billy boen

Pemalu? Masih jaman? Lili Nur Indah Sari – YOT CA UI – article bulan septmber

September 19, 2011, by YOTCA. read: 971

Pemalu? Masih jaman?

Lili Nur Indah Sari – YOT CA UI – article bulan septmber

halo, ketemu lagi nih, hehe, saya lili nur indah sari dari young on top CA Universitas Indonesia, kali ini saya ingin berbagi cerita mengenai cara mengatasi rasa malu, yes! Saya yakin ada diantara teman-teman yang juga sering merasakan hal  yang sama dalam beberapa situasi yaitu rasa malu, minder atau kurang percaya diri.

Kekurangan yang saya miliki dan sering menghambat saya baik bidang akademis maupun bersosialisasi adalah malu,minder atau kurang percaya diri. Hal ini sering banget merugikan diri saya sendiri, misalnya dalam bidang akademis, karena kurangnya rasa kepercayaan diri karena takut salah, akhirnya saya menjadi siswa yang pasif, hal ini merugikan saya, karena ketika ada mata pelajaran yang mengharuskan saya membaca berita, puisi atau pidato nilai saya sangat pas-pasan akibat suara yang tidak terdengar, tergagap dan banyak hal lain yang timbul sebagai efek dari rasa malu.

Begitu pula dalam bidang non akademis, ketika saya kelas 1 SMA, saat itu dibuka pendaftaran calon pengurus OSIS. Karena rasa malu dan kurangnya kepercayaan diri akan kemampuan diri sendiri akhirnya saya tidak jadi ikut pendaftaran calon pengurus OSIS tersebut. Jadilah saya hanya dapat menatapi keinginan yang tidak terwujud dan penyesalan. Atau ketika lagi dikantin dan mesen makanan, karena malu dan kurangnya percaya diri, saya pernah mesen makanan lamaaaaaaa banget gara-gara diselak kanan kiri dan ga berani protes.

Dikatakan bahwa kekurangan dalam pribadi seseorang dapat menjadi kelebihan bila kita mampu memandang kekurangan tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Yaa menurut saya pribadi ini merupakan bagian tersulitnya, kadang kita sulit melihat Sesuatu dari sudut pandang yang lain, namun ini juga sekaligus bagian terserunya, karena selain matematika, didunia ini gak ada yang mutlak, begitu pula tentang hal yang baik dan buruk.

Balik lagi yaa, jadi misal kamu pemalu nih, yah dipikir-pikir itu bagus loh, daripada malu-maluin? Hehe, karena artinya kita menjadi lebih sadar dengan standar sosial dan sopan santun sehingga kita tidak berbuat di luar norma sosial. Nah tapi tetep ada kadarnya yaa, kalo terlalu pemalu juga kita kan yang bakal ribet sendiri.

Jadi bukan berarti jadi pemalu itu ga bagus, malu itu perlu, bahkan dikatakan bahwa malu itu sebagian dari iman. Tapi jangan sampai rasa malu itu menjadi condong kearah yang negative. Sekarang saya akan memberikan beberapa tips untuk mengatasi rasa malu :

1. cari tau apa yang membuat anda merasa malu.

Apakah itu mengenai kekurangan pada diri anda? Kunci dari menghilangakan rasa malu akibat minder atau kurang percaya diri adalah terimalah diri Anda apa adanya dan anggap hal itu wajar!. Selain itu hargailah diri anda sendiri dengan tidak menganggap diri anda lebih rendah dibanding dengan orang lain. Dan jadikan kekurangan anda sebagai pemicu untuk berprestasi

2. Jangan takut akan pendapat orang lain.

Belajar untuk menerima kritik ketika ada seseorang memberikan respon terhadap diri anda dan membiarkan komentar yg mungkin kurang menyenangkan bagi Anda. Tapi justru itulah tantangan bagi anda, anda jadi tahu apa2 yg jadi kelemahan anda sekarang.

3. Bicara tentang rasa malu dengan keluarga Anda.

Jelaskan kepada orang lain apa yang Anda rasakan, Anda dapat mengidentifikasi hal2 apa saja yang membuat Anda tertekan, situasi apa yang anda hadapi, apa yang orang respon terhadap diri anda, terima masukan yang datang.

4. Berlatih olahraga dan berorganisasi dapat membantu Anda meminimalisir rasa malu Anda berkat hubungan sosial yg timbul akibat sering berkumpul dengan teman lainnya. Begitu pula ketika ada didalam forum, mulailah dengan menanyakan hal-hal kecil untuk melatih keberanian. Dan ketika menjadi penyaji, persiapkan segala bahan dengan baik dan matang, sehingga kita jadi lebih percaya diri ketika berbicara didepan forum.

5. Berperan seperti layaknya teater/pertunjukan untuk belajar bagaimana berbicara kepada orang lain tanpa rasa malu.

6. Belajarlah untuk berkata. Berani mengatakan tidak.

Seringkali kita menerima begitu saja sesuatu yg sebenarnya ridak sreg dengan pilihan hati kita sendiri dikarnakan takut/malu untuk menolaknya… Maka, mulailah dari sekarang… !!

7. Belajar untuk bernapas dengan tenang.

Sebelum ujian atau wawancara kerja misalnya, tarik napas dalam-dalam melalui hidung dan kemudian keluarkan perlahan-lahan untuk mengevakuasi stres dan ketakutan akan hilangnya kesempatan.

8. Berpikir positif.

Cobalah untuk selalu berpikir positive, karena pikiran positive mendatangkan hal-hal yang positive, kita harus yakin dan percaya akan kemampuan kita sendiri untuk melakukan sesuatu hal.

9. Fokus

Cara yang paling mudah adalah fokus. Fokus berarti kesadaran Anda penuh pada sesuatu. Jika Anda tak ingin malu karena salah menjawab pertanyaan orang, fokuslah pada pertanyannya. Pada apa yang orang katakan. Jik Anda tak mau malu karena penampilan Anda “kurang”, fokuslah pada penampilan Anda ketika Anda sedang mempersiapkan diri. Kancing baju Anda pas? Resleting celana Anda tertutup?

10.Praktik

Ada sebuah adagium Latin yang indah yang bisa Anda jadikan pegangan. Guta cavat lapidem non vi sed saepe cadendo. Titik air melubangi batu bukan karena kekuatannya, tetapi karena sering jatuh. Tekanannya adalah “sering”. Dan ini soal frekuensi dan intensitas. Bagaimana mungkin Anda bisa hebat berbicara di depan banyak orang, tak malu menghadapi orang, kalau Anda tak sering berlatih berbicara dan menghadapi orang? Caranya hanya satu. Sering berlatih. Sering dan sering. Hanya itu kuncinya. Kalau sudah demikian, Anda sudah “membunuh” rasa malu Anda.

11. terakhir, datangilah psikolog bila memang dirasa kita membutuhkan, karena mereka tau apa yang seharusnya kita lakukan. Juga berdoalah ketika merasa takut/ malu :)

Hal-hal diatas bukan hanya saya dapet karena rasa sok-tau saya saja, namun juga dari nasehat teman, masukan dari mentor-mentor, hasil mengikuti seminar, membaca artikel dan belajar berorganisasi. Kini setidaknya saya sudah berani berbicara didepan umum, yaaa bukan berarti udah jadi lancar banget juga, tapi seenggaknya saya merasa hal tersebut adalah kemajuan paling besar dalam hidup saya. Sekian share dari saya, kurang lebihnya mohon maaff, karena saya juga masih dalam proses belajar menjadi seseorang yang lebih baik. :) Keep learn and share.

Related posts:

  1. How do you show your respect – Lili Nur Indah Sari YOT CA UI
  2. Mimpi? apa masih ada dlm diri kita?

One Response to “Pemalu? Masih jaman? Lili Nur Indah Sari – YOT CA UI – article bulan septmber”

  1. setya says:

    artikel yang menarik.. betul dengan semua penjabaran yang Anda tulis. Terkadang memang susah ya klo kita merasa minder melulu, itu adalah hal yang sangat menjengkelkan.. hehe..

    Saya pribadi telah hidup 20 tahun dalam keminderan, tapi.. Sekarang saya mulai “membunuh” rasa minder tersebut dengan berlatih bagaimana berbicara dengan orang-orang yang saya temui diluar sana. Saya percaya, semakin saya bisa menekan rasa minder untuk sebuah perubahan sosial yang lebih baik, saya harus menerima diri saya apa adanya dengan baik pula. Karena saya unik.. hehe (narsis dikit) :D

Leave a Reply