billy boen

Mundur Satu Langkah

December 12, 2011, by YOTCA. read: 1,272

Marvilika Kurnia – YOTCA UGM – Desember

Gue menulis artikel ini karena mendapat inspirasi dari sebuah game di device gue yang nama game-nya “Unblock Me”. Itu adalah game semacam puzzle, dimana terdapat banyak persegi panjang vertical dan horizontal yang ditaruh secara acak, dan ada satu persegi panjang berwarna merah, dan kita harus membuka jalan supaya balok merah tersebut bisa keluar. Cara memainkannya, kita tinggal me-naik-turunkan atau m

enggesernya ke kanan dan kiri, maju mundur, agar balok merah tersebut bisa maju dan akhirnya lolos.

Dalam game yang sederhana ini, saya melihat bahwa untuk maju ke langkah-langkah berikutnya. Memang tidak semua hal harus mundur dahulu untuk maju. Dalam hal ini adalah ketika kita merasa tidak ada jalan untuk maju (deadlock). Game ini mengajarkan bagaimana ketika kita ingin maju beberapa langkah ke depan, kita bisa mundur satu langkah. Apa gunanya mundur lagi? Berarti sama aja mengulangi semua lagi dong? Ya, kita memang akan mengulangi pekerjaan kita lagi, tapi dengan jalan yang berbeda untuk maju. Ketika kita mundur, kita bisa melakukan evaluasi terhadap apa yang sudah kita kerjakan. Kita bisa mencari jalan baru untuk menuju tujuan. Kita bisa mencari cara untuk menghindari jalan buntu tersebut. Kita juga bisa merancang bagaimana kita berjalan kedepannya.

Memakan waktu? Mungkin iya. Tapi setelah itu kita bisa merancang langkah selanjutnya, bahkan bisa lebih cepat dari sebelumnya, ketimbang kita tetap pada jalan buntu kita sebelumnya. Kita bisa menentukan langkah-langkah berikutnya agar lebih cepat mencapai tujuan kita. Mundur satu langkah bisa membuat kita berkaca pada diri sendiri, melihat situasi secara lebih jelas, mengevaluasi pekerjaan, dan membuat terobosan agar tidak melewati jalan buntu tersebut. Hanya satu step mundur, kita bisa melihat secara keseluruhan dimanakah kesalahan kita, apakah yang menghambat laju kita, dan bagaimanakah kita harus bekerja selanjutnya.

Mundurlah satu langkah untuk maju seribu langkah.

Related posts:

  1. Visi, Langkah Awal Menuju Akhir Perjalanan
  2. Saya punya satu seperempat buah kaki, dan itu keren!!! :D
  3. Hidupku Seperti Bermain “GAME”
  4. Review buku Secrets of the Millionaire Mind karya T. Harv Eker

Leave a Reply