billy boen

move on

November 2, 2011, by YOTCA. read: 1,621

Laura Khairunnisa – Swiss German University – Artikel November 2011

During your travels, it’s important to always keep one thing in mind. When one thing ends, something else begins.

Kalimat tersebut saya quote dari sebuah drama romantic berjudul love happens. Film ini dibintangi oleh Aaron Eckhart dan Jennifer Aniston. Diceritakan Burke (Aaron Eckhart) adalah seorang motivator yang fokus terhadap merubah kesedihan menjadi kesuksesan. Ia juga menulis buku best seller dengan topik yang sama berdasarkan kisah nyata dari kematian istrinya dalam sebuah kecelakaan tiga tahun lalu. Siapa sangka burke yang sukses ternyata memiliki sesuatu yang tidak beres, ia alcoholic, suasana hatinya cepat berubah-ubah, ia memiliki hubungan yang tidak baik dengan ayah istrinya dan dia sangat kesepian. Ternyata hal ini dikarenakan ia masih belum bisa memaafkan dirinya atas kematian istrinya. Ia tidak bisa move on.

Semua orang pasti pernah berada di posisi burke, mengalami perubahan mendadak yang tidak diinginkan, orang menyebutnya kegagalan, bad luck, sial, kalah, dan lain lain. Untuk burke, kejadian yang paling tidak bisa ia lupakan adalah kematian istrinya, di dunia nyata ini bisa dialami oleh siapa saja loh…  entah itu di pekerjaan, pendidikan, atau di kehidupan pribadi. Misalnya dipecat dari pekerjaan, drop out dari perkuliahan, putus dari pacar, dan lain sebagainya. kita cenderung menyalahkan diri sendiri atas kegagalan atau keadaan yang tidak kita inginkan, sedih berkepanjangan dan tidak bisa menerima keadaan yang ada. Akibatnya mempengaruhi performances kita sehari-hari atau bisa bisa sampe stress sendiri. Gimana sih caranya buat move on dari kejadian kejadian tersebut?

“They always say that time changes things, but you actually have to change them yourself” – Andy Warhol

Tanpa disadari, move on ini sulit sekali untuk dilakukan. Banyak orang yang gabisa menerima perubahan yang terjadi tapi ga ngelakuin apa apa, mereka cuma ngeluh kenapa ini bisa terjadi di dalam hidup mereka, ngeluh betapa ga enaknya keadaan dia sekarang, nyesel sama apa yang dia lakukan, dst. Mereka mereka inilah yang diam di tempat. Nah sekarang pertanyaannya, sebenarnya mau move on atau ngga sih? Ada satu ayat yang selalu saya ingat kalo susah banget untuk move on atau bertindak:

For each one are successive [angels] before and behind him who protect him by the decree of Allah . Indeed, Allah will not change the condition of a people until they change what is in themselves. And when Allah intends for a people ill, there is no repelling it. And there is not for them besides Him any patron.

(Qur’an surah Ar Rad: 11)

Dalam ayat ini menjelaskan bahwa Allah tidak akan merubah nasib atau keadaan suatu kaum sampai mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Saya yakin, agama lain juga berpendapat demikian. Intinya, keadaan ga akan berubah sebelum kamu merubahnya sendiri. Sebagai contoh ekstrim, kamu dipecat dari pekerjaan kamu, lalu membuat kamu ngeluh, males malesan dirumah dan marah marah terus sepanjang hari. Contoh lainnya adalah kamu baru diputusin sama pacar kamu, yang kamu lakukan berhari hari berikutnya adalah kamu curhat berkali-kali kek ke sahabat-sahabat kamu, nangis sepanjang hari, mengunci diri di kamar. Hey! sadar dong, semua hal itu tidak akan merubah keadaan kamu sekarang, hal yang sudah terjadi tidak bisa di-undo seperti program di computer, kamu tetep aja jobless dan kamu tetap saja akan putus. Tapi good news nya, masa depan kita masih bisa ditentukan dari apa yang kita lakukan sekarang. Jadi, cara untuk move on ya, dengan bertindak, rubah pemikiran negatif untuk kebaikan diri sendiri, daripada diam dan mengeluh lebih baik bertindak. The moment you decided to change your attitude toward what happens to you is the moment you move on from your past. Sesimple itu loh cara untuk move on…

The power of letting go

Dalam film Love Happens, burke menjadi sosok yang sangat bertolak belakang dari apa yang ia ajarkan pada sesi seminarnya. Ia adalah seorang alcoholic, moody, mempunyai hubungan yang tidak baik dengan ayah dari istrinya, hidupnya berantakan. Selama tiga tahun, ia menyalahkan dirinya sendiri atas kecelakaan yang terjadi yang menewaskan istrinya. Tanpa disadari, hal inilah yang mempengaruhi kehidupan burke yang kacau. Ia belum memaafkan dirinya sendiri.

Dalam kehidupan nyata, kita sering kali membuat rencana rencana untuk kehidupan kita. Kegagalan yang terjadi atau beberapa keadaan sering kali merubah rencana tersebut sehingga pada kenyataannya tidak semua rencana ini berjalan seperti apa yang kita inginkan.

Cara paling ampuh untuk move on adalah, menyadari akar dari masalah kamu dan alasan kenapa kamu tidak bisa move on. Dalam kasus burke, akar dari masalahnya adalah ia belum bisa memaafkan dirinya sendiri atas kematian istrinya. Gerald Jampolsky once said

“Inner peace can be reached only when we practice forgiveness. Forgiveness is letting go of the past, and is therefore the means for correcting our misperceptions.”

Kamu tidak bisa melepaskan apapun jika kamu tidak sadar bahwa kamu memegangnya, sama dengan keadaan, kamu gabisa move on kalo kamu ga sadar bahwa selama ini, inilah yang menjadi penghalang kamu untuk maju. Intinya kamu harus akui dulu kelemahan kamu lalu rubahlah konsep kesalahan di dalam otak kamu. Kesalahan itu tidak selamanya buruk kok, dari kesalahan kamu bisa belajar. Jika konsep ini sudah berubah, kamu baru bisa memaafkan diri sendiri. Cobalah untuk ikhlas dengan keadaan, lepasin semua beban yang selama ini kamu pikirkan terus menerus. Dengan cara inilah kamu baru bisa move on. Percaya deh, once you forgive yourself, kamu pasti akan langsung bisa merasakan perubahan positive dari diri kamu. Seperti quotes yang pertama kali saya sebutkan, “During your travels, it’s important to always keep one thing in mind. When one thing ends, something else begins.” Lets move on and lets be surprise dengan apa yang bisa terjadi setelahnya :) good luck!

No related posts.

Leave a Reply