PLAN : we make it. we do it!
September 5, 2011, by YOTCA. read: 365
Christmastuti Destriyani – Universitas Brawijaya – Inspiring Article September 2011
Banyak orang bilang bahwa hidup adalah sebuah perjalanan. Suatu proses disebut sebuah perjalanan jika dia memiliki asal (titik awal) dan tujuan (titik akhir). Lalu siapakah yang menentukan tujuan dalam hidup kita? Jawabannya adalah diri kita sendiri.
Tujuan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti arah; haluan (jurusan); yang dituju; maksud; tuntutan (yang dituntut). Secara singkat tujuan hidup adalah hal-hal yang ingin dicapai selama kita masih diberi kesempatan untuk hidup.
Hal yang pertama yang harus kita lakukan adalah memahami kemana tujuan hidup kita sebenarnya. Dalam tahapan ini dibutuhkan kita harus mengenal dan memahami diri kita sendiri. Karena dalam tahap ini akan banyak arahan dari orang-orang disekitar kita. Kita harus pandai menyortir saran serta kritik dari orang lain untuk kita. Maka dari itu sangatlah penting untuk kita selalu membuka mata, hati, telinga dan pikiran terhadap diri sendiri dan sekitar.
Setelah kita menemukan tujuan yang akan dicapai, selanjutnya adalah membuat rencana. Sama seperti halnya kalau kita ingin pergi ke Bandung. Sebelum pergi pasti kita merencanakan mau pergi kapan, dengan siapa, setelah sampai di Bandung mau kemana saja, dan naik apa agar sampai ke tujuan.
Rencana dapat kita buat sesuka hati. Bisa ditulis rapi dan penuh warna-warni ataupun hanya tersimpan dalam hati. Namun ada baiknya kita menuliskannya dan membuatnya semenarik mungkin. Hal ini bertujuan supaya kita mudah mengingatnya. Dan jangan ragu untuk berbagi dengan orang di sekitar kita. Dengan mereka tahu rencana kita, maka akan semakin banyak orang yang mengingatkan kita untuk menjalankan rencana tersebut.
Dalam dunia jurnalistik dan bahasa kita pasti sudah sangat akrab dengan 5W dan 1H. What, why, who, where, when and how. 5W dan 1H ini lahir dengan tujuan mempermudah manusia untuk menjabarkan sesuatu. Kalau dalam dunia jurnalistik, tulisan yang baik berisikan unsur-unsur ini. Dan saat reportase, 5W dan 1H ini sangat membantu dalam bertanya. 5W dan 1H ini merupakan dasar atau pondasi. Dan dari 5W dan 1H inilah kita bisa mengembang sesuatu menjadi lebih besar.
Sekarang 5W dan 1H sudah bisa berpindah-pindah kemana saja. Mereka tidak hanya ada di dunia jurnalistik maupun bahasa. Now, we can use 5W and 1H to make a plan! YEAH! Dengan tujuan yang sama, 5W dan 1H adalah dasaran kita untuk melangkah. Setelah kita mampu menjabarkan tujuan kita dengan 5W dan 1H, maka kita akan lebih mudah untuk menjalankannya dan mengembangkannya.
Mengapa ‘HOW’ terpisah dengan 5W? Karena ‘HOW’ lebih penting dari 5 yang lain.
Jika kita mendapatkan pertanyaan dengan kata tanya ‘HOW’ pasti kita akan secara rinci jawaban yang menjelaskan tentang cara. Hal ini yang membuat ‘HOW’ lebih penting dari 5W. Karena jika kita berfokus pada ‘HOW’ kita akan selalu memikirkan bagaimana caranya kita supaya sampai ke tujuan yang ingin kita capai.
The last we can do is just do it! Lakukan apa yang sudah kita jabarkan dalam rencana kita. Dengan berpedoman apa yang sudah kita tuliskan sesuai dengan 5W dan 1H maka tujuan itu bukan hanya sekedar mimpi. Tetaplah berfokus pada ‘HOW’ atau si ‘BAGAIMANA’. Teruslah berpikir mengenai cara-cara yang tepat untuk mendekatkan kita pada titik akhir yang sudah kita tentukan. Dan lakukan itu! Lakukan dengan sebaik mungkin. Maka 5W lainnya akan menyusul si H.
Akhir kata, gak ada ruginya buat berhenti sejenak dan merinci apa yang menjadi tujuan kita ke dalam sebuah rencana. Semakin rinci akan mempermudah kita dalam menjalankannya. So, see you on the TOP, guys!
SALAM BAHAGIA
(terinspirasi dari drama radio Kompilasi Kisah Kamu (KKK) 2011 di Prambors FM Radio)
No related posts.


