billy boen

No Regrets

November 21, 2011, by YOTCA. read: 1,169

Besty Berliana – YOTCA ITB – November Article

They said there’s no failures or mistakes.. It’s just a precious moments that we called ‘experience’

Kadang-kadang, mungkin sering terlintas di pikiran.. kenapa kita melakukan ini, kenapa kita melakukan itu.. Kenapa kita sekarang disini, dan apa yang sudah kita lakukan selama ini? Dari semua yang sudah kita lakukan tersebut, itu sudah terjadi dan tidak bisa kembali lagi. *kecuali time machine benar2 ada ;P*

We can’t complain or regret.

Saya punya prinsip untuk tidak menyesali apa yang sudah saya lakukan. Ketika sudah setengah jalan, mungkin sering ada bisikan-bisikan untuk berganti haluan, atau mungkin menyerah, ditambah dengan adanya pikiran “Kenapa gw ambil jalan yang ini ya?” atau berkata dengan menepuk dahi sekencang-kencanganya “I TOLD YOU SO!” Ketika si “I told you so” kepada diri sendiri sudah muncul. itu menunjukkan bahwa kita sudah memasuki tahap penyesalan. kenapa begini, kenapa begitu, kenapa tadi nggak gini, kenapa tadi nggak gitu.. But it’s all gone, your precious time has flown away with your regrets. Penyesalan tidak pernah berarti apa-apa, kecuali kalau kita bisa menganggapnya sebagai bumbu pelajaran yang berharga untuk ke depannya. Sebisa mungkin, kita tau mana perbuatan yang merugikan dan mana yang tidak. Jangan pernah jatuh ke lubang yang sama dua kali.

Atau kasus dua, ketika kita merasa telah mengambil jalan yang salah. Simpel aja, contohnya saya yang sedang ada di tahun ketiga di jurusan Arsitektur. Sebelum masuk jurusan ini, saya tidak pernah browsing sebanyak-banyaknya tentang arsitektur. Yang saya tau, tok cuma jadi arsitek yang kerjanya gambar. When I got in, I was stressed. And so on and on, I found out that Architecture is not just drawing lessons, it’s all connected with other majors, as important as other majors. We, as an architect, draw with a lot of ellaborations and considerations in a lot of aspects. Mungkin, banyak yang bakal bilang arsitek itu kalau mikir desainnya lebih lama ketimbang gambarnya itu sendiri. Saya sempat menyesal. Pengumpulan tugas, biasanya anak-anak arsitektur begadang, Gak tidur, gak mandi, jarang makan. Ga pernah jalan-jalan lagi sama temen-temen jurusan lain, kurang update sama info di luar gedung arsitektur. Buat para ceweknya, pasti langsung jadi butek karena begadang, hehe.

Tapi, itulah perjuangan.

Saya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan saya untuk kuliah dan menuntut ilmu setinggi-tingginya. Kesempatan yang sudah dipersiapkan, dibiayakan, didoakan oleh orangtua saya. Kesempatan yang mungkin, tidak bisa didapat oleh orang lain yang sangat menginginkannya.

Mungkin, bisa saja jurusan saya sekarang, atau jurusan anda sekarang, bukanlah jurusan yang akan sama dengan profesi anda 5 tahun ke depan. Namun, jurusan ini merupakan pintu yang dibukakan Tuhan untuk bisa membuka pintu yang lainnya. Siapa tau, di jurusan yang sekarang ini, saya dan kamu bisa kenal orang yang ternyata akan sangat membantu kita di dunia profesionalisme mendatang, walau bidang tersebut tidak seusai dengan jurusan kita sekarang, misalnya bidang bisnis? Who knows, right?

Yang penting, jangan lupa,

Ketika Tuhan menutup sebuah pintu untukmu, Ia membuka pintu lainnya.

Ketika semua pintu dan jendela sudah tertutup, Ia merobohkan dinding untukmu. :)

Never regret, experience more :) GOOD LUCK!

Related posts:

  1. Lobang kunci

Leave a Reply