No More Regret
December 12, 2011, by YOTCA. read: 1,251
December – Reina Rivenska Dissa – YOT CA Institut Teknologi Bandung
Penyesalan, pasti semua orang minimal sekali pernah merasakan perasaan tersebut. Emosi yang sangat mengganjal dalam perasaan kita. Penyesalan merupakan perasaan negatif yang dihasilkan dari perbuatan kita terdahulu yang berdampak pada kejadian masa kini. Sebenarnya baik atau tidak rasa penyesalan itu?
Penyesalan memang dihasilkan dari perbuatan masa lalu, tetapi rasa penyesalan itu dapat memengaruhi apa yang kita kerjakan saat ini, cara penyesalan mengganggu kinerja kita adalah dengan memberikan rasa takut untuk mencoba hal yang serupa dengan masa lalu. Sebagai contoh, B ingin melakukan sebuah bisnis dengan seorang partner bernama P. Banyak orang telah memperingati B untuk tidak melakukan bisnis dengan P, namun B tidak percaya dengan mereka. Suatu saat, bisnis B cukup meyakinkan namun akhirnya dia harus kehilangan segala harta termasuk keluarganya karena P telah menipu B. Kejadian itulah merupakan penyesalan terbesar bagi B sehingga B tidak ingin pernah lagi melakukan bisnis, alhasil hidup B tidak berkembang, stucked pada pekerjaannya sekarang.
Jika kamu percaya Tuhan, pernahkah kamu mendengar bahwa Tuhan tidak akan menguji seseorang diluar batas kemampuannya? Sebenarnya jika ditelaah dari kasus B, mungkin memang begitulah jalan yang harus dihadapi oleh B karena pilihannya untuk bekerjasama dengan P walaupun sudah diperingati banyak orang. Kejadian yang B alami memang merupakan konsekuensi yang harus dihadapi karena jalan yang B pilih dan sayangnya dari situlah rasa penyesalan tumbuh. Sebenarnya perlukah rasa penyesalan?
Rasa penyesalan itu terkadang diperlukan untuk sebuah pembelajaran yang sangat berharga dan pelajaran tersebut disimpan dalam otak kita dan akan keluar saat kejadian serupa menimpa sehingga kita dapat menghindarkan diri dari masalah yang akan dating. Tapi, rasa penyesalan hanya boleh dirasakan sekali, jika berlaru-larut perasaan itu dapat menjadi “kerak” dalam hati dan pikiran kita sehingga menimbulkan perasaan negatif yang lain, yaitu rasa takut. Tapi, jika sudah timbul rasa takut, berarti kita akan terus gagal? Jawabannya, tidak! Rasa takut tersebut harus dihadapi, tidak boleh dihindari. Untuk mengahadapi rasa takut tersebut, kita harus menjadi seorang pribadi yang kuat dan tidak gampang menyerah.
Jika penyesalan tersebut sudah terlanjur membekas dan rasa takut telah timbul menjadi besar sehingga susah untuk meraih kesuksesan, masih bisakah meraih sukses? Pertanyaan inilah yang cukup banyak muncul dalam hati orang-orang, dan jawaban untuk pertanyaan ini adalah masih! Percayalah tidak ada orang yang mempunyai kesempatan yang nol untuk meraih kesuksesan, semua orang bisa!
Tuhan akan membantu mengubah keadaan seseorang jika orang tersebut mau untuk mengubah dirinya sendiri, jadi rasa penyesalan bisa diubah oleh orang itu sendiri. Penyesalan merupakan perasaan yang timbul dari diri sendiri, jadi untuk mengubah rasa penyesalan tersebut menjadi sebuah pelajaran adalah dengan diri sendiri dengan melakukan yang terbaik dan tidak mudah menyerah.
Semua dimulai dari dirimu! Be strong and get your success!
See you on top!
No related posts.


