersebut. Tapi, setelah mendengar cerita beliau yang berkali-kali gagal dalam menulis namun beliau tak menyerah, ia tetap berusaha, belajar dari kegagalan-kegagalan sebelumnya hingga akhirnya berhasil menjadi juara dalam suatu perlombaan yang cukup bergengsi, saya menjadi tahu apa maksud dari kalimatnya tersebut. Kegagalan itu ada agar kita bisa terus belajar darinya, agar kita menjadi pribadi yang semakin paham akan kekurangan kita dan menjadikannya sebuah motivasi baru. Rasanya seperti coklat, jika kita nikmati, pahitnya takkan terasa, malah akan terasa sangat enak dan lezat.
Jadi, jika kita tanamkan dalam hati dan pikiran bahwa kegagalan bukanlah sebuah akhir melainkan sebuah tiket menuju kesuksesan, tak akan ada keterpurukan berlebih, yang ada hanya bagaimana kita bangkit, belajar, dan mulai berusaha lagi dan lagi…
Bagaimana, sudah siap mencicipi kegagalan senikmat coklat? :9
Selamat menikmati..
Related posts:


